
...111โฃ...
Bumi bergerak dengan begitu cepat, sisi gelap yang menyelimuti sebagian sisi nya, kini telah berpindah tepat pada sisi terang menghadap matahari.
Pagi berawan dengan sinar matahari yang menembus celah- celah awan yang menutupi sinar nya , membuat bumi hari ini sedikit teduh.
Pagi- pagi sekali, Niel sudah berdiri dengan ke dua tangan menempel pada mading di hadapan nya.
Sesuai perintah sang ketua jika pagi ini ia harus menempel nama- nama calon anggota baru osis yang resmi mengikuti seleksi lusa nanti.
Beberapa siswa maupun siswi mulai mengerumuni mading, melihat informasi apa yang di sajikan anggota osis pagi hari nya.
Beberapa siswa segera menyingkir ketika tahu itu adalah pemberitahuan nama- nama calon anggota osis yang akan mengikuti seleksi. Sementara siswa maupun siswi yang tercantum nama nya tersenyum dengan lebar.
"Astaga, cewek boncel itu ternyata juga ikut mendaftar..!" Teriak gadis manja yang tak lain adalah Kiara.
Semua siswa yang berada di samping nya mencebikkan bibir mereka kesal, karna terganggu teriakan Kiara yang terkesan lebay.
Fir yang kebetulan juga ikut mengerubung, mencari nama Raehan.
Dan ternyata benar nama Raehan sahabat nya terselip pada urutan ke sembilan puluh sembilan.
"Ngak usah teriak kayak gitu juga kali.. Lebay banget..." Timpal Fir menyahuti Kiara yang langsung mendapat tatapan tajam dari Kiara.
"Ohhh kacung si Raehan.. Emang kamu di bayar berapa sih sama si boncel.. Aku yakin dia bayar pake hal- hal mesum kan.."
"Tuh mulut rombeng bisa di jaga ngak sih!!" Marah Fir yang sudah meledak karna ucapan Kiara.
Siapa yang bisa tenang jika di tuduh dengan tuduhan sekejam itu.
Ingin rasa nya saat ini Fir merobek mulut Kiara hingga ke belakang kepala nya.
"Ck.. Ck... Emang ada cowok tajir mau berteman sama cewek kismin kayak Raehan, kalau ngak ada sesuatu nya..." Mata Kiara memicing dengan senyum puas.
"Sorry ya aku ngak kayak kamu, yang cuma berteman untuk numpang tenar. Percuma jadi cewek sultan kalau masih nebeng buat dongkrak popularitas. Ohh Ya apa kamu lupa jika Raehan sekarang lebih terkenal dari kamu.. Emang ya kalau udah mulut nya berbisa kayak ular hati dan pikiran nya juga kotor.."
Wajah Kiara berubah pias, bahkan terlihat api amarah yang terlihat keluar dari ke dua telinga nya.
Kata- kata Fir begitu menohok diri nya. Mungkin dia seorang pria, tapi mulut nya jauh lebih tajam dari apa pun bahkan samurai yang sudah bertahun- tahun di asah.
"Kamu...---"
"Di sini bukan tempat untuk bertengkar... Jika kalian ingin bertengkar silahkan lakukan di atas ring tinju..." Sarkas suara tegas memotong pertengkaran Fir dan Kiara.
Kerumunan yang di sebabkan adu mulut antara ke dua nya sedikit renggang, karna sebagian memilih bubar ketika melihat gadis berkaca mata dengan rambut hitam terurai sepinggang. Di sertai dengan wajah tegas.
Gadis yang di kenal sebagai CO Tata tertib dengan ketegasan tanpa pandang bulu. Hal itu membuat nilai negatif di mata para siswa jika gadis tersebut sedikit menakut kan.
__ADS_1
Fir memandang lekat gadis di samping nya, yang memandang diri nya dan Kiara datar.
Mata biru menenang kan begitu membuat Fir terpikat. Tinggi nya hampir sejajar dengan tinggi gadis itu.
Sementara Kiara langsung menunduk ketika melihat tatapan Jessi yang sedikit menusuk.
"Maaf kak.." Ucap Kiara langsung berlalu pergi, meninggal kan Fir yang masih menatap ke arah Jessi.
Jessi menyadari jika Fir menatap nya terlalu lama. Ia tidak menyukai hal itu.
"Kendalikan mata mu...!" Ujar Jessi dingin, yang langsung membuat Fir membeku.
Jessi melangkah pergi setelah membubar kan keributan di pagi buta yang membuat nya muak.
Apa lagi setelah mengetahui jika pertengkaran itu adalah pertengkaran mulut antara pria dan seorang gadis.
Namun yang lebih memuak kan lagi, ketika telinga nya mengetahui jika mulut pria yang tak lain adalah junior nya seperti mulut seorang tante- tante.
Fir menyugar rambut nya pelan, dengan salah satu sudut bibir yang terangkat ke atas.
"Gadis yang menarik.. Cantik tapi sangat dingin..." Lirih Fir asal dengan jantung yang berdetak tidak karuan.
...----------------...
Raehan masuk ke dalam kelas dengan santai, seperti hari- hari biasa. Menampilkan senyum lebar tanpa henti.
Tangan nya sedikit pegal, karna sepanjang lorong begitu banyak para murid yang menawarkan jabatan tangan.
Tapi bukan Raehan nama nya jika ia terlalu peduli dengan omong kosong para murid- murid itu.
Suasana ramai seperti biasa menyapa pandangan nya. Suasana Kelas yang selalu hangat di iringi dengan candaan atau pun ejekan yang selalu menjadi ciri khas kelas nya.
Raehan melangkah dengan semangat menuju meja nya, nampak Fir dan Miya yang datang lebih awal dari nya.
"Pagi semua..." Sapa Raehan yang langsung mendapat kan senyuman manis dari Miya.
"Pagi Rae.." Sahut Fir yang langsung memindah posisi duduk nya di samping Raehan, di ikuti oleh Miya yang langsung menggeser bokong Raehan untuk memberikan ruang duduk untuk nya.
"Rae kok kamu ngak bilang- bilang kalau kamu ikut Osis...?" Cecar Fir dengan terburu- buru yang di respon dengan kerutan bingung dari oleh Raehan.
Osis?
Ikut?
Ia tidak merasa mengikuti organisasi itu. Pikir Raehan.
"Iya bahkan kamu tidak mengajak kami..." Lanjut Miya memasang wajah kesal.
__ADS_1
"Aduh Mi,, jangan marah gitu donk.. Osis apa? aku ngak ikut osis sama sekali..." Bantah Raehan.
"Lalu kenapa nama mu ada dalam daftar calon anggota osis yang lusa akan melakukan seleksi..?" Fir.
"Mungkin kamu salah lihat Fir. Sumpah aku ngak ikutan.. Paling kalau aku ikutan aku pasti ajak kalian berdua.. Lagi pula aku ngak minat sama sekali ikut organisasi kayak gitu.." Raehan.
"Kamu sengaja ya Fir bilang kayak gitu, ngak mungkin Raehan ngak ngajak kita kalau mau ikutan organisasi kayak gitu.." Tambah Miya setuju dengan apa yang di katakan Raehan.
"Ihhh, kalian emang ya ngak pernah percaya sama aku.. Rae ayo donk jangan bohong kayak gitu.." Fir membela diri nya sendiri. Ia tidak mungkin salah membaca nama Raehan yang tertempel di mading.
Mata nya masih sehat, penglihatan nya juga masih jelas. Bahkan ia selalu mengonsumsi wortel untuk nutrisi penglihatan nya.
"Bohong apa , orang aku ngak pernah daftar kok... Aku sekolah di sini buat belajar bukan buat jadi osis.." Raehan mencebikkan bibir nya. Sedang kan Miya mengangguk asal.
"Mungkin nama yang kamu baca mirip sama nama Raehan kali Fir.." Miya.
"Ngak mungkin lah, Mana ada kembaran nama Raehan Angelina.. Tuh nama panjang cuma punya Raehan di seluruh sekolah ini.. Penglihatan ku ngak mungkin salah.. Kalau kalian ngak percaya nanti jam istirahat kita ke mading deh, buat lihat kalau aku ini ngak bohong..."
Oke...!!" Jawab Raehan dan Miya mantap.
"Selamat pagi semua..." Suara bariton serak membuat aktivitas semua nya berhenti.
Semua siswi maupun siswa kembali ke tempat duduk masing- masing.
"Pagi pak..." Sahut para murid dengan serentak
"Baiklah semua, kita mulai pelajaran untuk mapel Fisika.." Seru pria paruh baya memulai aksi nya. Memberikan materi dan penjelasan untuk para murid pagi ini.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???