
...236π...
"Apa ada yang kurang paman?" Tanya Raehan menekan suara nya.
Dengan wajah malu pria itu menggeleng kan kepala nya perlahan.
Mengata kan jika isi dompet nya tidak hilang sama sekali. Dan apa yang di kata kan pengamen jalanan itu memang benar.
Semua orang mendengus kesal, dan mulai beranjak pergi.
Membuat kerumunan yang tadi nya ramai berangsur sepi.
"Lain kali jangan langsung menghakimi orang lain paman... Jangan pernah menuduh seseorang asal.. Lihat lah sekarang teman ku menjadi terluka gara- gara paman. Padahal dia yang membantu paman dengan memungut dompet paman..." Suara Raehan menyendu.
Ia tidak perlu lagi marah para pria berotot itu, lagi pula pria itu sudah menjawab jujur jika isi dompet nya tidak berkurang sama sekali.
"Maaf dek paman memang salah.. Dan kau terimakasih sudah membantu ku. Maaf jika aku memukul mu.. Aku sungguh minta maaf..." Ujar pria itu meminta maaf pada Kazuya.
Wajah nya terlihat sangat menyesal. Ia juga malu karna sudah memukuli orang yang tidak bersalah.
"Tidak papa paman.. Lain kali jangan memvonis dari tampang orang.. Mungkin saya orang yang butuh uang tapi saya tidak akan mengambil hak orang lain..." Jawab Kazuya memaksa kan senyum nya di mana sudut bibir pria itu terlibat sobek dan berdarah.
"Sekali lagi saya mohon maaf.. Ini ada uang buat konpensasi luka kamu..." Pria berotot itu menyodor kan beberapa lembar uang pada tangan Kazuya.
"Tidak perlu paman... Luka saya akan segera sembuh... Ini hanya salah paham dan tidak ada yang bersalah sama sekali..." Tolak Kazuya dengan mendorong tangan pria berotot tersebut.
Melihat sikap Kazuya membuat Raehan kagum. Mungkin jika diri nya yang berada di posisi Kazuya maka ia sudah mengomel- ngomel dan meminta ganti rugi.
Tapi Kazuya bahkan menolak uang dari pria yang sudah melukai nya.
Kazuya bodoh apa tolol?
Pikir Raehan melipat ke dua tangan nya di depan dada.
"Sekali lagi saya minta maaf.. Kalau begitu saya permisi.." Pria berotot itu mengatup kan ke dua tangan nya di depan dada. Lalu meringsut pergi dengan melempar senyum canggung pada Raehan.
Raehan menghembus kan nafas nya kasar. Di pagi buta begini mata nya malah rusak dengan penampilan Kazuya yang sudah mirip dengan setan korban tabrakan.
Raehan mendekat ke arah Kazuya yang masih setia meringgis kesakitan.
"Kamu ini bodoh ya.... Menolak uang konpensasi dari pria yang sudah membuat mu babak belur seperti ini.?" Celetuk Raehan menatap nanar setiap luka Kazuya yang terlihat cukup menyakit kan.
Kazuya tersenyum miring mendengar penilaian Raehan pada nya. Jujur ia sedikit kaget dengan sikap Raehan yang tidak elegant.
"Terserah kamu mau menilai ku bodoh atau semacam nya.. Karna bagi ku apa yang aku lakukan memang benar... Lagi pula wajar jika orang lain salah paham dengan penampilan orang dekil seperti ku. Yang terlihat sangat membutuh kan uang.. Jadi di sini pria itu sama sekali tidak salah. Dia hanya melihat dari sudut pandang semua orang..." Jelas Kazuya dengan memaksa bibir nya yang terluka untuk tersenyum.
Diri nya tidak pernah mengira jika ia akan di selamat kan oleh Raehan. Gadis yang sudah ia tolong.
Raehan mengangguk mengerti. Ia membenar kan apa yang di kata kan Kazuya.
Tidak ada yang pantas untuk di salah kan di sini.
Raehan menelisik pakaian Kazuya yang sangat lusuh bahkan sebagian sudah sobek dan bertambal.
Sangat berbeda dengan penampilan Kazuya saat mereka bertemu pria ini di mall.
__ADS_1
Terlihat perbedaan yang sangat kontras.
Merasa kan Raehan yang memperhati kan diri nya.
Membuat Kazuya menjadi canggung. Dengan menggeret kaki nya yang sakit ia mengambil gitar lusuh nya yang sudah tak layak pakai.
Raehan masih memperhati kan tingkah Kazuya.
Ia masih bingung.
Tin...
Tin..
Tin..
"Hei nona.. Motor mu...!!" Teriak seseorang dengan menunjuk motor Raehan yang berada di depan mobil nya.
Raehan seketika panik melihat jalanan macet karna sepeda motor nya yang di parkir begitu saja tanpa penghuni. Membuat pengendara lain nya tidak bisa melaju.
Raehan segera berlari dengan cepat. Kazuya yang melihat kecerobohan Raehan hanya menggeleng kan kepala nya.
Kazuya melangkah kembali kaki nya. Seperti nya hari ini ia tidak akan mengamen karna kondosi nya yang tidak mendukung.
Tin..
Tin..
Tin..
Diri nya tidak mungkin membiar kan Kazuya yang sedang terluka jalan kaki.
Di mana hati nurani nya?
Kazuya mengerjit bingung. Kenapa Raehan menyuruh nya naik?
" Kok bengong sih.. Ayo naik.. Aku akan mengantar mu ke IGD terdekat untuk mengobati luka- luka mu..." Seru Raehan lagi saat melihat Kazuya hanya bengong di tempat.
"Ahh tidak perlu aku bisa mengobati nya di rumah.." Tolak Kazuya dengan cepat saat mengerti kenapa Raehan meminta nya untuk naik.
"Ihh kamu ini benar- benar bandel ya.. Ayo naik aja aku tidak tega melihat mu terluka..."
Deg..
Jantung Kazuya berdenyut saat mendengar ucapan Raehan yang terdengar begitu perhatian pada nya.
"Ayo naik.. Atau mau aku seret...."
Plak..
Raehan menepuk jok belakang nya , menyuruh Kazuya untuk segera naik ke atas motor nya.
Kali ini Kazuya tidak bisa membantah. Ia menaiki motor vespa Raehan.
"Sudah siap..?" Tanya Raehan memastikan jika Kazuya sudah naik ke atas vespa nya.
__ADS_1
"Ekhmmm..." Dehem Kazuya sebagai jawaban.
Perlahan motor mungil Raehan melaju membawa mereka membelah jalanan.
Kazuya tersenyum lebar, saat merasakan hembusan angin yang menerpa tubuh nya.
Benar- benar sangat seru dan mengasik kan.
Ia tidak percaya jika sekarang diri nya ada di atas motor.
Sensasi yang di tawar kan benar- benar berbeda.
Seumur hidup nya jangan kan naik motor naik sepeda saja diri nya tidak pernah bermimpi.
Raehan yang melihat senyum senang Kazuya yang sedang menikmati angin terkekeh lucu.
"Hei kenapa kamu terlihat sangat senang naik motor ? kamu seperti orang yang baru pertama kali naik motor..!" Teriak Raehan agar suara nya bisa terdengar oleh Kazuya.
"Aku memang pertama kali naik motor.. Bahkan sekali pun aku tidak pernah memimpikan naik motor.." Jawab Kazuya jujur yang membuat Raehan cukup kaget.
Raehan memelan kan kecepatan laju motor nya.
"Kok jalan nya jadi pelan?" Protes Kazuya.
"Itu ke dua kaki mu kenapa di biar kan terayun bebas.. Taruh ke dua kaki mu di pedal itu... Nanti kaki panjang mu bisa patah jika seperti itu..." Tegur Raehan saat melihat kaki jenjang Kazuya yang bergoyang dengan bebas di belakang.
"Seperti nya memang benar Kazuya tidak pernah naik motor..." Ringgis Raehan yang terasa lucu.
Kazuya beroh ria mendengar ucapan Raehan. Ia pun menaik kan kaki nya pada pedal.
"Jadi gini cara nya naik motor..!" Batin Kazuya yang mengerti.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
__ADS_1