
...250π...
Mr. Vinsion yang melihat wajah bingung Agara mendengus kesal.
Ternyata Agara tidak semudah itu percaya pada nya.
Lebih baik ia segera menyelesai kan perkara ini, dan segera membawa Agara pergi dan segera melakukan pertunangan dengan Lessia.
Pikir Mr. Vinsion, yang langsung memberi isyarat pada anak buah nya untuk memberi kan baju tersebut pada Agara.
"Jika kamu ingin Raehan baik - baik saja.. Maka segera lah ganti pakaian mu dan menurut lah pada ku..." Suara Mr. Vinsion tiba- tiba berubah serius di mana ia juga mengancam Agara.
Blarrr. ..
Sebuah petir rasa nya langsung menyambar tubuh Agara.
Agara mendadak menjadi diam seribu bahasa karna cukup kaget mendengar ancaman Mr. Vinsion yang tidak main- main.
*Jika kamu ingin Raehan baik- baik saja maka turuti aku...
Jika kamu ingin Raehan baik- baik saja maka turuti aku*...
Kata- kata Mr. Vinsion seperti mantra penghancur yang tengah menggeroti tubuh nya.
Di mana itu arti ny saat ini Raehan berada di tangan Ayah laknat nya ini.
"Brengsek..." Umpat Agara dalam hati.
Agara menormal kan mimik wajah nya yang sempat cemas dan khawatir bukan kepalang.
Ia yakin jika Mr. Vinsion hanya menggertak nya saja.
Agara meraih baju yang di sodor kan kepada nya.
Ia langsung melempar baju tersebut hingga jatuh ke lantai.
"Aku tidak akan pernah memakai nya... Kamu pikir aku akan langsung percaya dengan apa yang kamu ucap kan?.. Tidak akan pernah.. Jangan bermimpi kamu Vinsion laknat...!!" Teriak Agara yang sudah marah. Kali ini ia akan membunuh Mr. Vinsion dengan tangan nya.
Mr. Vinsion semakin terbakar api amarah melihat sikap Agara yang menatap nya tidak percaya.
Ia pikir Agara akan langsung menurut, dan ia tidak perlu untuk meminta anak buah nya untuk menyakiti Raehan.
Tapi seperti nya anak semata wayang nya sangat bodoh sehingga berani melawan diri nya.
"Kamu pikir aku sedang berbohong...? Tidak.... Seperti nya kamu memang ingin melihat Raehan mati... Baik lah akan ku kabul kan permintaan mu putra ku..." Mr. Vinsion menahan nafas nya.
Lalu menatap pada Azam yang sejak tadi hanya berdiri seperti patung.
"Azam.. Minta mereka untuk melakukan apa yang seharus nya di lakukan...!" Perintah Mr. Vinsion dengan mantap.
Bugh...
Bam....
__ADS_1
Tubuh Mr. Vinsion terhuyung ke belakang hingga membentur meja di belakang nya.
Tanpa ia bisa menebak ternyata Agara melayang kan pukulan tepat di perut nya. Hingga membuat tubuh nya tidak seimbang.
"Aakrrrhhh..." Pekik Mr. Vinsion kesakitan, rasa nya bogem mentah Agara menembus lambung nya yang lembut.
"Anak keparat...!!" Umpat Mr. Vinsion yang kini menatap Agara dengan tajam.
"Jangan berani melukai nya jika kamu masih ingin hidup Vinsion... Aku tidak peduli jika aku harus mendekam di penjara... Tapi jangan pernah menyakiti Raehan..." Tekan Agara yang sudah kalut di mana rasa takut kini menyelimuti diri nya.
Dengan emosi yang meledak, tanpa ampun Agara menendang perut Mr. Vinsion dengan keras.
Bugh...
"Henti kan dia..!" Teriak Azam panik di mana ia menyuruh dua anak buah nya untuk menahan Agara.
Dua pria dengan tubuh berotot langsung mencekal lengan Agara.
Dugh..
"Ahhhh...." Ringgis Agara saat tangan nya di tahan dan lutut nya di tendang hingga tubuh nya lansung berlutut di hadapan Mr. Vinsion.
"Lepas kan aku...!" Teriak Agara memberontak. Berusaha untuk melepas kan diri dari semua kelicikan Mr. Vinsion.
Demi apa pun kenapa ia bisa di libat kan dalam hidup Mr. Vinsion.
Azam segera membantu Mr. Vinsion untuk bangun.
Sementara Mr. Vinsion mengelap bibir nya yang sempat memuntah kan darah karna dampak dari tendangan Agara di perut nya.
Sementara Agara masih memberontak , berusaha melepas kan diri nya.
Namun tetap saja usaha nya sia- sia. Karna bagaimana pun tenaga nya akan tetap kalah dengan tenaga dua orang pria.
Azam segera merogoh saku jas nya, lalu mengeluar kan sebuah tablet.
"Bawa dia ke hadapan Tuan...!" Titah Azam pada dua orang anak buah nya untuk membawa Agara mendekat.
Seperti yang di perintah kan, tubuh Agara langsung di seret ke hadapan Mr. Vinsion yang menatap Agara penuh kebencian.
Lihat saja, ia akan membuat Raehan yang akan menerima karma karna apa yang sudah di perbuat oleh Agara.
Pasti akan sangat menyenang kan jika Agara melihat kekasih nya di lukai.
Azam melakukan panggilan vidio pada anak buah nya yang sudah ia perintah kan untuk menculik Raehan.
Sementara Mr. Vinsion semakin tidak sabar untuk melihat reaksi putra kurang ajar nya itu.
"Kamu pikir aku berbohong bukan.. Maka lihat lah kekasih kecil mu itu akan menangis dan meminta untuk di bebas kan.. Tapi aku tidak akan membebas kan nya begitu saja. Dia akan menerima pembalasan ku karna perbuatan mu yang sudah berani menyakiti ku..." Sentak Mr. Vinsion dengan ke dua mata nya yang memerah.
Sementara Agara hanya menggeleng- geleng ka kepala nya.
Tidak..
__ADS_1
Tidak..
Raehan tidak boleh terluka.
Panggilan vidio itu pun tersambung, di mana Azam langsung memutar layar untuk di perlihat kan pada Agara.
Cetter...
Duar....
Seluruh tubuh Agara rasa nya langsung hancur berkeping- keping karna di ledak kan oleh sebuah bom.
Saat ke dua netra nya melihat wajah sang kekasih yaitu Raehan terlihat berantakan dan terluka.
Di mana di sudut bibir gadis nya mengalir darah segar. Lalu pipi chuby Raehan yang selalu ia usap dengan penuh kelembutan terlihat memar dan merah.
Serta ke dua tangan dan kaki Raehan di ikat dengan tali.
"Lepas kan Dia...!!" Teriak Agara frustasi di mana rasa sesak di dada nya benar- benar membuat diri nya merasa hancur.
Dua butiran bening meluncur dengan bebas dari ke dua mata Agara.
Ia tidak sanggup melihat Raehan terluka, jika bisa biar kan diri nya yang mengganti kan Raehan.
Ia siap menerima ratusan luka, tapi rasa sakit yang ia rasa kan saat melihat Raehan terluka rasa nya lebih menyakit kan seperti nyawa nya di tarik dengan paksa dari dalam raga nya.
"Ha... Ha...." Mr. Vinsion tertawa jahat, saat melihat putra nya ternyata menangis untuk seorang gadis.
Ini lah yang memang ia tunggu- tunggu.
"Ck... ck... kasihan... Tapi sayang aku tidak akan melepas kan nya semudah itu Agara... Bagaimana jika kita barter... Bertunangan lah dengan Lessia dan Raehan akan aman..." Mr. Vinsion mulai melakukan penawaran nya.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???
.