
...214π...
Akhir nya setelah melaju cukup lama, motor sport Agara berhenti di pekarangan kontrakan Raehan.
Raehan langsung turun dari motor sport Agara.
Agara langsung membukakan helm sang kekasih.
Lalu merapikan rambut Raehan yang sedikit acak- acak kan.
"Terimakasih sudah mengantar ku kak..." Ujar Raehan dengan senyum lebar seperti biasa nya nya.
"Di antara kita tidak ada kata berterimakasih.. Ini sudah tanggung jawab ku sebagai pacar, untuk memastikan pacar nya sampai di rumah dengan selamat..." Kata Agara dengan bibir yang tersenyum tak kalah manis.
Haduh... Hati Raehan rasa nya meleleh, mendengar ucapan Agara yang benar - benar membuat nya semakin klepek- klepek.
Ternyata Agara begitu manis, ia sungguh sangat bersyukur bisa memiliki Agara.
"Hmmm... Jadi meleleh..." Seru Raehan dengan wajah manja, sambil menghentak kan kaki nya di tanah.
Agara terkekeh melihat sikap polos Raehan, bahkan hanya mendengar kata- kata itu saja Raehan sudah sangat senang.
Begitu sederhana dan lugu.
"Ya udah... Kalau gitu kamu masuk gih...!" Ujar Agara lagi.
"Emang kak Aga ngak mau mampir...?"
"Emang boleh?"
"Boleh..."
"Ya udah kalau gitu..." Agara langsung turun dari motor sport nya, dan membuka helm nya.
"Kak Aga bener mau mampir?" Tanya Raehan memasti kan sekali lagi.
Saat melihat tingkah Agara yang langsung setuju untuk mampir di kontrakan nya.
Padahal kan ia hanya basa- basi. Ia tidak mengira jika Agara benar- benar menyetujui perkataan nya
"Wadidau... Aku kan cuma basa- basi, cuma berlagak menjadi tuan rumah yang baik yang telah di antar pulang.. Kenapa kak Aga benar- benar mau mampir..." Batin Raehan dengan menggigit lidah nya sendiri. Seharus nya ia tidak mengata kan hal itu.
Ia masih ingat betapa malu nya diri nya saat Agara mengunjungi rumah nya malam itu. Di mana kontrakan mini nya tidak memiliki makanan, yah biar pun pada akhir nya semua berakhir dengan status hubungan mereka yang berubah.
"Iya aku akan mampir... Lagi pula aku merasa lelah dan kedinginan.. Mungkin kau bisa membuat kan secangkir kopi untuk ku..." Agara mengedip kan sebelah mata nya nakal, lalu berjalan lebih dulu dari Raehan menuju ke arah kontrakan mini Raehan.
"Hah?" Raehan mengangga dengan ke dua mata berkedip tidak percaya.
Bukan nya ia tidak ingin menerima tamu, tapi jujur mood nya sedikit tidak enak karna masalah dengan ayah Agara.
Ia masih takut jika pertunangan itu benar- benar terjadi. Lalu bagaimana dengan diri nya.?
__ADS_1
Apa ia bisa melihat pria yang di cintai nya bersanding dengan gadis lain, apa lagi jika itu adalah Lessia. Gadis biang rusuh dalam hidup nya.
"Rae....!!!" Panggil Agara, saat melihat gadis itu hanya mematung.
"Ii.. Iya...!" Jawab Raehan dengan terbata- bata, lalu melangkah kan kaki nya mendekati Agara.
Tanpa mereka sadari, jika sepasang mata tajam. tengah memperhati kan setiap gerak gerik mereka.
Pakaian serba hitam , dengan topi pet serta masker yang menutupi seluruh bagian wajah nya, kecuali mata hitam nya yang menatap Raehan penuh selidik.
Raehan merogoh tas ransel nya, mengeluar kan sebuah kunci lalu memasuk kan nya ke lubang kunci pintu. Memutar handle pintu hingga mengeluar kan bunyi.
Klek.
Raehan mendorong daun pintu dengan perlahan.
Di mana ke dua netra meraka di sapa dengan dua buah sofa dan meja yang tertata dengan rapi.
Tanpa sungkan, Agara masuk ke dalam kontrakan Raehan dan duduk di sofa tersebut.
Rasa nya ia perlu pindah ke kontrakan Raehan, karna ia benar- benar nyaman di tempat ini.
Apa lagi alasan nya jika bukan ada Raehan di tempat sempit ini.
Raehan hanya menghembus kan nafas nya pasrah.
"Kak Aga tunggu di sini aku akan membuat kan teh hangat untuk kakak.. Karna di sini aku tidak punya kopi.." Ujar Raehan dengan melangkah ke dapur.
Raehan sedikit bingung dengan apa yang di kata kan Agara. Sehingga membuat kening nya berkerut.
"Iya seperti malam itu.. Kau pura- pura ingin membuat kan ku makanan tapi apa zonk..." Agara membuka telapak tangan nya.
Sementara Raehan merasa malu bukan kepalang. Ternyata Agara masih mengingat malam itu.
Mau di taruh di mana wajah nya yang imut ini?.
Pekik Raehan dengan menelan pil malu bulat- bulat.
Tapi ia tidak boleh terlihat malu di depan Agara. Bisa- bisa Agara semakin meledek nya.
"Yang berlalu biar lah berlalu.. Nikmati saja yang sekarang... Atau aku tidak akan jadi membuat kan kakak teh..." Ucap Raehan dengan mimik sedikit sebal.
Seringgai jahil Agara, langsung menghilang detik itu juga.
"Hmm Baik lah... Aku tidak akan mengingat malam itu lagi.... Oh ya sekalian bawa kan cemilan untuk ku..." Agara menaik kan satu kaki nya ke kaki nya yang lain.
Seperti seorang majikan yang sedang menyuruh pelayang nya.
Raehan hanya bisa mencebik kan bibir nya, melihat sikap bossy Agara.
Tapi sayang nya dan bodoh nya, ia juga menyukai sikap Agara tersebut, yang terlihat begitu manis di mata nya.
__ADS_1
Raehan meletak kan ransel nya di atas meja kecil yang ada di dapur, lalu mendekat ke arah tempat gelas, dan mulai meracik teh untuk Agara.
Bibir Raehan menipis, menyadari kekonyolan diri nya sendiri. Di mana semua sikap Agara bagi nya terlihat manis.
"Astaga bagaimana cinta monyet semanis ini... Sikap dingin, jutek, sinis, atau pun marah.. Bukan nya aku membenci sikap nya malah aku sangat menyukai nya... Ya, aku mengaku jika aku memang sudah gila karna cinta seorang Agara...." Gumam Raehan pada diri nya sendiri, sementara tangan nya sibuk dengan racikan teh nya.
Brukkk...
Tubuh Raehan tersentak kaget, saat mendengar suara sesuatu yang jatuh dari luar.
"Suara apa itu?" Cicit Raehan yang langsung berjalan ke arah jendela dapur, menyembul kan kepala nya keluar, mengedar kan pandangan nya ke seluruh area kontrakan nya yang sama sekali jauh dari kata luas.
Ke dua netra Raehan berhenti pada sebuah pot bunga yang pecah.
"Kok tiba- tiba jatuh...?" Bingung Raehan semakin bingung.
Raehan mengangkat tangan nya ke udara, merasa kan jika ada tiupan angin atau pun tidak.
"Tidak ada angin, lalu siapa yang menjatuh kan pot bunga..." Gumam Raehan semakin bingung dan penasaran.
Raehan semakin menatap ke arah pot bunga yang sudah hancur tidak bisa di selamat kan lagi.
Namun tiba- tiba ada sebuah bayangan seseorang yang bergerak di balik tembok.
Raehan semakin menajam kan penglihatan nya, di mana tubuh nya semakin menyembul keluar dari jendela.
Srreettt..
Hap...
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???