
...135โฃ...
Mata Lessia membulat marah, ke dua mata nya, rasa nya ingin terbakar karna melihat gadis pendek yang tidak tahu malu itu malah memutus kan untuk ikut masuk ke dalam toko perhiasan.
Padahal, tadi ia sudah di bentak dan di marahi oleh Agara, tapi seperti nya rasa malu gadis itu tidak kunjung habis.
Bahkan wajah kecewa yang di tatap Lessia beberapa detik yang lalu, kini sudah berubah kembali ceria.
Sebenar nya gadis seperti apa Raehan?.
Sementara Agara hanya menggeleng- geleng pasrah, saat lengan yang satu nya di peluk Raehan bahkan menggosok- gosok kan puncak kepala nya dengan lembut di lengan nya. Persis seperti kucing yang sedang bermanja dengan tuan nya.
Agara juga tidak habis pikir dengan gadis sial ini. Ia begitu kebal dengan semua perkataan kasar nya.
Bahkan gadis sial itu tidak marah sedikit pun pada diri nya.
"Kenapa melihat ku seperti itu.. Apa aku terlalu cantik..." Seloroh Raehan dengan tingkat kepercayaan diri yang super tinggi.
"Kamu ini gadis seperti apa sih, tidak memiliki malu sedikit pun. Apa kamu tidak dengar tadi Agara mengatakan apa?" Ujar Lessia dengan marah, kini kesabaran nya sudah habis untuk menghadapi gadis gila seperti Raehan.
Ia tidak terima gadis ini terus mengacau kan kencan nya bersama Agara.
"Hallo kak Lessia.. Ini tempat umum semua orang bisa masuk.. Ini bukan stand milik mu.. Jadi kau punya hak apa untuk melarang ku?..." Sarkas Raehan dengan santai bahkan bibir mungil nya mengembang sempurna.
"Hhhh... Lepas kan tangan tunagan ku Raehan...!!!" Marah Lessia dengan api kemarahan yang berkobar- kobar.
"Aku tidak mau,,, kamu hanya tunangan kalian belum menikah, jadi aku masih bisa menikung mu..."
Agara terbelalak mendengar ucapan ekstrim dari Raehan.
"Dasar pelakor..." Ketus Lessia dengan wajah yang sudah semerah lahar gunung api.
"Aku bukan pelakor , aku hanya pejuang cinta... Dan aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapat kan cinta kak Aga sampai darah penghabisan..."
"Kau....!!"
"Lessia...!!" Teriak Agara, yang langsung menghenti kan pergerakan tangan Lessia yang sudah terangkat untuk menampar Raehan.
Ia tidak terlalu peduli jika Lessia menghina Raehan meski hati nya terasa panas.
Namun tindakan Lessia sudah melewati batas, ia ingin memukul gadis kecil di samping nya. Tentu saja ia tidak akan membiar kan hal itu.
Lessia langsung sadar saat mendengar suara gemuruh Agara.
Astaga apa yang sudah ia lakukan ?
Citra nya di mata Agara akan buruk.?
Kenapa ia tidak bisa mengendalikan diri nya?
Raehan menatap Agara dengan ke dua mata berbinar, meski hanya sedikit namun kepedulian Agara itu mampu membuat hati Raehan yang sempat hancur kini kembali bersatu.
__ADS_1
Sungguh diri nya sangat naif, meski sudah beberapa kali di bentak dan di hina. Tapi semangat dan tekad nya sama sekali tidak luntur.
"Maaf ..." Cicit Lessia yang langsung memasang wajah menyesal, memperbaiki semua nya dengan akting yang lihai.
Ia harus meminta maaf dengan nada bersalah pada gadis pendek di depan nya. Meski hati nya tidak ingin, tapi ia tidak mau Agara menganggap nya sebagai gadis kasar.
"Rae... Maaf kan aku, aku hanya sedikit emosi.. Wajar saja jika seorang gadis bersikap seperti itu saat melihat tunagan nya di gandeng oleh gadis lain.." Cicit Lessia dengan wajah sedih dan ke dua mata berlinang.
"Dasar ratu drama.." Batin Raehan sebal, dan hanya merespon permohonan maaf Lessia dengan senyum kecut.
"Cepat lah pilih barang yang ingin kamu beli..." Ucap Agara dengan dingin seperti sebuah perintah.
Lessia mengangguk lalu berjalan menuju barisan perhiasan yang terlihat berkilau dan mewah.
Lessia menunjuk sebuah kalung dengan batu pertama yang begitu indah.
"Mbak bisa lihat yang itu.." Seru Lessia dengan wajah masam, karna masih sebal pada Raehan yang sudah membuat diri nya di bentak Agara.
"Ini adalah kalung edisi terbatas, batu berkilau itu di rancang langsung oleh seorang ahli desain nona.. Pasti sangat indah jika berada di leher mu..." Seru sang penjaga toko dengan ramah.
Lessia memperhatikan kalung indah yang berada di tangan nya.
Sungguh karya indah dengan detail seni yang begitu mempesona.
Namun otak licik nya memuncul kan sebuah ide cemerlang untuk membalas perbuatan Raehan.
Sudut bibir Lessia menyeringgai dengan tatapan tak berkedip dari kalung indah di hadapan nya.
Mulai dari kalung, cincin, jepit rambut hingga bros.
Di samping nya, masih setia berjalan gadis sial yang sejak tadi terus menempel seperti tokek di lengan nya.
Ia sudah lelah menyuruh Raehan melepas kan pelukan nya pada lengan nya.
Tapi gadis itu kekeh dengan menyembur diri nya dengan kata- kata cepat bak rentetan gerbong kereta api tanpa ujung.
"Bisa kah kamu melepas lengan ku.. ? "
"Tidak bisa.." Jawab Raehan mutlak. Ia sangat nyaman dengan lengan kekar Agara. Rasanya ia ingin mencabut tangan Agara dan membawa nya pulang sebagai guling di atas kasur.
Setidak nya ia sangat bersyukur karna nenek sihir itu bisa menjauh dari diri nya dan Agara.
"Lepaskan lengan ku,, aku ingin mengambil sesuatu.." Seru Agara lagi dengan nada yang di tekan.
"Tidak.. Aku tidak mau..."
"Ck.. kamu ini sangat menyebal kan.."
"Aku begini karna mencintai mu... Siapa suruh kak Aga dekat- dekat dengan nenek sihir itu..."
"Memang nya kenapa jika aku dekat dengan nya, kamu tidak punya hak untuk melarang ku dekat dengan siapa pun.."
__ADS_1
"Aku tidak peduli mau punya hak atau tidak.. Jika tidak boleh ya tidak boleh..."
Agara mendengus frustasi, menghadapi kekeras kepalaan gadis mungil ini.
Percuma diri nya berdebat dengan Raehan.
Pada akhir nya gadis ini akan tetap dengan perkataan nya.
Agara melangkah bersama Raehan menuju etalase dengan ornamen jepitan rambut yang sangat indah.
Bahkan ke dua mata Raehan terlihat begitu kagum dengan keindahan benda mungil di hadapan nya.
"Coba lihat ada banyak perhiasan indah di sini... Apa kamu tidak ingin memilih dan membeli salah satu nya.? Lepas kan lengan ku dan pilih apa yang kamu suka..." Ujar Agara membujuk Raehan untuk melepas tangan nya.
"Tidak aku tidak punya uang untuk membeli barang- barang mahal ini..." Jawab Raehan dengan jujur tanpa malu sedikit pun, membuat hati Agara terenyuh akan kejujuran gadis pendek di samping nya.
Gadis ini tidak malu untuk mengakui jika diri nya tidak punya uang. Bisa saja Raehan meminta diri nya untuk membeli perhiasan yang di ingin kan gadis itu.
Tapi Raehan tidak melakukan hal itu. Hal itu membuat Agara sadar jika Raehan adalah gadis yang berbeda.
Netra Agara berhenti pada sebuah jepitan rambut dengan bentuk seperti angsa.
Tangan nya terulur mengambil jepitan tersebut dan menjepit kan nya pada rambut pendek Raehan.
"Seperti nya jepitan ini sangat manis jika kamu yang memakai nya..."
Deg....
Blush...
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???