
...76...
"Apa itu arti nya kak Aga sudah jatuh cinta pada ku?"
Jeduarrr....
Mulut Agara terasa kelu, lidah nya terasa mengeras.
Dengan percaya diri Raehan mengatakan semua itu, apa yang akan diri nya jawab.
Mengatakan jika diri nya menyukai gadis imut ini, tapi rasa takut akan kehilangan begitu besar dari dalam diri nya.
Agara membuang wajah nya, sementara Raehan menatap penuh harap Agara.
Berharap jika pria ini mau mengakui perasaan nya dan membalas cinta nya.
"Tidak...!" Jawab Agara singkat, lalu membuka kotak sarapan di depan nya.
"Tidak ada sedikit pun?" Tegas Raehan sekali lagi.
"Tidak... Jangan terlalu berkhayal..." Sarkas Agara dengan datar, membuat Raehan merenggut kecewa.
"Apa kamu tidak ingin makan?" Agara menunjuk nasi goreng di depan nya, mencoba mengalih kan pembicaraan.
"Tidak..." Jawab Raehan lesu, menatap kaki nya yang di goyang kan pelan.
"Ngambek lagi kan..." Batin Agara menghela nafas panjang, melihat bibir Raehan yang mengerucut ke depan.
"Makan lah biar aku suapi..." Agara menyodorkan tangan nya ke arah mulut Raehan.
"Iii jorok ngak pake sendok..." Raehan menjauh kan wajah nya.
Bagaimana mungkin nasi goreng di makan tanpa menggunakan sendok, terlihat benar- benar menjijik kan.
"Maka nya kalau bawain orang sarapan itu jangan cuma makanan nya, tapi sendok nya juga.. Lihat apa kamu membawakan sendok untuk ku...?"
"Ohhh iya aku lupa..." Raehan menepuk jidat nya.
"Okeh... Jika kamu ngak mau biar aku makan sendiri.. Toh siapa yang lebih beruntung di suapi langsung dari tangan seorang Agara..."
Agara menarik tangan nya, namun terhenti karna di cegah Raehan.
Raehan langsung mencomot nasgor yang ada di tangan Agara, hingga bibir pich nya bersentuhan langsung dengan tangan Agara.
Benda kenyal dan lembut itu, membuat tangan Agara mati rasa. Sensasi yang begitu berbeda yang diri nya rasa kan.
"Bagaimana jika bibir itu menyentuh bibir ku.. Pasti akan terasa lembut... Aissshhhh Aga apa yang kamu pikir kan...!" Umpat Agara saat pikiran liar nya mulai traveling.
Raehan mengunyah nasi goreng yang di buat nya. Rasa nya tidak terlalu buruk bahkan menjadi lebih nikmat karna memakan nya langsung dari tangan pujaan nya.
__ADS_1
Hari ini, Raehan bisa menghembus kan nafas lega. Ketakutan nya kini sudah hilang menguap begitu saja.
Harapan nya kembali merajut, ia berharap diri nya akan selalu berada di posisi ini.
Raehan menatap wajah Agara lekat, wajah tampan di depan nya yang sedang lahap memakan sarapan nya.
...----------------...
Kiara terlihat asik bersua foto dengan ponsel mewah nya. Area taman yang sedikit sepi, dengan panorama pemandangan yang tak kalah indah.
Beberapa gaya telah di tangkap layar, mengekspos semua gaya semarik mungkin untuk di unggah ke media sosial.
Apa lagi tujuan seorang Kiara, jika bukan ingin menjadi populer.
Aktivitas Kiara terhenti, saat ponsel nya di rampas oleh seseorang.
"Bangsattt!!" Ucap Kiara asal, tanpa menyadari siapa sang pelaku.
"Mau aku jahit bibit mu!!" Ancam Lessia dengan tampang marah dan kesal, yang langsung membuat Kiara berdecit takut dan bergidik ngeri.
"Ehh kak Lessia... Ada apa kakak yang paling cantik..." Jilat Kiara memuji Lessia.
Dalam hati Kiara ingin sekali menghancur kan wajah cantik Lessia. Tapi apa lah daya diri nya masih membutuh kan model bodoh ini untuk menanjak popularitas nya.
"Gara- gara kacung kamu yang ngak becus si kurcaci berani ngelawan aku..." Marah Lessia dengan emosi yang sudah menumpuk di ubun- ubun.
"Kurcaci?" Kiara memicing kan alis nya pada ke dua kacung nya yang berdiri dengan wajah pucat.
"What... Kak Lessia bertemu dengan Raehan si boncel...?" Mulut Kiara sedikit terbuka, saat mendengar nama Raehan di sebut kan.
Apalagi yang di perbuat gadis pendek itu? pikir Kiara memutar bola mata nya malas.
"Bukan hanya bertemu bahkan dia sudah berani mendorong ku.. Dan ke dua kacung mu tidak lebih dari pecundang... "
Kiara mendelik tajam ke arah dua kacung nya, yang semakin menyembunyi kan wajah mereka dalam. Karna takut dengan hukuman yang akan di berikan Kiara.
"Dia memang sangat kurang ajar, dia bersikap seperti itu karna mengira diri nya seorang putri itu di sebab kan karna dua pria tampan berada di sekeliling nya..."
"Dua pria tampan?" Sosor Lessia dengan nada penasaran.
"Iya Agara dan Dion..."
"Gadis kurcaci itu mengenal tunangan ku jadi nya.. Benar- benar tidak tahu diri..." Sinis Lessia yang semakin benci dengan Raehan setelah mendengar pengaduan Kiara.
"Bukan hanya mengenal, tapi dia juga menyukai tunangan kakak... Hati- hati saja kak bisa- bisa dia merebut Agara karna tampang lugu nya itu..."
Lessia langsung mencengkram dagu Kiara dengan erat.
Diri nya tidak suka mendengar barang nya akan di rebut orang lain. Hal itu sama saja dengan merendah kan seorang Lessia yang selalu mendapat kan apa yang di ingin kan.
__ADS_1
"Awwww... Kak lepas kan ini sakit" Ringgis Kiara dengan kepala terdongak, sementara dagu nya terasa remuk karna cengkraman Lessia.
"Camkan ini pelayan, Gadis kurcaci itu tidak akan pernah bisa bersaing dengan Lessia yang sempurna.. Berani kamu memuji nya maka kisah mu di sekolah ini akan tamat..." Ancam Lessia yang langsung di angguki Kiara.
Lessia menghempaskan dagu Kiara, lalu memikir kan sesuatu untuk membuat perhitungan dengan Raehan.
Kali ini diri nya pastikan gadis kurcaci itu akan bersujud di kaki nya.
"Lessia...!!" Panggil seseorang yang langsung menjadi pusat perhatian keempat gadis tersebut.
Kiara masih sibuk memegangi dagu nya yang terasa sakit, seperti nya ia harus suntik botoks di dagu, supaya dagu nya semakin lancip aduhai. Mengalah kan dagu Lessia si nenek lampir. Batin Kiara menyembunyikan wajah kesal nya.
"Iya..." Sahut Lessia dengan nada angkuh.
"Kamu terpilih menjadi model cover brosur Osis bersama Agara, jadi kalian akan photoshoot sepulang sekolah.." Ujar Anet yang sedikit terenggah - enggah.
Semua anggota senior sudah setuju, jika Lessia yang akan menjadi pasangan Agara.
Apalagi Lessia adalah model terkenal, itu pasti akan menjadi daya tarik untuk perekrutan anggota baru.
Lessia terdiam sejenak mendengar apa yang di sampai kan Anet.
Entah apa yang di pikir kan nya, sebelum menyetujui tawaran Anet.
"Baiklah aku akan datang..." Sahut nya dengan smirk sombong.
Anet menatap sinis ke arah Lessia, diri nya sungguh tidak suka menghadapi orang- orang dengan bau kesombongan.
Tanpa basa- basi Anet langsung pergi dari hadapan keempat gadis tersebut.
Seringgai licik terbit di bibir Lessia.
"Kamu menyukai Agara kan gadis kurcaci, sekarang lihat di mana posisi mu yang seharus nya.. Ingin mencoba bersaing dengan ku... Hhhh kamu tidak lebih dari seonggok kotoran..." Batin Lessia.
...----------------...
...****************...
Hehe... Welcome back di karya yang ke tiga...
Jangan Lupa like.
Koment
Vote
Gift.
Rak Favorit
__ADS_1
Budayakan beberapa hal yang di atas.
Supaya othor makin semangat😙