
...175โฃ...
Waktu berputar dengan begitu cepat, pagi dan siang yang penuh dengan cerita kini telah bergulir menjadi malam pekat, bertabur bintang.
Malam ini benar- benar malam yang begitu indah, dengan kemilau bintang yang bertaburan di iringi dengan cahaya bulan penuh yang bersinar begitu terang.
Agara menghirup udara malam yang cukup menusuk kulit, namun benar- benar terasa segar.
Wajah Agara begitu berbinar dengan cahaya bulan yang mematul pada wajah tampan nya.
Hati nya saat ini sedang berbunga- bunga, terasa begitu segar dengan ribuan bunga yang rasa nya sedang tumbuh di hati nya.
Menyata kan perasaan nya pada Raehan, sungguh membuat hidup nya terasa berbeda.
Hidup nya terasa di sinari oleh cahaya bulan yang indah , sama dengan situasi malam ini.
Agara memegang pembatas balkon, lalu wajah nya mendongak menatap langit yang begitu indah malam ini.
Seolah- olah langit juga ikut menyuara kan kebahagian nya atas rasa bebas yang Agara rasa kan.
Ia tidak menampik jika kehadiran Raehan mampu mempengaruhi hidup nya yang hanya berisi sebuah derita dan luka.
Tapi sekarang tidak lagi, ia memiliki gadis kecil dan imut yang akan selalu ia genggam dan tak akan pernah ia lepas kan.
Bibir Agara seketika menipis saat mengingat kejadian tadi pagi saat di sekolah.
Sangat memalu kan namun ia candu untuk melakukan nya.
Entah setan apa yang merasuki diri nya sehingga berani mencium kening Raehan.
Senyum Agara semakin lebar, saat mengingat wajah memerah Raehan yang melongo kaget dan langsung berlari keluar dari ruangan nya.
Benar- benar sangat menggemas kan.
Ingin rasa nya Agara melahap wajah bak apel merah Raehan.
Agara menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
"Kenapa aku bisa melakukan hal itu, seharus nya bukan kening tapi bibir..." Lirih Agara asal, dengan pikiran yang sudah melayang bebas melewati garis wajar yang langsung di singkir kan.
"Astaga apa yang aku pikir kan? Otak ku jangan sampai jadi mesum... Hhhhh Gadis sial kamu berhasil membuat ku tergila - gila pada mu..." Lanjut Agara yang masih berbicara pada diri nya sendiri.
Mengata kan semua perasaan yang semakin membuncah dengan kerinduan yang semakin bertambah berat.
Wajah imut Raehan seolah menjadi candu untuk diri nya.
Menjadi penyiksa diri nya untuk terus ingin selalu menatap wajah itu.
"Bagaimana bisa aku jatuh cinta pada gadis pendek itu...?" Seru Agara kini dengan memegangi dada nya, di mana jantung nya lagi- lagi berdegup tak karuan.
Jika orang lain kini melihat diri nya yang sedang berbicara pada angin, mungkin orang itu akan mengata kan jika diri nya adalah orang gila.
__ADS_1
Tapi apa peduli nya, toh lagi pula orang- orang yang menjadi tetangga apartemen di mana ia tinggal bukan lah tipe orang yang peduli dengan masalah orang lain.
Mereka terlalu sibuk bekerja dan acuh dengan lingkungan di sekitar mereka.
"Hmmm Kira- kira apa yang sedang di lakukan Raehan sekarang...?" Agara melipat bibir nya dengan wajah berpikir.
Sebelum sebuah lampu pijar menyala di atas kepala nya, karna menemukan sebuah ide yang cemerlang.
Agara segera berjalan dengan cepat masuk ke dalam kamar nya.
Tringggg....
Tringggg....
Tringgg....
Senyum lebar langsung terlukis dengan begitu lebar di bibir Agara, saat mendengar suara deringan ponsel nya di atas nakas.
Niat nya ingin menelpon Raehan, tapi seperti nya Raehan menelpon nya lebih dulu.
Karna biasa nya Raehan menelpon nya setiap malam meski kadang ia tidak mengangkat telpon gadis mungil itu.
Dengan kebahagian dan semangat yang menggebu- ngebu Agara langsung berlari dan meraih benda pipih itu.
Namun dalam sekejap raut wajah nya berubah masam, saat melihat nama kontak yang tertera bukan lah nama gadis yang di harap kan nya melain kan nama sang ayah durhaka yang rasa nya ingin diri nya habisi saat ini juga.
Dengan dendam memburu, Agara menggeser gambar gagang telpon yang berwarna hijau.
"Apa sekarang kamu mengingat putra mu?" Sinis Agara dengan nada merendah kan.
"Brengsek...! Bajingan...! Penjilat....! Aku sudah mengata kan jika aku tidak akan pernah mau untuk bertunangan dengan Lessia... Apa perlu aku melakukan hal yang sama dengan merebut harta mu lagi..."
Brak...
Agara memukul meja nakas, hingga beberapa benda langsung jatuh ke lantai.
"Ha... Ha... Kamu bisa melakukan apa pun putra ku sayang.. Kamu bisa mengambil harta ku.. Tapi ingat lah kamu adalah harta yang paling berharga untuk ku... Aku akan pasti kan jika kamu akan menyetujui pertunangan ini Ha... Ha..."
Tut....
Tut...
Tut...
Panggilan telepon tersebut langsung terputus secara sepihak.
Mr. Vinsion memutus kan panggilan tersebut tanpa mendengar pendapat Agara.
"Sialan....!" Teriak Agara frustasi lalu melempar kan ponsel nya asal ke atas kasur.
Masalah apa lagi yang di buat ayah durhaka nya.?
__ADS_1
Ayah durhaka nya tidak pernah sedikit pun membiar kan hidup nya bahagia.
Ada saja masalah yang di ciptakan dalam hidup nya, untuk mendapat kan harta.
Dan sekarang dengan seenak jidat nya Mr. Vinsion malah menetap kan pertunangan laknat itu.
Apa yang harus ia lakukan, bagaimana pun ia melawan. Ia tidak akan pernah mampu untuk melawan Mr. Vinsion karna diri nya masih remaja yang baru beranjak dewasa.
Ia tidak memiliki kekuasan apa pun untuk melawan pria tua itu.
Entah rencana apa lagi yang akan di lancar kan Mr. Vinsion untuk membuat nya menyetujui pertunangan itu.
Tapi ia tidak akan pernah melakukan hal itu, ia tidak akan pernah membiar kan manusia serakah itu menjual diri nya.
Meski ia harus mati sekali pun ia tidak akan pernah menjadi barang dagangan ayah durhaka nya.
"Aku membutuh kan nya..." Lirih Agara yang langsung meraih ponsel nya kembali, memain kan benda pipih tersebut hingga menemu kan kontak Raehan.
Entah mengapa, namun yang kini terpikir di kepala nya adalah hanya Raehan.
Seolah otak nya bekerja dengan otomatis yang langsung memilih Raehan.
Hanya gadis mungil itu yang bisa mereda kan amarah nya dan ke frustasian nya saat ini.
Tubuh Agara meringkuk, terlipat dalam, dengan ponsel di tangan nya.
Tubuh nya menggigil dengan hebat dengan buliran bening yang terus mengalir dengan cukup deras.
Ia sangat frustasi, ia tidak tahan untuk menghadapi kelicikan Mr. Vinsion sendiri.
Ia hanya punya Raehan sebagai tempat nya bersandar.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???