Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Berjanjilah !!


__ADS_3

...251πŸ’›...


"Ck... ck... kasihan... Tapi sayang aku tidak akan melepas kan nya semudah itu Agara... Bagaimana jika kita barter... Bertunangan lah dengan Lessia dan Raehan akan aman..." Mr. Vinsion mulai melakukan penawaran nya.


Di mana wajah nya menampil kan senyum kemenangan.


Sangat bahagia rasa nya saat situasi ada di dalam genggaman mu.


Agara menatap nyalang pada Mr. Vinsion di mana ke mata merah nya semakin memerah dengan genangan air mata.


Pria di depan nya memang monster, dia rela melakukan hal rendah seperti ini hanya untuk membuat diri nya bertekuk lutut.


Ia tidak pernah melihat dan menemu kan orang selicik dan sejahat Mr. Vinsion.


"Kamu memang sangat menjijik kan Mr. Vinsion kamu tidak bisa memaksa dengan memyebut ku sebagai putra mu. Dan sekarang kamu mengguna kan cara rendah dan tidak bermoral mu untuk membuat ku mengikuti perintah mu.. Kamu tahu? kamu tidak lebih dari kotoran bahkan jika ada yang lebih menjijik kan dari kotoran maka adalah itu kamu..."


"Ssssstttt... Jangan menceramahi ku tentang apa yang benar Agara..." Sosor Mr. Vinsion cepat di mana telinga nya terasa jengah mendengar ucapan Agara yang terus merendah kan diri nya.


Padahal situasi dan kondisi pria itu berada dalam keaadaan mendesak.


Tapi bisa- bisa nya anak durhaka nya masih dengan lantang menghina nya.


Jika saja dia bukan aset penting untuk nya sudah dari dulu diri nya akan menyingkir kan Agara dari dunia ini.


"Kamu sudah lihat bagaimana kondisi Raehan... Gadis yang sangat kamu cintai. Apa kamu masih ingin menghina ku? atau menerima tawaran ku yang sangat menguntung kan. Bersiap sekarang untuk bertunangan dengan Lessia dan Raehan akan ku lepas kan. Tapi jika kamu tidak ingin melakukan nya.. Itu arti nya kamu akan melihat bagaimana anak buah ku akan menyiksa Raehan.. Jika aku ada di posisi mu tentu aku akan membebas kan gadis yang tidak bersalah itu..." Ujar Mr. Vinsion menghasut Agara agar mau menuruti keinginan nya.


"Ohhh bagaimana jika aku memberikan mu sebuah bonus.. Yang akan membantu mu untuk menentu kan pilihan.. Astaga otak ku memang sangat cerdik..." Mr. Vinsion mengelus dagu nya di mana ada jambang yang tumbuh.


"Biar kan dua kekasih ini saling berbicara Azam.. Aku ingin lihat drama menyedih kan ini.. Dan pasti nya Agara juga ingin melihat ratapan dan tangisan gadis kecil nya yang sangat imut... Jangan lupa tambah kan bumbu penyedap..." Ujar Mr. Arkelin dengan seringgai nya.


Azam langsung mengangguk mengerti. Di mana ia langsung mengarah kan tablet tersebut semakin dekat dengan Agara.


"Suruh gadis itu bicara dan biar kan dia melakukan panggilan vidio dengan tuan muda.. Tapi tetap pasti kan jika dia terikat dengan baik..." Seru Azam memberi kan perintah pada anak buah nya.


"Kalian semua penjahat.. Dasar bedebah...!" Umpat Agara yang ingin rasa nya menghabisi semua orang yang ada di dalam apartemen nya. Di mana ia kembali meronta namun sayang semakin ia meronta tangan nya semakin di pelintir dengan keras.


Tablet yang di pegang Azam menampak kan wajah Raehan yang babak belur.

__ADS_1


Bibir Agara bergetar di mana ke dua mata nya sudah menangis saat tatapan nya menyatu dengan tatapan Raehan.


Tapi satu yang membuat Agara sedikit meringgis saat melihat wajah Raehan yang tersenyum pada nya, meski sudut bibir gadis nya sobek.


"Rae...!" Lirih Agara dengen menggeleng- geleng kan kepala nya.


Demi apa pun ia lebih memilih mati dari pada melihat pemandangan ini.


"Dengar kak Aga.. Demi aku jangan turuti perkataan pecundang tua bangka Vinsion itu.. Jangan khawatir aku janji akan keluar dari sini dengan selamat... Berjanji lah pada ku jika kak Aga tidak akan meninggal kan ku dengan menyetujui apa yang di ingin kan pecundang tua bangka itu..." Ucap Raehan dengan menggebu- gebu di mana perkataan Raehan adalah sebuah keyakinan.


Raehan tidak ingin Agara sampai menyetujui permintaan Mr. Vinsion. Ia tidak akan pernah rela melihat kekasih tampan nya bersanding dengan Lessia.


Jika mati adalah taruhan nya. Maka ia akan lihat siapa yang akan mati di tempat ini.


"Rae... Maaf kan aku seharus nya aku tidak melibat kan mu dalam masalah ini.. Lihat sekarang kamu terluka dan aku tidak bisa melihat mu seperti ini Hiks..." Agara mulai terisak di mana dada nya terasa sedang di sayat oleh ribuan pedang tajam.


"Tidak... Jangan menangis... Aku janji aku akan kembali dengan selamat.. Percaya lah pada ku kak.. Jangan turuti keinganan Mr. Vinsion..."


Plak...


"Tidak.. Jangan pukul Dia...!!" Teriak Agara yang melihat tangan seseorang menampar Raehan.


Rasa nya berulang kali nyawa nya di cabut.


"Henti kan semua ini.. Lepas kan dia.. bunuh aku saja.. Pukul aku saja...!" Teriak Agara frustasi.


"Menangis lah...!" Teriak penculik yang memukul Raehan.


Penculik itu sudah sangat kesal dengan keberanian gadis di hadapan nya, ia sudah memukul nya berkali- kali tapi sampai detik ini satu air mata pun tidak menetes dari mata Raehan.


Malah kini Raehan tertawa ringan. Di mana Agara yang melihat hal itu mengerjit.


"Ha... Ha... Kamu pikir aku akan menangis.. Pukul saja semau mu... Jika nanti aku lepas dari tali ini lihat saja rasa sakit yang akan kamu rasa kan akan jauh berkali- kali lipat.. Dan untuk mu Mr. Vinsion bajingan keparat.. Hah. Lihat saja kamu akan sangat menyesal telah mengganggu ku.. Aku mungkin hanya gadis kecil.. Tapi gadis kecil ini akan menghancur kan apa yang paling kamu banggakan dalam hidup mu... Ha.. Ha..." Raehan tertawa jahat.


Meski ia kalah saat ini, tapi bukan ia yang merasa kan kekalahan yang sebenar nya tapi Mr. Vinsion.


Mr. Vinsion yang mendengar ancaman Raehan semakin marah.

__ADS_1


Ia tidak menduga jika reaksi Raehan akan seperti itu. Bahkan gadis itu malah balik mengancam nya.


Ia pikir Raehan akan menangis dan meminta Agara untuk membebas kan nya. Tapi gadis kecil itu malah memilih untuk di siksa.


"Kak Aga jika kak Aga memang mencintai ku... Berjanji lah kak Aga tidak akan menyetujui pertunangan ini.. Jika kak Aga sampai melakukan itu maka aku akan sangat marah dan terluka..." Ucap Raehan dengan memaksa kepala nya yang tertarik untuk melihat ke layar ponsel di depan nya.


Di mana ada wajah tampan Agara yang menangis.


"Kak Aga berjanji lah..!" Tegas Raehan dengan meninggi kan suara nya.


Agara mengangguk pelan namun ia tidak tahu pilihan mana yang ia akan ambil.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


.

__ADS_1


__ADS_2