Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Kesal


__ADS_3

...299💛...


Kelas selesai dengan lancar. Bel sekolah berdentang dengan sangat keras, menjadi tanda gerbang kebebasan telah dibuka. Seluruh siswa maupun siswi berhamburan keluar dari kelas. Wajah mereka terlihat lega dan bersemangat. Sangat berbeda saat masuk kelas di pagi hari.


Raehan merapikan peralatan sekolahnya. Namun, tangannya tiba-tiba di cekal oleh Fir.


"Kamu baik-baik saja kan Rae? Maaf tadi kami tidak bisa membantumu. Kami benar-benar tidak berguna," ujar Fir dengan mengumpati dirinya sendiri.


"Tidak papa, kalian lihat aku baik-baik saja. Lihat saja aku akan membuat perhitungan dengan Kiara. Dia sepertinya lupa jika aku pernah mematahkan jari manisnya. Mungkin kali ini aku akan menjahit bibirnya juga," balas Raehan dengan suara kesal, mengingat perbuatan Kiara yang baginya sudah melebihi batas kewajaran.


Kling!


Suara notifikasi masuk ke dalam ponsel Miya. Dengan cepat Miya melihat notifikasi berita terkini. Betapa terbelalaknya dirinya saat melihat berita yang menjadi top tranding di akun gosip sekolah.


"Oh tuhan, Rae kamu benar-benar menjadi Queen di sekolah ini!" pekik Miya histeris dengan wajah terkejut, bahkan rahang Miya hampir meluber jatuh ke bawah.


Fir dan Raehan mengerutkan keningnya heran. Fir langsung merebut ponsel Miya dan melihat apa yang membuat Miya histeris seperti itu. Begitupula dengan Raehan yang langsung memajukan kepalanya.


"What!!!" teriak Fir dan Raehan bersamaan, saat melihat berita yang tertera di akun gosip sekolah.


"Assshhh sial, siapa yang berani memotretku," rutuk Raehan kesal. Ia mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


"Gila sih Rae, aku yakin followers mu akan bertambah banyak. Lihat beritanya menjadi toptrand," ujar Fir berdecak kagum.


"Raehan!!" panggil suara bass menggelegar dari luar kelas. Membuat ketiga sahabat itu menoleh ke arah pintu kelas.


Terlihat Dion berjalan dengan wajah kusut, seperti pakaian basah yang diperas. Dengan sekali tarikan, Dion membawa Raehan pergi bersamanya meninggalkan Fir dan Miya yang masih melongo mencerna apa yang sedang terjadi.


"Heh, si kodok buntung itu selalu membawa Raehan paksa. Untung saja dia pernah menyelamatkan Raehan. Jika tidak, sudah ku buat dia jadi makanan anjingku," umpat Fir kesal lalu meraih ranselnya dan menyampirkan di pundaknya.


"Emang kamu punya anjing?" tanya Miya polos.

__ADS_1


"Tentu saja tidak."


"Terus bagaimana bisa kamu membuat kak Dion jadi makanan anjingmu. Sebelum kamu melakukannya, dia sudah melipatmu menjadi dua dan melemparmu ke dasar laut," dumel Miya lalu mengekor di belakang Fir. Keduanya akan pergi kekontrakan Raehan yang kini menjadi tempat tinggal sementara bagi Fir.


.


Raehan sedikit kewalahan mengikuti langkah kaki Dion yang melangkah dengan lebar. Sehingga ia sedikit berlari untuk menyamakan langkahnya.


"Kak Dion pelan-pelan jalannya!" seru Raehan protes, dimana nafasnya sudah tersenggal-senggal tidak beraturan.


Namun, Dion terus menarik Raehan dan tidak peduli dengan protes yang dilayangkan Raehan. Ia sangat kesal dan cemburu melihat berita yang menjadi tranding di sekolah.


Dion memghempas tubuh Raehan. Sehingga membuat tubuh Raehan terhuyung ke samping. Untung ia bisa menjaga kestabilan tubuhnya, sehingga tidak tersungkur.


Raehan menatap Dion yang terlihat marah. Tapi, ia tidak tahu apa penyebab pria dihadapannya marah dan menariknya dengan kasar. Sungguh saat Dion marah dia terlihat sangat menyeramkan dan selalu melampiaskannya dengan cara kasar.


"Apa yang kamu lakukan dengan Agara? Kenapa Agara bisa mengendongmu seperti itu?" bentak Dion dengan kemarahan yang meletup-letup, layaknya seperti lahar gunung berapi yang siap menyembur keluar.


Hanya gara-gara berita itu Dion marah, dan menariknya dengan kasar. Bahkan pergelangan tangannya menjadi memerah.


"Jangan salah paham dulu oke." Raehan mengatur nafasnya yang masih memburu. Menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan perlahan.


"Kak Dion pasti tahu kejadian saat istirahat. Aku menjadi korban perundungan massa dan yang menyelamatkanku adalah Kak Aga. Aku sudah berusaha menolak bantuannya, tapi ia bersikeras dan malah menggendongku. Aku sudah melawan tapi dia tidak mau menurunkanku," jelas Raehan panjang lebar.


"Oh ya, bukankah kamu menikmati momen itu Rae? Aku tahu kamu tidak berusaha memberontak tapi kamu malah menikmatinya. Apa pria seperti Agara pantas untukmu? Pria yang sudah mengkhianatimu dengan bertunangan dengan gadis lain di depan matamu sendiri," sarkas Dion menunjuk wajah Raehan dengan jari telunjuknya. Rasa cemburu di hatinya membuat dirinya hilang kendali. Raehan menautkan kedua alisnya mendengar ucapan Dion yang terkesan merendahkan dirinya. Seolah-olah dirinya adalah gadis murahan yang menikmati setiap sentuhan pria lain.


"Maksudmu apa kak?" tanya Raehan memicingkan matanya.


"Yah, kamu mengatakan dengan lantang jika kamu akan pergi dari Agara. Jika hubunganmu dengan Agara sudah berakhir. Kamu mengatakan hal itu pada semua orang, tapi lihat kamu malah melakukan hal yang sebaliknya. Gadis macam apa kamu Rae? Kamu sudah dikhianati tapi kamu malah bermesraan dengan pria itu. Semua yang keluar dari mulutmu hanyalah omong kosong---"


Plak!

__ADS_1


Satu tamparan keras melayang tepat di pipi kanan Dion. Wajah Dion berpaling saking kerasnya tamparan dari Raehan.


"Maksudmu apa mengatakan hal itu? Maksudmu aku gadis rendah yang terus menempel pada Agara? Apa kamu tidak bercermin sebelum mengatakan hal itu!" hardik Raehan dengan emosi yang membuncah. Ia tidak terima dengan apa yang Dion katakan. Harga dirinya terluka dan martabatnya sebagai seorang gadis dipertanyakan.


"Kau pikir pria sepertimu pantas mengatakan hal itu dan menjelekkan kak Aga, seolah-olah dirimu yang paling benar dan suci. Lihat dirimu, pria yang paling benar yang menarik seorang gadis dengan kasar bahkan menghina dan merendahkannya. Apa kamu pikir dirimu sudah benar?" Lanjut Raehan dengan emosi yang sudah diluar kendali.


Dion seketika terdiam, akal sehatnya yang tertutupi kabut kecemburuan mulai terbuka saat melihat amarah Raehan.


Apa yang sudah ia lakukan? Karna tidak bisa mengontrol perasaannya ia malah membuat Raehan menjadi marah dan kesal. Apalagi ia sudah mengatakan hal yang melukai harga diri gadis dihadapannya.


"Rae maafkan aku! Aku hanya terbawa emosi," lirih Dion dengan wajah memelas penuh penyesalan.


Raehan menutup wajahnya. Mengontrol emosi yang sedang meledak di dalam dirinya. Bagaimanapun di saat titik terburuk dalam hidupnya, Dion ada disisinya untuk membantunya dan menyelamatkan hidupnya.


"Lupakan saja!" seru Raehan dengan ekspresi kesal.


"Aku akan mengantarmu pulang."


"Tidak perlu, aku bisa naik taksi," tolak Raehan dan segera melangkah pergi. Namun, dengan cepat Dion mencekal tangannya.


"Aku mohon, aku janji tidak akan mengulangi hal ini lagi. Aku hanya cemburu Rae. Wajar bukan jika sikapku seperti ini? Ketika melihat gadis yang kucintai digendong pria lain," pinta Dion berharap Raehan mau memaafkannya.


Raehan berbalik menatap wajah Dion, menelisik kesungguhan di wajah tampan pria di hadapannya. Dengan nafas berat, Raehan menganggukkan kepalanya menyetujui keinginan Dion. Lagi pula uangnya juga tidak cukup untuk membayar taksi. Yah, tadi ia hanya menggertak Dion saja.


...----------------...


...****************...


Dion kamu ya marah-marah ngak jelas. Jika othor yang jadi Raehan udah ku cium pipi mu 🤣


Jangan lupa

__ADS_1


Like Komen gift and vote


__ADS_2