
...151โฃ...
"Jahat kamu bilang...? Wajah ku mirip penjahat?" Seloroh Dion memasang wajah tidak percaya.
"Iya..." Jawab Raehan polos sambil mengangguk kan kepala nya tak bersalah.
Dion semakin mati rasa, mendengar jawaban tanpa beban yang lolos dari bibir pich gadis di depan nya.
Ketampanan nya benar- benar ternoda oleh kata- kata di luar nalar Raehan.
Jika saja, hati nya tidak berdetak untuk Raehan, maka ia pasti sudah melempar tubuh mungil tanpa isi ini keluar dari bumi dan sekitar nya.
"Kak Dion itu mirip penjahat, yang suka nyolong sandal orang di masjid.. Tinggal di taroin luka di bagian pipi aja..." Cicit bibir Raehan yang sekali lagi membuat harga diri Dion menjadi pria tampan ternodai.
Kenapa, bibir mungil itu mengeluar kan kata- kata pedas bahkan terkesan kejam?.
"Cukup... Henti kan omong kosong itu gadis kasar..." Sanggah Dion yang sudah memasang wajah masam.
"Haduhhh... Aku cuma mengata kan yang sebenar nya dan sesuai dengan fakta..."
"Tutup mulut mu... Seperti nya aku buang- buang waktu dan tenaga hanya untuk memberikan mu petuah dan saran untuk menghadapi tes itu... Cih, jika tahu seperti ini.. Lebih baik aku memberi kan saran kepada orang lain.. Kepada gadis lembut dan anggun.." Celoteh Dion memasang aura membunuh.
Raehan membulat kan ke dua mata nya, Kata- kata Dion sedikit mempengaruhi diri nya.
Tapi seperti nya Dion terlanjur marah dan kesal pada nya.
Tapi ini bukan salah nya, siapa suruh asal menarik tangan nya.
Kenapa tidak mengatakan ingin berbicara sebentar, diri nya kan bukan kuda yang harus di tarik- tarik seperti itu.
Dion membuang wajah nya ke sembarang arah, niat baik ingin memberi kan semangat pada gadis yang tengah bertahta di hati nya.
Malah berakhir tragis seperti ini, bahkan sesuatu yang penting pada diri nya terkena tendangan maut Raehan.
Ini semua karna saran dari Niel, seharus nya ia tidak mendengar kan saran konyol teman nya.
Awas saja, jika jam istirahat sudah tiba. Ia pastikan Niel akan memeluk lutut nya dan meminta maaf. Batin Dion dengan menggigit bibir bawah nya menahan sakit.
Dion melangkah perlahan, rasa sakit semakin mendera nya saat kaki nya di langkah kan.
Lebih baik diri nya pergi dari hadapan Raehan, sebelum gadis kecil ini malah benar- benar membuat diri nya tidak memiliki keperkasaan lagi.
"Kak Dion...!!!" Panggil Raehan lirih, namun masih bisa terdengar oleh Dion.
Langkah Dion seketika berhenti, saat suara Raehan yang terkesan sendu menyapa gendang telinga nya.
"Apa lagi,? kamu ingin menendang ku lagi? hingga membuat seluruh tubuh ku babak belur? apa tidak cukup membuat aset ku hampir tidak berfungsi, atau kamu ingin memastikan untuk membuat ku impoten.?" Sarkas Dion.
Raehan mematung di tempat , seperti nya apa yang di lakukan memang salah. Karna menendang sesuatu yang berharga milik Dion dengan cukup keras.
Tapi, siapa suruh Dion menarik dan membawa nya dengan paksa.
__ADS_1
Astaga, tapi melihat kondisi Dion, ia tidak mau jika harus bertanggung jawab pada Dion. Karna ia masih ingin mengejar cinta Agara, bukan berakhir dalam pelukan Dion.
Raehan menggeleng- geleng kan kepala nya dengan cepat.
Apa yang diri nya pikir kan, kenapa pikiran nya malah terbang sangat jauh.?
Sekarang yang harus ia lakukan adalah meminta maaf dan bersikap manis pada Dion.
Maka semua nya akan selesai. Bukan kah Dion tidak pernah menolak diri nya jika diri nya bersikap manis seperti anak kucing.
"Kak Dion jangan marah - marah... Aku minta maaf.. Lagian ini kan memang murni kesalahan kak Dion..." Raehan melangkah dan berhenti di depan Dion.
Kepala nya mendongak menatap wajah Dion, yang tidak semerah tadi karna menahan rasa sakit karna tendangan ulah nya.
"Minta maaf tapi kamu malah menyalah kan diri ku...! Dasar..."
"Baik lah... Maaf kan aku kak Dion.. Semua nya salah ku.. Puas..." Ucap Raehan yang sudah ingin rasa nya ingin mematah kan tubuh pria tinggi di depan nya.
"Jika tidak ihlas tidak usah meminta maaf..." Sarkas Dion, yang kembali melangkah melewati Raehan.
Bibir Raehan menganga melihat sikap Dion , padahal diri nya sudah meminta maaf tapi lihat lah cara Dion merespon permintaan maaf nya.
Bibir Raehan mengatup, dengan ke dua pipi mengembung menahan rasa sebal pada sikap Dion yang sudah sangat mirip dengan tuyul tanpa pakaian.
Benar- benar sangat menyebal kan dan sangat menguras emosi.
Raehan menarik nafas nya dalam, lalu kembali berlari mengejar langkah Dion.
Blusss....
Pipi Dion langsung memerah tersipu malu, saat netra nya menangkap senyum indah yang langsung meluluh kan hati nya.
Rasa nya ia ingin pingsan saat ini juga.
Siapa pun tolong bantu ia untuk keluar dari keindahan ini.
Raehan mengerut kan dahi nya , melihat wajah Dion yang tiba- tiba memerah lagi.
Sangat aneh dan terkesan konyol.
Apa Dion marah lagi, atau aset nya sekarang sudah mati fungsi.?
Raehan menurun kan pandangan nya pada area ************ Dion.
"Aset nya masih berfungsi kan?.. Astaga aku tidak ingin terjebak dengan siluman kadal ini..." Rutuk Raehan dengan rasa cemas yang kini mulai menghantui diri nya.
"Kenapa?.. Apa itu nya kak Dion baik- baik saja?" Tangan Raehan terjulur hendak menyentuh area terlarang Dion yang tentu saja langsung membuat Dion terbelalak kaget.
Plak...
"Aduh..." Ringgis Raehan saat tangan mulus nya di pukul oleh Dion.
__ADS_1
"Ka... Kamu ini apa- apa an sih ?. Singkir kan tangan mu itu...." Bentak Dion terkesan gugup.
Ujian apa lagi ini tuhan?. Kenapa gadis ini sangat polos.
Bahkan sangat berani ingin menyentuh aset masa depan nya ?.
Astaga spesies seperti apa gadis dengan bandana di atas kepala nya ini?. Pekik Dion dengan wajah yang semakin memerah karna ulah absurd Raehan.
"Kakak ini kenapa sih, aku hanya ingin memeriksa jika aset kakak baik- baik saja..."
"Hah..?"
Lagi- lagi Dion melongo mati di tempat, karna ucapan Raehan.
Mimpi apa diri nya semalam, hingga harus mengalami hal memalukan seperti ini.
Raehan benar - benar menjatuh kan harga diri nya.
Gadis ini memang sangat blak- blakan bahkan perkataan nya tidak di sensor sama sekali.
Apa gadis ini tidak tahu, jika menyentuh aset pria adalah hal yang tabu dan sangat memalukan.
Apa lagi kondisi yang di hadapi nya terjadi karna ulah gadis dengan wajah baby face di hadapan nya.
Ia terlihat seperti pria lemah, yang langsung tumbang karna sebuah tendangan.
Jika bisa memilih, lebih baik ia memilih menghadapi lima preman pria sekaligus dari pada menghadapi Raehan dengan kepolosan tanpa tanding.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???
__ADS_1