Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Setidak nya aku lebih baik


__ADS_3

...234πŸ’›...


Seorang remaja pria berwajah blasteran jepang keluar dari rumah nya yang kecil bahkan jauh dari kata layak.


Rumah dengan atap rendah di mana setiap dinding tembok terlihat rapuh, kotor, dan lusuh.


Bahkan rumah tersebut sangat kecil untuk di tempati.


Kazuya keluar dari rumah tersebut dengan pakaian nya yang sobek- sobek bahkan tidak layak pakai.


Di mana kepala nya tertutupi oleh topi dan tangan nya memegang gitar dengan senar yang sudah putus dan di sambung lagi.


Hari ini diri nya akan mengamen di lampu merah, pekerjaan yang biasa ia lakukan untuk bisa mengisi perut kecil nya.


Netra Kazuya mengecil saat melihat ke arah depan, di mana terlihat seorang gadis yang berjalan sempoyongan ke arah nya.


Tubuh gadis itu di baluti oleh pakaian mini yang membuat tubuh indah nya terlihat seksi.


Wajah gadis itu mengguna kan riasan yang cukup tebal di mana tangan nya menenteng sepatu dan juga tas.


"Jiya...!" Lirih Kazuya saat tubuh gadis tersebut hampir jatuh ke tubuh nya.


"Ckk... Berhenti lah mengamen Kazuya pakai lah uang ini..." Jiya mengeluar kan beberapa lembar uang dari tas kecil nya dan menempel kan uang itu ke dada Kazuya.


Kazuya memajam kan ke dua mata nya, di mana ia langsung memaling kan wajah nya saat mencium bau alkhol yang keluar dari mulut Jiya.


Jiya terlihat berdiri dengan tidak stabil, bahkan beberapa kali ia hampir jatuh.


Setiap pagi Jiya pulang dengan keadaan mabuk berat.


Dan setiap malam tiba dia akan pergi dengan pakaian seksi.


Kini gaya hidup Jiya sudah berubah. Ia sering memakai pakaian brended dan mahal.


Bahkan setiap hari gadis itu akan pergi ke salon untuk merawat tubuh nya.


Awal nya Kazuya penasaran dengan pekerjaan gadis yang membuat ia jatuh cinta.


Ia bingung dengan pekerjaan di malam hari dan pulang di pagi hari.


Tapi setelah mengikuti kemana Jiya pergi. Akhir nya Kazuya tahu jika Jiya bekerja di sebuah club menjadi wanita penghibur.


Sungguh saat mengetahui hal itu hati nya sangat hancur dan kecewa.

__ADS_1


Ia tidak pernah menyangka jika gadis yang di bawa nya pulang rela bekerja kotor untuk mendapat kan kehidupan yang lebih baik.


Jiya rela mengorban kan tubuh nya untuk melayani para pria hidung belang.


Kazuya juga pernah mengingat kan Jiya, dan membujuk gadis remaja itu untuk berhenti untuk bekerja sebagai wanita penghibur.


Namun Jiya menolak dengan tegas dan mengata kan pekerjaan nya yang sekarang menghasil kan banyak uang dalam sekejap dari pada harus menjadi pencopet.


Jiya menganggap apa beda nya diri nya menjadi pencopet atau pun wanita penghibur, ke dua nya sama- sama pekerjaan yang buruk.


"Ayo terima uang ini Kazuya berhenti menjadi pengamen yang menjijik kan di lampu merah.. Kamu bisa beli baju makan enak... Kamu bisa membeli apa pun... Jangan Khawatir jika uang nya habis aku akan berikan lagi pada mu..." Ujar Jiya dengan senyum bangga.


Kazuya menatap Jiya iba. Rasa nya ia sangat kasihan dengan Jiya yang sudah mengorban kan segala nya hanya demi uang.


Kazuya mengambil uang yang di tempel kan di dada nya. Hal itu membuat Jiya tersenyum senang.


Kazuya menarik tangan Jiya dengan kasar membuat Jiya meringgis.


"Aku tidak butuh uang mu Jiya.. Aku tidak butuh uang haram ini.. Kamu nikmati saja sendiri jangan libat kan aku.. Karna sampai kapan pun aku tidak mau menerima uang mu sepeser pun.. Lebih baik aku menjadi pengamen di jalanan.. Setidak nya pekerjaan ku jauh lebih berkelas dari pada menjadi wanita malam..." Sarkas Kazuya menatap rendah pada Jiya.


Sebelum nya diri nya memang menyukai dan mencintai Jiya.


Tapi sekarang yang ada hanya rasa muak dan jijik pada gadis di hadapan nya.


Jiya mengepal kan ke dua tangan nya. Ia benar- benar marah dengan apa yang di kata kan Kazuya.


Ia seperti ini karna ia ingin hidup lebih baik.


Dan lihat tampang sombong pria di hadapan nya yang hanya seorang pengamen jalanan.


"Jangan Syok mulia kamu Kazuya... Kamu benar- benar sombong.. Pantas saja hidup mu selalu melarat.. Kamu memang pantas terus menjadi gembel... Tidak papa jika kamu tidak mau menerima uang ku.. Tapi jangan lupa jika di dalam tubuh mu mengalir darah haram hasil mencopet.. Uang ku dengan hasil copetan mu sama - sama haram.. Jadi jangan Syok mengajari ku menjadi orang benar..." Balas Jiya tak kalah sinis nya lalu masuk melenggang ke dalam.


"Satu lagi.. Aku akan pergi dari rumah busuk mu ini.. Aku akan tinggal di gedung yang jauh lebih baik dari rumah tikus menjijik kan mu ini.. Dan setelah aku pergi maka hubungan kita berakhir... Aku dan kamu tidak saling mengenal.. Dan untuk sewa rumah jelek mu ini yang sudah mau menampung ku selama ini.. Kamu tenang saja aku akan membayar nya.. Entah kamu mau menerima atau membuang nya.. Hanya saja aku tidak ingin berhutang budi pada gembel seperti mu..." Lanjut Jiya dengan gaya angkuh nya.


Kazuya menggigit bibir bawah nya keras, di mana wajah nya sudah memerah karna menahan amarah atas hinaan Jiya.


"Kamu mungkin berpikir aku syok mulia atau suci.. Tapi setidak nya aku lebih baik dari mu.. Untuk masalah mencopet.. Kamu sudah tahu jika aku sudah berhenti untuk melakukan pekerjaan haram itu..." Kazuya melangkah kan kaki nya pergi.


Ia sudah sangat muak dan jenuh berhadapan dengan Jiya yang berubah seratus delapan puluh derajat.


Di otak gadis itu hanya ada uang dan uang.


"Terserah.. Aku tidak peduli dengan ceramah mu gembel...!" Teriak Jiya kesal menatap punggung Kazuya yang semakin menjauh dari nya.

__ADS_1


...----------------...


Raehan keluar dari kontrakan nya, ia sudah siap dengan seragam sekolah Milver yang biasa ia kenakan.


Terlihat wajah Raehan tersenyum ceria. Tapi memang setiap hari ia selalu ceria.


Raehan mengunci pintu sebelum benar- benar melenggang pergi mengguna kan motor vespa kesayangan nya.


Tadi pagi Agara sudah menelpon nya dan meminta untuk menjemput diri nya di kontrakan.


Tapi Raehan menolak dengan alasan ingin naik motor sendiri.


Lagi pula ia sangat rindu menaiki vespa mungil nya.


Tentu saja Agara pasrah dan tidak memaksa Raehan.


Karna diri nya sangat keras kepala, bahkan Agara tidak bisa membantah.


Suasana pagi ini cukup mendung. Entah, terasa bumi sedang bersedih.


Raehan terus melaju kan motor nya menembus jalanan yang mulai padat dengan pengendara lain nya.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2