
...91...
"Kalian..." Ujar Agara memasang wajah kesal dengan aura membunuh.
Tiga orang pria dengan tubuh kekar, serta otot- otot tangan yang menyembul. Benar- benar mengeluar kan aura perkasa di mata Agara.
"Tuan muda..." Hormat ke tiga pria tersebut lalu membungkuk kan tubuh nya hormat ke arah Agara.
"Berani sekali kalian menerobos masuk ke dalam apartemen ku!!!" Bentak Agara dengan tangan mengepal erat.
Urat- urat kemarahan dan kekesalan menyatu menjadi satu.
Ubun- ubun Agara mendidih begitu melihat tiga orang anak buah pria yang sangat di benci nya.
Bahkan jika bisa ia ingin membunuh ayah busuk seperti Mr. Vinsion.
"Tuan muda harus ikut dengan kami, Tuan sudah menunggu mu Tuan muda..." Sahut salah satu dari mereka dengan datar.
Seolah bentakan kasar Agara seperti angin di telinga mereka.
"Ha.. Ha.. Orang tua busuk itu memang sangat menyebal kan.. Cih entah apa rencana nya kali ini..." Umpat Agara dengan meludah jijik.
"Baiklah ayo pergi. Akan ku lihat permainan apa yang akan dia lakukan sekarang..." Lanjut Agara lalu masuk ke dalam kamar nya.
...----------------...
Langit malam begitu berbeda malam ini, awan putih kelabu dengan percikan bintang kelap- kelap yang menitik di beberapa bagian membuat suasana begitu terlihat tenang dan damai.
Di bawah naungan langit yang begitu indah, tepat nya di halaman kecil di belakang kontrakan mini.
Tengah berkumpul tiga orang yang saling melempar candaan, di selingi dengan tawa yang membahana.
Ketiga nya begitu bahagia, seakan dunia ini hanya milik mereka bertiga.
Momentum yang begitu berharga, usai hari dengan kejadian yang bertubi- tubi menghantam mereka. Khusus nya Raehan, bahkan berdampak pada perubahan fisik diri nya.
Serangan Lessia yang di luncur kan pada nya, berhasil membuat nya meringkuk menangis, tapi ini bukan akhir segala nya.
Mungkin nenek sihir itu sedang tertawa bahagia sekarang. Tapi siapa sangka jika pembalasan akan segera datang.
Tinggal menunggu waktu main untuk membuat wajah nenek sihir itu berubah kusut.
Hei, ayolah Raehan bukan gadis naif dan polos. Ia bisa menjadi licik bahkan kejam sesuai keadaan.
Bagi nya, tangan di bayar tangan, tubuh di bayar tubuh, dan kematian di bayar kematian.
__ADS_1
Siapa yang akan menduga jika wajah imut nya bisa memiliki karakter yang berbeda di setiap kondisi yang berbeda pula.
Diri nya juga bukan Cinderella yang menjadi seonggok upik abu, dan hanya pasrah saat di siksa. Lalu akan bahagia kala pangeran berkuda membawa nya pergi.
Diri nya adalah Raehan yang hidup dalam era modern dengan musuh yang berbeda namun dengan sifat yang sama. Tapi diri nya tidak lemah meski tubuh nya pendek bukan berarti Lessia bisa menyiksa atau menjahili nya sesuka hati.
Ia akan membalas Lessia, dan itu pasti.
"Ha... Ha... aku membayang kan bagaimana reaksi Lessia nanti..." Ujar Fir yang masih tertawa dengan berguling- guling.
"Ha.. Ha.. aku pasti akan ikut untuk mengabadikan nya dalam sebuah vidio.." Timpal Miya dengan muka yang kaku karna sejak tadi tertawa.
"Huaaaa.. Aku pastikan dia akan menjadi topeng monyet ku nanti.. Raehan di lawan..." Sosor Raehan dengan tawa nya juga.
"Sumpah kamu Rae, kejam ..." Miya.
"Kejam pada orang yang tepat..." Raehan.
"Tunggu, kamu bener- bener ingin melakukan itu Rae?. Asal kamu tahu Lessia bukan orang biasa. Selain dia adalah model yang terkenal dia juga anak dari mentri lo. Ayah nya sangat berpengaruh..." Ucap Fir merubah ekspresi nya serius.
Raehan menepuk pelan bahu Fir, ia tahu kekhawatiran sahabat nya.
Ayolah kenapa harus takut, hanya untuk membalas dendam.
"Lalu, jika dia anak mentri rencana ku tidak akan berubah. Meski dia anak penyihir hebat sekali pun aku tidak akan takut. Seharusnya jika dia anak seorang mentri dia harus menjaga kehormatan ayah nya. Tapi lihat lah tingkah anak mentri yang semena- mena pada orang kecil seperti ku. Jika aku tidak melawan sama saja aku menerima ketidak adilan. Jika ayah nya tidak bisa mengajari nya. Biar aku yang mendidik nya." Balas Raehan dengan ke dua mata- nya berapi- rapi.
Miya hanya mengangguk asal sambil menyumpit stik daging dari panggangan.
"Udah lah Fir ngak percayaan amat sama Rae, Kita juga harus mendukung nya. Dan kamu masak takut, kalau gitu apa guna nya jadi anak sultan.." Ejek Miya dengan senyum jelek.
"Bukan begitu, tapi ayah nya mentri sedang kan orang tua ku pembisnis.. " Sarkas Fir yang masih tidak setuju.
"Ayah nya menteri. jadi dia tahu mana yang benar dan yang salah.. Kenapa kalian khawatir ini urusan ku dengan Lessia..." Cicit Raehan meneguk segelas oranye jus di samping nya.
"Aku akan mendukung mu Rae " Sahut Miya dengan mengepal kan tangan nya ke atas.
"Baik lah aku juga..." Sahut Fir tersenyum kecut, sementara hati nya sedikit bergidik ngeri dengan sifat baru Raehan yang baru saja ia ketahui. Bahkan diri nya tidak memiliki sifat yang satu ini seperti Raehan.
"Oh ya kalian ngak pulang ini udah hampir jam sepuluh lo?" Raehan.
"Hmmm ngak mau pulang." Jawab Miya dengan renggekan.
"Aitss anak cewek ngak boleh pulang malam- malam. Mending kalian pulang sekarang deh. Kan kita juga udah bersenang - senang seharian Full hari ini.. Besok juga sekolah..." Jawab Raehan lembut.
"Iya iya kami akan pulang kok, tapi satu pertanyaan?" Kata Fir dengan senyum devil nya, membuat Raehan merasa curiga.
__ADS_1
"Katakan..?" Jawab Raehan ragu.
"Hubungan mu dengan Agara apa sudah sampai tahap pacaran..?"
Uhukk...
Raehan langsung tersedak, pertanyaan Fir sedikit membuat nya tidak nyaman.
"Hmm.. Hanya seperti itu, dia belum membuka hati nya untuk ku. Seperti ada sesuatu yang menahan nya untuk itu. Terkadang aku merasa dia memiliki perasaan pada ku, tapi terkadang juga sebalik nya. Kak Aga belum ingin keluar dari dunia nya. dan dia hanya mengizin kan ku masuk sebagai teman. Yah tapi aku akan mencoba secara perlahan." Jelas Raehan dengan membuang nafas lesu.
Wajah Fir sedikit sendu , tapi ia mengerti apa yang di jelas kan.
"Tekad Raehan sangat kuat, Agara begitu beruntung bisa di kejar gadis seperti Raehan. Jika aku di posisi Agara aku pasti akan langsung mengikat Raehan..." Batin Fir dengan pikiran yang melayang.
"Tapi kak Dion juga tampan bahkan ketua osis.. Kenapa tidak menjadikan nya kekasih mu...?" Miya kini melontar kan pertanyaan nya dengan menyeruput Mie di dalam mangkok nya.
"Hehe.. Aku juga megagumi kak Dion, dia adalah pria tampan. Mungkin karna itu aku tidak bisa marah terlalu lama pada nya.." Jawab Raehan dengan kekehan sembari mengaruk kepala nya yang tidak gatal.
Sementara wajah nya memerah, saat menjawab pertanyaan Miya.
Diri nya adalah penggemar pria tampan, tentu saja dia juga tertarik pada Dion, tapi tidak bisa mengalah kan ketertarikan nya pada Agara.
Rasa nya ia seperti seorang player wanita. Tapi Ayolah tertarik bukan berarti mencintai bukan.?
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???