
...122 โฃ...
Dokter mengamati berkas Agara, mengamati setiap bait gejala penyakit sang pasien.
Dahi sang dokter berkerut semakin dalam karna merasa penyakit pasien nya aneh dan membingung kan.
"Seperti nya pak Agara salah menuju ke rumah sakit ini. Seharus nya bapak pergi ke rumah sakit biasa untuk mengecek kesehatan jantung anda... Atau mungkin saya akan merekomendasi kan seorang spesialis jantung untuk membantu bapak..." Seru sang dokter yang menutup pasrah berkas kesehatan jiwa Agara.
Agara mengerjap kan ke dua mata nya bingung, perkataan dokter membuat nya semakin pusing dan berkunang- kunang.
Kesehatan jantung?
Spesialis.?
Diri nya kemari hanya untuk mencuci otak nya. Tapi sang dokter menyaran kan diri nya untuk menemui spesialis jantung.
Sang dokter yang dapat membaca kebungkaman Agara, kembali berbicara dengan ramah.
"Gejala penyakit yang tertera dalam berkas bapak, menunjukkan gejala penyakit Aritmia..."
"Aritmia?"
"Iya pak Aritmia merupakan gangguan pada detak jantung atau irama jantung, yang di tandai dengan detak jantung yang tidak teratur. Bisa terlalu cepat atau terlalu lambat. Gangguan ini sangat berkaitan dengan kondisi kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi, gagal jantung, penyakit katup jantung, dan penyakit arteri koroner. Oleh karna itu, Aritmia tidak bisa di anggap sepele karna bisa meningkat kan risiko stroke. Bahkan ada dalam beberapa kasus menjadi penyebab kematian mendadak." Jelas sang dokter panjang kali lebar.
Agara tertegun mendengar penjelasan dokter yang begitu mengeri kan.
Mengerikan.
Aritmia.
Stroke.
Astaga kenapa gadis mungil itu bisa membuat nya mengidap penyakit seperti ini. Pekik Agara dalam hati dengan dada semakin bergemuruh.
"Apa dokter tidak salah diagnosis..?" Sanggah Agara dengan nada panik.
Bagaimana bisa jiwa muda, dan sehat seperti diri nya. Menjadi korban penyakit yang begitu mengeri kan.
"Tapi hal itu sesuai dengan gejala yang bapak katakan dalam berkas ini. Jantung berdetak tidak normal, bahkan terkesan nyeri. Bahkan karna hal itu juga bapak sulit untuk tidur. Saya juga berpikir hal ini sedikit aneh. Tapi tidak menutup kemungkinan jika anak muda seperti bapak mengalami stroke atau penyakit yang baru saja saya kata kan..."
"Tapi saya hanya mengalami hal tersebut ketika mengingat wajah nya..." Balas Agara cepat dengan nada frustasi.
Seperti nya diri nya harus mengatakan semua nya pada dokter.
Ia tidak ingin dokter mendiagnosa diri nya memiliki penyakit - penyakit yang begitu mengerikan.
Bahkan dalam mimpi sekali pun diri nya tidak mau memiliki penyakit seperti itu.
"Hah.." Wajah sang dokter semakin berkerut bingung, pasien seperti apa yang sedang ia tangani.
__ADS_1
Penyakit yang benar- benar aneh bahkan tidak ada dalam buku medis.
Apa pasien nya gila, tapi tidak juga.
"Maksud bapak seperti apa? bisa kah pak Aga membuka topi dan masker bapak, agar saya bisa mengenali penyakit apa yang bapak derita dari mimik wajah atau tingkah laku..."
Agara melepas topi dan masker nya, menampil kan wajah memerah dengan dua mata panda yang menghitam.
Sang dokter sedikit terkejut, melihat paras tampan Agara yang bahkan membuat diri nya meleleh.
Bagaimana bisa anak seumuran anak nya menghadapi penyakit aneh yang bahkan diri nya tidak bisa kenali.
Agara menatap datar sang dokter , yang membuat sang dokter mengondisi kan ekspresi wajah nya.
"Jantung berdetak tidak normal, hingga bayangan yang membuat saya tidak bisa tidur hanya terjadi saat saya mengingat wajah gadis sial ...." Papar Agara dengan wajah serius.
"Gadis sial?"
"Raehan.."
"Maaf apa pak Aga penikmat Gay.?"
"Tentu saja tidak.. Dia adalah seorang gadis kecil yang sangat imut. Mata hitam nya indah, kelopak mata nya yang selalu berkedip saat berbicara, pipi putih chuby yang selalu membuat ku ingin mencubit pipi kenyal itu, lalu bibir pich cerewet nya yang tidak akan pernah bisa diam. Meski aku mengumpat atau memarahi nya. Dia seperti bayi koala kecil yang selalu menempel pada ku, meski aku sering mengusir nya untuk pergi.." Jelas Agara dengan wajah memerah dan terlihat seperti malu- malu.
Dokter yang mendengar hal tersebut tersenyum.
Sekarang diri nya bisa menebak, jika penyakit tersebut bukan lah sembarang penyakit , melain kan seorang remaja yang sedang merasakan benih- benih cinta.
"Iya."
"Apa saat melihat nya bapak merasa bahagia..?"
"Tidak juga.."
"Apa bapak menyukai nya.?"
"Tidak akan.."
"Apa saat melihat nya dengan pria lain, bapak merasa marah?"
"Sedikit..."
"Apa bapak mencintai nya..?."
Deg...
Jantung Agara langsung berhenti seketika, bibir nya terasa kelu untuk menjawab pertanyaan sederhana dari sang dokter.
Rasa panas di wajah nya semakin bertambah dengan hati yang terasa beku menjadi bongkahan es.
__ADS_1
Ia ingin menjawab tidak, tapi lidah dan bibir nya bungkam seketika, menuruti hati nya yang tak ingin mengatakan kata terkutuk itu.
"Ini bukan penyakit atau sejenis nya pak... Ini hanya masalah hati yang bisa bapak sembuh kan sendiri. Jika bapak ingin sembuh, tinggal melakukan dua pilihan. Utarakan perasaan pak Aga pada gadis kecil itu, atau pak Aga bisa menjauh dan melupakan nya. Pak Aga tinggal pilih jalan mana yang bapak ingin kan."
...----------------...
Suara ramai dengan ratusan orang sedang berkumpul dalam satu gedung besar.
Menjalan kan aktivitas sesuai dengan kebutuhan mereka masing- masing.
Sebuah gedung pusat perbelanjaan terbesar di kota Milver menjadi pilihan Jiya untuk berbelanja.
Dua anak manusia dengan pakaian lusuh dan kotor sedang berdiri takjub memandangi gedung besar yang di sebut Mall oleh anak kalangan kaya.
Tapi kali ini diri nya akan menjelajah bahkan akan membeli barang- barang yang di jaja kan toko besar ini.
Uang yang di dapat kan dari penjualan sebuah cincin berlian emas, hasil mencuri di rumah kawasan elit beberapa minggu yang lalu, mengantarkan Jiya menyabet uang dengan nominal yang cukup fantastis, berkisar tiga puluh juta.
Nasib nya memang sangat mujur, namun diri nya tidak akan menyia- nyiakan modal tersebut. Ia akan menggunakan uang itu untuk memperbaiki penampilan nya lalu masuk dalam kalangan anak orang kaya, lalu mengikat mereka dengan pesona kecantikan yang ia miliki untuk mengeruk uang anak- anak tersebut.
Terkesan gila bukan?
Bahkan terlihat seperti gadis matre atau bermata uang.
Tapi ia tidak peduli akan hal itu. Ia sudah muak dengan hidup melarat, selalu di kejar massa dan di teriaki sebagai pencopet.
Ia tidak merasa bersalah sedikit pun, karna bagi nya seharus nya orang- orang kaya itu membagi harta mereka pada kalangan miskin seperti diri nya. Bukan malah melempari mereka batu atau sampah di pinggir jalan.
"Jiya, lebih baik kita pulang.. Kita tidak pantas berada di tempat seperti ini..." Seru Kazuya, pria berwajah jepang yang sedang menarik pergelangan tangan Jiya untuk pergi.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othor๐๐๐
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor๐ญ๐ญ๐ญ???