
...230π...
Setelah melewati drama yang begitu menguras emosi dan air mata.
Di mana seorang putra memaaf kan sang ibu dan mau membuka tangan untuk menerima wanita yang sudah melahir kan nya di dunia ini.
Kini Raehan dan Agara tengah duduk di sofa.
Di mana kepala Agara menempel di bahu Raehan.
Ke dua mata tajam dan merah Agara terlihat cukup sembab dengan hidung yang memerah.
Sementara tangan nya dengan kuat memegang tangan sang kekasih yang hanya berekspresi biasa saja.
"Aku tidak menyangka jika aku ternyata memaaf kan mama...!" Celetuk Agara setelah keheningan beberapa saat.
"Aku sangat bangga pada kak Aga.. Kak Aga ternyata memiliki hati yang besar..." Puji Raehan dengan senyum melebar.
Agara mengangkat kepala nya dari bahu Raehan, lalu menatap wajah Raehan yang kini tersenyum manis di hadapan nya.
"Ini semua karna diri mu... Kamu yang mengajar kan ku untuk bisa memaaf kan orang yang bahkan paling ku benci dalam hidup ku... Terimakasih sudah mengembali kan mama dalam hidup ku..." Ulas Agara dengan suara sedih.
Srap...
Dalam sekali tarikan, tubuh mungil Raehan masuk ke dalam pelukan Agara.
Agara menenggelam kan wajah nya di ceruk leher gadis nya.
Tempat dan sisi yang selalu menjadi Favorit nya.
Raehan membalas pelukan Agara. Ia merasa lega karna ia berhasil membuat Agara memaaf kan ibu nya. Andai saja ayah Agara tidak jahat dan licik mungkin diri nya sudah bisa menyatu kan keluarga yang terpisah ini.
"Jangan berterimakasih.. Bukan kah di dalam hubungan kita tidak ada kata terimakasih... Lagi pula aku tidak melakukan apa- apa.. Kak Aga yang mengambil keputusan..." Timpal Raehan dengan menepuk punggung Agara.
Agara benar- benar semakin yakin dengan hati nya, di mana Raehan adalah sosok yang paling mengerti akan diri nya.
Bagi nya Raehan adalah hal terindah dan terpenting dalam hidup nya.
Semakin hari rasa cinta Agara semakin tumbuh untuk Raehan.
Di mana Rasa itu sudah membuat diri nya ketergantungan dengan Raehan.
Tap...
Tap..
Tap...
Raehan langsung mendorong tubuh Agara saat mendengar suara derap langkah kaki yang semakin mendekat.
Sofia berdiri sambil menunduk kan kepala nya, di mana di tangan nya terdapat nampan berisi dua gelas jus.
Apa Sofia melihat diri nya berpelukan dengan Agara.? Tanya Raehan yang terlihat sedikit salah tingkah.
__ADS_1
Sementara Agara memasang wajah sembraut karna di dorong oleh Raehan.
Ia sama sekali belum puas memeluk Raehan.
"Maaf mengganggu kalian...!" Cicit Sofia dengan menahan rasa sakit yang tengah menjalar di hati nya.
Saat ia masuk ke dalam ruang tengah, mata nya melihat dengan jelas jika Agara dan Raehan berpelukan dengan begitu mesra.
Dan tentu saja ia tersakiti oleh rasa cemburu , karna diri nya masih menyimpan rasa untuk Agara.
"Tidak kak Sofi.. Terimakasih sudah repot - repot menyiap kan jus ini..." Raehan mengambil nampan dari tangan Sofia.
Ia sebenar nya sedikit merasa bersalah pada Sofia.
Ia tahu jika Sofia menyukai Agara, pasti akan sangat menyakit kan melihat pria yang di cintai berpelukan bersama gadis lain.
"Tidak ada yang di repot kan di sini...!" Sambar Nyonya Sabrina yang tiba- tiba datang sambil menggerak kan kursi roda nya.
Sofia segera melangkah membantu Nyonya Sabrina dengan mendorong kursi roda mendekat ke arah Agara.
"Kenapa mama keluar.. Bukan kah mama akan istirahat..?" Cecar Agara dengan pertanyaan.
Membuat Nyonya Sabrina tersenyum bahagia. Karna Agara mengkhawatir kan diri nya.
Rasa nya ia masih berada dalam dunia mimpi. Terasa tidak nyata dan mustahil.
"Bagaimana mama bisa istirahat jika ada kamu Aga.. Kita sudah lama tidak bertemu. Bahkan sangat lama.. Mama tidak ingin membuang waktu singkat yang mama miliki untuk tidak melihat mu... Lagi pula mama ingin memberi kan mu sesuatu..." Tangan Nyonya Sabrina menepuk pelan lutut Agara.
Anak nya sudah sangat besar, ia sungguh sangat menyesal telah meninggal kan darah daging nya.
"Iya.. Tapi Mama tertarik dengan gadis kecil yang kamu bawa Aga..." Nyonya Sabrina mengalih kan pembicaraan nya. Ia tidak ingin membahas penyakit terkutuk yang tengah menggerogoti tubuh nya. Penyakit yang tidak akan pernah sembuh. Di mana penawar nya hanyalah kematian.
Raehan merasa malu saat mendengar ucapan Nyonya Sabrina.
Memang sejak ia datang, ia belum memperkenal kan diri nya.
Semua nya begitu terbawa dengan adegan dramatis yang terjadi.
Melihat gadis cerewet nya diam dan menunduk. Agara tersenyum melihat tingkah Raehan yang malu.
Ia baru melihat wajah malu Raehan sekarang, karna ia mengenal Raehan adalah gadis yang aktif dan penuh percaya diri.
Dengan lembut Agara meraih tangan Raehan. Membuat Raehan mengankat wajah nya.
"Dia adalah calon istri ku..."
Blus....
Ke dua mata Raehan langsung membola, ia tidak percaya dengan apa yang di kata kan Agara.
Bukan kah Agara terlalu mengguna kan bahasa yang terlalu tinggi untuk remaja seperti mereka. Bahkan mereka berdua belum lulus sekolah.
Sofia meremas gagang kursi roda dengan kuat. Di mana wajah nya ia dongak kan ke atas, agar air mata nya tidak jatuh.
__ADS_1
Sementara bibir nya di paksa untuk tersenyum, agar berkesan jika ia bahagia mendengar pengakuan Agara yang sebenar nya tengah mengobrak- abrik isi hati nya.
Sedang kan Nyonya Sabrina tersenyum dengan lebar di mana tatapan nya menghangat tertuju pada Raehan yang tengah terlihat kaget bukan kepalang.
"Kemari lah calon menantu...! Apa kamu tidak ingin memperkenal kan diri mu pada mama mertua mu..." Nyonya Sabrina merentang kan tangan nya.
Agara yang melihat respon sang ibu yang begitu terbuka untuk menerima Raehan merasa sangat senang.
Raehan cukup tersentak saat mendengar kan ucapan Nyonya Sabrina.
Siapa pun tolong banting diri nya sekarang...!
Ia tidak mengira jika Nyonya Sabrina menerima nya dengan begitu baik.
Bahkan nyonya Sabrina menyebut nya calon menantu.
Astaga ia mendapat kan jackpot besar.
Raehan menatap Agara sekilas, di mana Agara mengangguk pelan.
Raehan beranjak dari duduk nya lalu melangkah mendekat pada Nyonya Sabrina.
Raehan meraih tangan kurus Nyonya Sabrina lalu mencium nya dengan hormat.
Nyonya Sabrina semakin terenyuh dengan sikap hormat Raehan yang begitu sopan.
Bahkan ia baru pertama kali nya ia di salimi oleh orang yang lebih muda dari nya.
Bahkan Sofia tidak pernah menyalimi diri nya.
Gadis di hadapan nya benar- benar membuat sensasi yang sangat berbeda dalam hidup nya yang tinggal sedikit lagi.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???