Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Aku tidak akan menghalangi


__ADS_3

...197โฃ...


"Lihat dia di bawa pergi... Ini semua salah mu.. Yang menjadi nyamuk di antara kami...!" Kesal Agara dengan berkacak pinggang, sementara ujung mata nya menampil kan kilat kemarahan.


Dion mendengus seperti banteng, karna ia sama sekali tidak terima Agara menyalah kan diri nya.


"Berani sekali kamu menyalah kan ku tukang copy paste... Ini semua karna diri mu sok berani menantang ku... Jadi kita kecolongan karna Felix.. !" Sungut Dion tak ingin kalah dengan menampil kan kilatan aura membunuh di sekitar Agara.


"Aku minta mulai sekarang jangan kamu dekati Raehan... Menyingkir lah dari sekitar Raehan.. Jangan coba- coba untuk mendekati nya karna kau tidak akan pernah di lirik oleh Raehan.. Sadar diri sedikit Dion. Jangan terus menjadi nyamuk yang mengganggu Raehan.. Jika nanti kau tertepuk maka riwayat mu akan habis..." Ucap Agara dengan penekanan di setiap kalimat nya.


Lalu meniup kan udara kosong di atas telapak tangan nya seperti meniup bangkai nyamuk yang mati tertepuk.


Kata- kata Agara berhasil mengoyak harga diri dan hati Dion.


Terlihat jelas jika kini asap kemarahan di kepala Dion mulai mengukus dengan bara api yang terlihat di ke dua mata nya.


Ia sama sekali tidak terima di rendah kan oleh Agara.


Pria yang bahkan belum mengenal Raehan seutuh nya namun sudah berhasil menguliti harga diri nya.


Dion menarik kerah baju Agara dengan kuat, hingga wajah Agara kini tepat di depan wajah Dion.


Ke dua mata tajam milik ke dua nya lagi- lagi beradu dengan sengit, bahkan bisa terlihat aliran petir yang saling bertabrakan.


"Cih... Apa sekarang kau juga menjadi penjilat Agara? Jangan sok merasa menjadi sosok yang penting di hidup Raehan... Kau hanya bisa memberi nya luka, kau hanya bisa membuat nya menangis.. Dan sekarang kau pura- pura peduli dengan Raehan... Kau sama sekali tidak memiliki hak untuk melarang ku ada di dekat Raehan.. Karna aku Dion Pratama akan selalu di sisi nya, aku akan melindungi nya dari pria plin plan seperti mu.. Karna kamu tidak pantas berdiri di samping nya..." Balas Dion tak kalah pahit dengan ucapan Agara.


Bola mata merah Agara semakin memerah dengan wajah yang sudah terbakar emosi.


Agara menghempas tangan Dion dari kerah baju nya.


Menatap Dion dengan tatapan mengintimidasi bahkan penuh dengan amarah.


"Kau tidak memiliki hak apa pun untuk dekat dengan Raehan.. Karna sebagai kekasih nya aku tidak akan membiar kan mu berada di sekitar nya... Yah aku memang plin plan, tapi kini aku sadar jika aku ternyata juga mencintai Raehan.. Dan kami sudah meresmi kan hubungan kami tadi malam... Itu arti nya kau tidak di izin kan untuk berada di sekitar pacar ku.. Karna aku tidak mengizin kan mu...!" Sinis Agara dengan mengata kan hubungan nya dengan Raehan yang tentu saja menjadi pukulan telak untuk Dion.


Jleb..


Trak..


Dion meringgis sakit, saat rasa nya sebuah gergaji besi menancap di hati nya.


Hati nya lagi- lagi di patah kan berulang kali.

__ADS_1


Hingga ia pun merasa kan patah hati untuk yang ke sekian kali nya.


Ia harus menelan pil pahit kekecewaan saat mendengar pernyataan Agara yang tidak mungkin salah.


Agara dan Raehan sudah jadian.


Dan itu arti nya ia tidak lagi memiliki kesempatan untuk mencuri hati Raehan.


Mendengar hal itu, seluruh harapan dan impian nya langsung runtuh seketika.


Bahkan dada nya rasa nya begitu sesak, di mana seperti batu besar sedang menindih dan menghenti kan aliran nafas nya.


"Apa aku sudah kalah? di hancur kan oleh orang yang sama.. Di patah kan oleh orang yang sama, dan di telantar kan oleh rasa yang sama... Ha... Ha... Aku yang bodoh atau takdir cinta ku yang memang sial..." Batin Dion dengan tertawa, menertawa kan nasib percintaan nya yang bahkan belum bertunas namun sudah di babat habis.


Tatapan Dion menyendu, dengan wajah serius namun terkesan bijak.


"Apa yang kamu kata kan benar? Jika kau dan Raehan kini adalah pacar?" Tanya Dion yang sekali lagi ingin memasti kan.


Berharap apa yang di kata kan Agara adalah kebohongan belaka.


Agara merogoh kantong celana nya, mengeluar kan ponsel nya dan menunjuk kan layar benda persegi itu pada Dion.


Saat netra nya menangkap foto Raehan dan Agara yang sedang tersenyum penuh kebahagian.


Sejak kapan mereka begitu dekat?


Batin Dion, yang kini semakin terluka melihat kebahagian Agara dan Raehan yang memang seperti nya sudah memiliki hubungan.


Cinta Raehan terbalas, perjuangan gadis cerewet itu tidak sia- sia.


Sementara diri nya harus menerima kenyataan pahit yang langsung meluluh lanta kan hati nya.


"Agara..!" Pangil Lessia yang tiba- tiba sudah berada di dekat mereka.


Lessia langsung menarik pergelangan tangan Agara dengan manja, sembari menampil kan senyum termanis yang ia miliki.


"Kau tahu aku sangat bahagia , selain lulus dalam seleksi osis kita juga akan bertunangan Aga.. Tinggal satu hari lagi maka kita resmi menjadi pasangan.." Seru Lessia dengan gaya menggoda dan ceria nya.


Melihat gaya centil Lessia sungguh membuat Agara ingin muntah detik ini juga.


Agara segera menepis tangan Lessia dan menarik tangan nya.

__ADS_1


"Jangan mencoba menyentuh ku...!" Bentak Agara dengan sinis, lalu melangkah pergi.


Namun saat Agara hendak melewati Dion, tangan Dion sudah menempel di bahu nya. Menghenti kan langkah nya untuk melaju.


"Kali ini aku berharap kau tidak akan menyakiti Raehan lagi.. Aku harap Raehan memilih pria yang tepat untuk membuat nya bahagia... Aku memang memiliki perasaan untuk rubah betina ku.. Tapi aku tidak akan egois untuk menghalangi cinta dan kebahagian nya... Kau tidak perlu takut jika aku akan merebut nya, karna aku bukan seorang perampok atau pun perompak... Tapi jika kau menyakiti dan mematah hati Raehan.. Aku akan menjadi orang pertama yang akan membuat wajah mu di penuhi lebam... !!!" Bisik Dion di telinga Agara, dengan ancaman yang sedikit mampu membuat Agara bergidik ngeri.


Tapi ia yakin ia mampu membuat Raehan bahagia.


"Kau tidak perlu mengajari ku..." Ketus Agara yang langsung menepis kasar tangan Dion hingga terjatuh begitu saja di udara. Lalu melang kah kaki nya pergi meninggal kan Dion dan Lessia yang sudah seperti nyamuk yang selalu mengganggu diri nya.


Lessia menatap kesal punggung Agara, sikap Agara tidak pernah berubah sedikit pun pada diri nya.


Meski pertunangan mereka hanya tinggal hitungan jam.


Namun ia jadi ragu, apa Agara akan menyetujui pertunangan itu, apa lagi surat undangan sudah siap untuk di sebar.


"Aku harap kau menjauhi Agara..." Celetuk Dion menatap datar ke arah Lessia yang langsung di balas dengan decakan kesal.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ???

__ADS_1


__ADS_2