Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Blurrr


__ADS_3

...253πŸ’›...


"Ck.. Seperti nya kamu belum juga mau menyerah rupa nya... Lakukan...!!!" Teriak Mr. Vinsion seolah memberi perintah pada anak buah nya yang sedang berada di tempat sandra.


Penculik yang tengah membekuk Raehan memgangguk, mengerti dengan apa yang di perintah kan oleh tuan nya.


Sementara Agara semakin gelagapan, Apa lagi yang akan di lakukan Mr. Vinsion untuk menyakiti Raehan.


Ia tidak akan bisa melihat semua hal yang menyakit kan ini.


"Brengsek... Apa yang kamu lakukan??!!! Lepas kan Raehan...! Lepas kan dia!!!" Teriak Agara keras, bahkan urat- urat nya terlihat menonjol.


Ia mengeluar kan seluruh suara nya untuk menghenti kan Mr. Vinsion berharap pria monsters tak berhati itu untuk berhenti.


"Kamu memiliki urusan dengan ku.. Jadi siksa aku saja... Lepas kan Raehan...!" Teriak Agara lagi.


Mr. Vinsion tersenyum senang, bahkan tanpa dosa wajah paruh baya nya terkekeh ringan.


Prok...


Prok...


Prok...


"Ck... Sungguh luar biasa, yang satu nya ingin mengorbankan diri, dan yang satu nya lagi meminta untuk di ganti kan... Kisah cinta yang begitu dramatis..." Ucap Mr. Vinsion membuat wajah nya sedih, namun terkesan meledek.


"Tapi sayang.. Keputusan ada pada satu pihak yaitu kamu Agara... !" Mr. Vinsion menunjuk Agara di mana wajah nya terlihat serius.


"Penawaran terakhir, Bertunangan lah dengan Lessia dan aku akan melepas kan Raehan... !" Lanjut Mr. Vinsion.


Agara menggeleng kan kepala nya, ia tidak mau bertunangan. Tapi bagaimana dengan Raehan yang sama sekali tidak bersalah harus merasa kan siksaan seperti itu.


Ia benar- benar menyesal pernah membawa Raehan bertemu dengan pria busuk ini. Jika ia tidak membawa Raehan untuk bertemu dengan nya pasti sampai saat ini Raehan akan masih tetap baik- baik saja.


"Buka tutup toran nya...!" Titah penculik yang tengah membekuk Raehan di mana tangan nya ia letak kan tepat di leher Raehan.


Ke dua penculik itu mengangguk dengan cepat, lalu ke dua nya mulai membuka penutup toran.


"Brengsek... Sialan... Lepas kan aku... !!!" Pekik Raehan memberontak.


"Diam...!" Bentak penculik tersebut dengan menekan leher Raehan, hingga Raehan sedikit merasa tercekik.


Raehan terus memberontak, sampai titik darah penghabisan pun ia tidak akan pernah menyerah.


Meski tubuh nya rasa nya sudah terasa remuk redam, namun keyakinan dan tekad nya masih tetap membara.


Raehan melirik pada ponsel yang masih menampak kan Agara.


Di mana dapat Raehan lihat wajah tampan kekasih nya yang begitu ketakutan dan kalut.


Ia benar- benar berharap jika Agara akan menepati janji nya pada nya.


Bahwa Agara tidak akan mau menuruti permintaan Mr. Vinsion untuk bertunangan dengan Lessia.

__ADS_1


Dion yang melihat hal mengerikan di depan nya, benar- benar sangat marah.


Sampai detik ini di saat nyawa Raehan dalam bahaya ia masih belum bisa menyelamat kan gadis itu.


Demi apa pun jika Raehan sampai kenapa- kenapa ia tidak akan pernah memaaf kan diri nya sendiri.


Kenapa bisa harus ada orang sejahat ini. ?


Ketiga penculik itu saling melempar pandang, lalu memgangguk.


Seorang penculik mendekat ke arah Raehan dan mengangkat kaki Raehan yang mencoba menendang diri nya.


Namun usaha Raehan ternyata sia- sia.


"Hei lepas kan kaki ku....!" Teriak Raehan namun hanya di tanggapi seringgai oleh penculik itu.


Ke dua penculik itu mendekat ke arah toran air, lalu menaiki tangga kecil.


Di mana kini posisi tubuh Raehan sudah tepat berada tepat di atas bibir toran.


"Emmmm.... Emmmm...." Pekik Dion di mana kepala di geleng kan.


Blurrr...


Brokkk... Brokkk...


Tubuh Raehan di cebur kan masuk ke dalam toran air.


Suara gelembung nafas Raehan terdengar dari dalam toran.


Persendian tubuh nya benar- benar terasa meleleh seketika.


Di mana hati nya di hujam dengan begitu kuat. Hingga membuat nya terasa mati rasa.


"Tidak... Hiks... Hiks...." Tangis Agara pecah, ia tidak peduli dengan keberadaan Mr. Vinsion dan antek- antek nya.


Begitu pula dengan Dion, yang langsung menjerit ketika melihat tubuh Raehan di masuk kan ke dalam toran.


"Brengsek.. Bedebah kalian...!" Umpat Dion dalam hati. Yang kini terus memaksa tali yang membelengu diri nya untuk terlepas. Ia harus segera menyelamat kan Raehan.


Hal tersebut membuat darah segar keluar semakin deras dari pergelangan tangan Dion.


Namun ia tidak peduli , meski rasa nya begitu sakit namun ia harus segera menyelamat kan Raehan.


"Tutup toran nya...!" Titah penculik itu yang semakin membuat Agara dan Dion menjerit dan berteriak.


Namun ke dua nya sama- sama tak berdaya.


Yang satu terikat dan yang satu nya di jaga oleh dua pengawal.


Dua orang penculik itu pun kembali menutup toran air tersebut.


"Ha... Ha... Ha..." Di mana ketiga nya tertawa jahat bersamaan.

__ADS_1


Mereka puas karna sekarang gadis kecil yang sok jagoan itu akan meregang nyawa karna tenggelam.


Tubuh Raehan jatuh ke dasar Toran. Rasa perih dan beberapa cairan merah membuat air tersebut sedikit berubah warna.


Raehan merasa sangat dingin, tentu saja karna ia di masuk kan dalam toran air yang membuat tubuh nya tenggelam.


Cahaya yang sempat masuk dari bibir toran perlahan menghilang karna toran tersebut di tutup kembali.


"Brengsek... Mereka benar- benar ingin membunuh ku.. Pria keparat..." Umpat Raehan dalam hati yang mulai berenang untuk naik ke atas permukaan.


"Hah...." Raehan menghembus kan nafas nya kasar, di mana dada nya memburu karna menahan nafas.


Namun seperti nya ia tidak akan bisa bertahan lama, karna tidak ada oksigen dalam tabung toran air ini.


Bahkan di sini sangat gelap.


Tapi tidak, ia tidak boleh menyerah. Ia masih bernafas dan masih hidup itu arti nya ia tidak boleh menyerah.


Raehan mengangkat tangan nya ke atas, meraba penutup toran yang ada di atas kepala nya.


"Aku harus membuka nya..." Gumam Raehan dengan suara nya yang bergetar, di mana tubuh nya merasa benar- benar menggigil. Belum lagi luka nya yang terasa sangat perih.


Raehan mencoba memutar penutup toran air, namun seperti nya toran tersebut di tutup dengan sangat kuat.


"Ck... Kenapa tutup Toran nya kuat sekali..." Sebal Raehan karna tangan nya lebih dulu terasa sakit sementara penutup toran tersebut tidak bergerak sama sekali.


"Jangan menyerah Rae... Ayo kamu pasti bisa.. Jika penutup toran itu di tutup ke arah kiri maka aku harus memutar nya ke arah kanan..." Gumam Raehan lagi dengan mengangguk- angguk kan kepala nya.


Ia tidak boleh menyerah untuk saat ini. Ia yakin Agara, Dion, dan Kazuya pasti sangat mengkhawatir kan diri nya.


Ia harus tetap tenang dan berusaha untuk melepas kan diri.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


.


__ADS_2