
...278π...
Agara menatap pintu kamar di depan nya yang masih tertutup dengan rapat.
Ia benar- benar gugup, karna diri nya akan bertemu dan melihat kembali wajah gadis yang selalu di kagumi nya.
Namun keinginan nya untuk bertemu dan kecemasan nya pada Raehan jauh lebih besar.
Dengan langkah mantap, Agara memutar knok pintu lalu melangkah kan ke dua kaki nya masuk ke dalam ruangan Raehan, meski keadaan jantung nya tidak baik- baik saja.
Untuk sebentar jantung Agara berhenti berdetak, bersamaan dengan rasa terbakar yang menguar dari tubuh nya, saat melihat Dion yang begitu dekat dengan Raehan, bahkan ke dua tangan Raehan di genggam dengan begitu erat oleh rival nya.
Rahang Agara mengetat dengan sempurna, rasa nya ia ingin menarik Dion dan menendang nya keluar dari ruangan ini.
Begitu pula dengan Dion yang terbakar kekesalan saat melihat Agara berdiri tak jauh dari hadapan nya.
Untuk apa lagi pria pecundang itu datang kemari?
Pikir Dion dengan semua umpatan dan cacian yang terus muncul di pikiran nya.
Namun kali ini ia tidak akan mengalah dari Agara.
Ia akan membuat Raehan jatuh cinta pada nya, dan melupakan Agara dari hidup nya.
Sementara Raehan memaling kan wajah nya. Rasa nya dada nya sesak dan penuh, saat melihat wajah Agara yang menatap nya tajam.
Wajah yang membuat hati nya semakin terluka , dan mengingat bagaimana pria itu tersenyum dan menyemat kan cincin pada jari gadis lain.
Rasa nya sungguh menyakit kan.
Agara menghembus kan nafas nya panjang, ia tidak boleh memulai keributan di sini, apa lagi di depan Raehan yang pasti nya akan membuat Raehan semakin marah kepada nya.
Agara berjalan pelan mendekat ke arah Raehan, sementara Raehan menarik tangan nya dari genggaman Dion, yang tentu saja membuat Dion sedikit kecewa.
"Untuk apa kau kemari?" Celetuk suara Kazuya yang memecah keheningan di dalam ruangan tersebut.
Meski ia tidak mengenal Agara, namun satu yang ia tahu. Pria yang sedang berdiri di hadapan nya adalah pria yang sama yang telah mematah kan hati Raehan. Gadis yang sangat baik bahkan rela mengorban kan nyawa demi cinta.
"Rae.. Aku ingin bicara..." Ujar Agara tanpa menimpali pertanyaan Kazuya.
"Untuk apa lagi Aga? untuk mengata kan jika pertunagan mu dengan Lessia berjalan dengan lancar dan meriah.. Atau kamu ingin mengundang Raehan untuk hadir di pesta ke dua pertunangan kalian?" Sulut Dion dengan tatapan bermusuhan. Ia sudah sangat muak melihat Agara.
Agara mengepal kan ke dua tangan nya, ingin sekali ia menyobek mulut Dion.
"Aku tidak sedang berbicara pada mu Dion.. Tolong jangan ikut campur dalam hubungan ku dengan Raehan..." Sinis Agara dengan menatap Dion nyalang.
Dion tertawa sumbang.
"Apa kamu lupa, apa yang pernah aku kata kan pada mu Aga? Jika sampai kamu menyakiti Raehan, aku akan merampas nya dari mu..."
__ADS_1
Raehan menatap intens pada Dion, mendengar perkataan Dion membuat kepala Raehan bertanya- tanya apa maksud dari pernyataan pria di samping nya.
"Rae.. Aku mohon bisakah kita bicara..?" Pinta Agara pada Raehan dengan memohon.
Ia tidak ingin meladeni Dion, biar saja pria menyebal kan itu berkoar- koar, karna yang lebih penting sekarang adalah berbicara dengan Raehan.
Melurus kan semua masalah ini, dan mendapat kan kembali cinta nya.
Sampai kapan pun ia tidak akan pernah membiar kan Dion mengambil Raehan dari nya.
"Baik lah..." Ucap Raehan setuju, di mana Dion menatap Raehan tidak percaya.
"Rae.. Kau ingin berbicara dengan pecundang ini? Ayo lah apa yang kemarin tidak cukup?" Seru Dion tidak terima. Ia hanya tidak ingin Raehan berubah pikiran dan kembali memaaf kan Agara. Ia tidak ingin kesempatan bagus ini terlewat begitu saja.
"Aku memang harus berbicara dengan kak Aga.. Jadi plese kak Dion mengerti dan keluar dari ruangan ku..."
"Kau mengusir ku..?"
"Ku mohon..." Wajah Raehan memelas.
"Dion, lebih baik kau keluar , kau tidak kasihan dengan Raehan yang sampai memohon seperti itu..?" Sela Kazuya membantu Raehan mengusir Dion, di mana ia langsung mendapat kan tatapan memati kan dari Dion.
"Kau juga Kazuya.."
"Hah?" Mulut Kazuya langsung terbuka, saat mendengar ucapan Raehan yang seperti perintah mutlak.
"Ternyata aku juga di suruh keluar... Dion cepat bantu aku..." Cicit Kazuya dengan senyum kaku di bibir nya.
Dion menatap sekilas pada Raehan, berharap keputusan Raehan berubah dan membiar kan diri nya tetap berada di sini.
Namun harapan Dion harus kandas, dengan terpaksa Dion mendekat ke arah Kazuya lalu membantu mendorong kursi roda Kazuya.
Kini tinggal lah, Raehan dan Agara yang masih tersisa di dalam ruangan tersebut.
Ke dua nya sama- sama diam, di mana situasi terasa canggung dan menyesak kan.
Rasa nya sangat aneh, berada dalam situasi secanggung ini, di mana sebelum nya mereka selalu mengobrol hangat satu sama lain nya.
Raehan menelan saliva nya paksa, di mana ke dua mata nya terasa berembun dan panas.
Hati nya terasa sangat sakit di mana dada nya terasa sesak.
Tanpa di ingin kan air mata Raehan meluncur dengan bebas di pipi putih Raehan, yang langsung di hapus dengan cepat.
Sementara Agara masih menatap Raehan sendu, hati nya terasa teriris sembilu melihat kondisi Raehan di mana gadis nya kini mengenakan baju rumah sakit.
Agara berjalan semakin mendekat ke arah Raehan.
"Berhenti...!"
__ADS_1
Namun langkah Agara langsung berhenti saat mendengar suara perintah mutlak dari Raehan.
Krak..
Hati Agara terasa hancur saat melihat tatapan penuh amarah yang kini menatap nya. Rasa nya sangat sakit, di mana ke dua mata coklat itu dulu selalu menatap nya dengan penuh memuja dan penuh cinta.
"Jangan berani mendekati ku... Jika kak Aga ingin berbicara maka bicaralah dari sana..." Sinis Raehan, yang membuat Agara benar- benar hancur.
"Maaf..." Lirih Agara.
"Untuk apa?"
"Aku melakukan pertunangan itu tanpa keinginan ku Rae.. Aku mohon jangan hukum aku seperti ini.. Kembali lah pada ku... Aku tidak ingin kau pergi dari ku..."
Raehan menatap Agara semakin lekat dan tajam.
Wajah tampan yang selalu ia puja dan kagumi, kini terlihat menyakit kan di mata nya.
"Untuk apa kamu mengata kan itu semua kepada ku.. Aku sama sekali tidak peduli dengan semua alasan mu.. Yang aku tahu hanya satu kamu menghianati ku dan itu sudah cukup membukti kan jika cinta mu hanya omong kosong.. Lebih baik sekarang kak Aga fokus dengan Lessia.. Dan untuk hubungan kita, cukup sampai di sini. Aku akan membunuh semua rasa yang ku miliki untuk mu.. Dan akan lebih baik jika kak Aga tidak menampak kan wajah mu di hadapan ku..."
...----------------...
...****************...
Raehan yang sedang patah hatiπ£..
Agara sama othor aja ya sayang...ππππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
.
__ADS_1