Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Patah kan


__ADS_3

...210πŸ’›...


"Aku tidak keberatan jika masuk ke dalam penjara setelah memberi pelajaran pada gadis seperti mu..." Kekeh Raehan dengan tampang mengerikan.


Kiara semakin memberengut takut di mana wajah nya yang sempat menantang kini berubah menciut seperti kerupuk yang tidak kering dengan sempurna.


"Lepas kan aku Raehan... Kak Lessia bantu aku Auuu..." Ronta Kiara berusaha melepas kan cekalan tangan Raehan yang menempel seperti lem di tangan nya.


Namun semakin ia berusaha melepas kan cengkraman itu, kulit nya semakin terasa panas dan sakit karna Raehan mengerat kan cengkraman nya.


"Lepas kan tangan Kiara...!" Bentak Lessia yang kini ikut bicara.


Raehan menatap Lessia dengan tatapan membunuh.


Namun Lessia tidak bergeming, dua orang gajah tidak mungkin kalah kan dengan seekor semut kecil.


Itu lah yang ada di pikiran Lessia, mungkin ia sempat kalah saat ingin memberikan pelajaran pada Miya, dan ia masih mengingat bagaimana Raehan mencekik leher nya hingga kehabisan nafas.


Namun kali ini berbeda, diri nya bersama Kiara dan Raehan hanya sendiri.


Tidak mungkin Raehan bisa melakukan hal yang mengerikan kepada mereka berdua.


Kiara semakin meringgis kesakitan, bahkan air mata nya mulai mengalir karna tangan nya terasa di kuliti oleh Raehan.


"Jangan berani mendekat... Tunggu saja giliran mu di situ..." Sarkas Raehan memberi perintah saat melihat Lessia akan mendekat.


"Kamu pikir aku takut dengan mu gadis boncel...!" Teriak Lessia tidak terima di perlakukan dengan rendah oleh Raehan.


Ia segera mendekat dan mencoba menarik tangan Raehan untuk melepas kan tangan Kiara.


Bahkan Lessia tidak segan memukul tangan Raehan dengan keras hingga meninggal kan bekas lebam di tangan putih Raehan.


Kemarahan Raehan yang sudah sampai puncak , di mana kesabaran nya benar- benar habis karna ulah dua gadis laknat yang berani merundung diri nya.


Plak...


Bugh...


Raehan dengan keras menampar pipi Lessia dengan satu tangan nya yang masih bebas.


Lalu mendorong tubuh Lessia dengan tendangan yang cukup keras, hingga membuat tubuh Lessia terjengkang ke belakang di mana kening nya membentur tembok.


"Sudah aku kata kan diam di tempat mu..!!" Teriak suara Raehan menggelegar di lorong sepi tersebut.


Kepala Lessia terasa sakit, di mana ia juga merasa kan pusing dengan dengingan.


Ia meraba kening nya, dan mendapati darah di tangan nya.


Raehan benar- benar gadis iblis, bahkan hanya sekali dorongan ia sampai terluka seperti ini.


Batin Lessia dengan nyali yang sedikit menciut.


Kiara terbelalak kaget melihat tubuh Lessia yang terjengkang dengan cukup keras ke belakang , di mana ia bisa melihat darah segar mengalir di wajah cantik Lessia.


Bibir Kiara terbuka lebar, sungguh ia tidak percaya jika gadis pendek ini sangat kasar dan brutal.

__ADS_1


Lalu bagaimana dengan nasib nya?


Bagaimana dengan tangan indah nya?


Astaga seharus nya ia tidak mencari masalah dengan Raehan.


Ia sudah menyinggung iblis betina yang sangat mengerikan.


Batin Kiara menyesal telah menuruti ucapan Lessia untuk ikut memberi pelajaran kepada Raehan, dengan embel- embel di beri kan baju mahal.


Tubuh Kiara gemetar ketakutan, di mana ia menatap kembali ke arah Raehan yang kini tersenyum dengan seringgai iblis nya.


Glek..


Kiara menelan saliva nya paksa, melihat tatapan kilat penuh kemarahan itu membuat diri nya merasa tidak bisa bernafas.


"Rae... Aku mohon lepas kan tangan ku.. Jangan sakiti aku Rae....!" Pinta Kiara dengan nada ketakutan.


Raehan menatap lekat pada wajah Kiara yang sudah pucat pasi karna ketakutan.


"Apa sekarang kau takut?" Tanya Raehan dengan penekanan di setiap kata- kata nya.


Kiara langsung mengangguk dengan cepat, ia berharap permohonan maaf nya bisa di terima oleh Raehan.


"Aku mohon lepas kan aku.. Aku janji tidak akan mengganggu mu lagi..." Mohon Kiara dengan wajah memelas.


Raehan mengusap jari- jari tangan Kiara dengan lembut. Yang langsung membuat Kiara meringgis ketakutan.


Krak....


Krak..


"Aku sudah memperingati mu.. Tapi kau tetap sombong dan ingin menganggu ku.. Seperti nya pelajaran ini bisa membuat mu selalu ingat jika aku bukan lah gadis yang bisa kamu bully dan rundung... Anggap saja pelajaran ini sebagai pembalasan untuk setiap murid yang kau rundung Kiara...." Raehan melepas kan tangan Kiara yang sudah ia patah kan jari- jari nya.


Lalu bangkit di mana ke dua musuh nya sudah habis di babat habis.


Raehan melangkah kan kaki nya, dan berhenti di depan wajah Lessia yang tepat berada di sepatu Raehan.


"Kau boleh berusaha mengambil Agara.. Tapi aku juga akan berusaha untuk membatal kan pertunangan ini..." Ujar Raehan yang semakin membuat kemarahan dan kebencian Lessia naik ke ubun- ubun.


"Raehan aku akan melapor kan mu ke polisi.. Karna sudah mematah kan jari Kiara dan juga melakukan kekerasan pada ku..." Lugas Lessia dengan percaya diri.


"Coba saja... Kau ingin memasuk kan ku ke dalam penjara maka kau perlu bukti... Tapi kau tidak memiliki nya karna lorong ini tidak terpasang cctv... Jadi nikmati rasa sakit kalian.. " Raehan melangkah kan kaki nya meninggal kan Lessia dan Kiara yang terkapar tak berdaya, menahan sakit pada bagian tubuh mereka karna ulah Raehan.


...----------------...


Raehan memasuki kelas dengan wajah biasa saja, seperti tidak pernah terjadi apa pun pada nya.


"Rae... Udah ngak ngantuk lagi ?" Tanya Miya saat Raehan sudah duduk kembali di samping nya.


"Iya..." Jawab Raehan singkat.


Ke dua alis Miya mengerjit saat melihat seragam lengan atas Raehan sobek.


Padahal seingat nya seragam Raehan baik- baik saja tadi.

__ADS_1


"Rae... Kok seragam mu sobek..?" Celetuk Miya lagi.


"Hah?"


Raehan melihat ke arah lengan kiri nya, dan benar jika seragam nya sobek.


Pasti sobek saat ia berkelahi dengan dua siluman betina itu.


"Tadi aku sempet kelahi, mungkin robek karna itu.." Jawab Raehan santai.


"Apa?" Sementara Miya sudah terkejut mendengar jawaban Raehan.


"Apa dengan nenek lampir?" Tanya Miya lagi.


"Siapa lagi yang berani menggangu ku jika bukan dia...!"


"Lalu kamu baik- baik saja kan?"


"Seperti yang kau lihat..."


"Lalu Lessia...?"


"Dahi nya terluka, dan aku mematah kan jari manis Kiara."


"Apa?" Pekik Miya spontan , membuat semua mata tertuju pada nya.


"Hehe... Maaf buk lanjut kan..." Kekeh Miya saat melihat tatapan bingung sang guru.


"Kau gila ya Rae?" Ujar Miya dengan nada sedikit marah.


"Itu pantas untuk mereka..." Balas Raehan dengan santai.


Sementara Miya masih pusing dengan apa yang di perbuat Raehan.


Sungguh kepala nya pusing dan pening mengetahui kelakuan Raehan yang melukai orang lain.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2