Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Gempa...


__ADS_3

...51...


Cahaya masih remang- remang , jam dinding masih menunjuk kan jam 6:30.


Tapi, sesosok hitam terlihat mengendap- ngendap di sebuah kontrakan , yang langsung melompat masuk melalui jendela, lalu segera merebah kan tubuh nya di kasur. Membaluri tubuh nya dengan selimut hingga menutupi seluruh tubuh.


Mentari mulai menanjak naik, dengan semburat cahaya yang begitu terang dan menyilau kan.


Masuk melalui celah- celah jendela, memberikan pencahayan serta kehangatan pada bumi.


Ny. Marissa sedang sibuk melakukan kegiatan pagi nya, yang menjadi ritual seorang ibu. Apa lagi jika bukan memasak sarapan.


Ny. Marissa begitu asik dengan wajan nya, menggoyang kan spatula dengan lihai, persis terlihat seperti chef profesional.


Sementara di ruang tamu, tengah tidur dengan begitu nyenyak Pak Levi dengan putra nya Lion.


Bergelung dengan selimut serta kasur lantai yang begitu membuai.


Ny. Marissa meletak kan beberapa piring nasi goreng di atas meja. Lalu melangkah mendekat ke arah suami dan putra nya yang masih tidur dengan nyenyak.


Tangan nya terulur menarik selimut suami dan putra nya.


Tapi seperti nya rasa kantuk yang di rasakan pak Levi dan juga Lion belum juga pergi.


Malah mereka menarik kembali selimut yang di tarik Ny. Marissa.


Ny. Marissa mulai jengkel dengan tingkah suami dan putra nya yang tidur seperti kerbau. Sulit sekali untuk di bangun kan, padahal ini sudah jam 7 pagi.


Ny. Marissa mengerut kan dahi nya, sebelum sebuah pemikiran aneh muncul di kepala nya.


Tangan nya terulur memegang ujung kasur, sebelum itu ia menghela nafas panjang dan menyungging kan sebuah senyum.


"AAA........ GEMPA..... !!!! GEMPA... ADA GEMPA....!!" Teriak Ny. Marissa histeris, sambil menggoyang kan kasur lantai sekuat tenaga nya, menciptakan gelombang gerakan yang langsung menghentak- hentak kan ke dua tubuh yang langsung melompat berdiri.


"Gempa.. Keluar... Cepat keluar....!" Teriak Pak Levi memberi kan perintah untuk segera keluar.


Sementara Lion dengan jurus seribu bayangan ala naruto langsung menerjang pintu yang terkunci.


"Rumah ini akan segera Roboh... Rae.. Momsy cepat keluar..!" Titah Pak Levi dengan siaga, dengan kesadaran yang belum kembali seutuh nya.


Sementara Ny. Marissa tertawa jahil, hingga perut nya terasa keram, melihat tingkah ke dua orang di depan hya.

__ADS_1


"Ha... Ha... Ha... Popsy, Lion Gempa nya ngak ada...." Tawa Ny. Marissa yang masih memegangi perut nya.


Dengan seketika, gerakan Lion dan Juga Pak Levi yang sudah panik setengah mati berhenti.


Mereka berdua langsung menatap ke arah Ny. Marissa yang sedang tertawa sampai air mata nya merembes.


"MOMSYYYYY!!!" Teriak Lion dan Pak Levi bersamaan, Menahan kekesalan pada perempuan yang menjahili mereka.


Jantung mereka hampir saja berhenti berdetak karna ulah Ny. Marissa.


Ny. Marissa mengontrol gelak tawa nya, sebelum mengatakan sesuatu.


"Maaf... Ini hanya canda pagi..." Kini Ny. Marissa mengangkat tangan nya membentuk huruf V.


"Canda pagi... Momsy mau jadi janda supaya cepat menikah dengan lee min ho kan... Untung saja jantung popsy masih kuat..." Oceh Pak Levi kesal.


"Atau momsy ingin punya anak lagi,, untuk menggantikan posisi ku.. Untung saja putra tampan mu ini masih panjang umur..." Lanjut Lion yang ikut mengomel karna ulah ibu nya.


"Haduhhh... Kalian ngomong apa sih... Popsy sama Lion tidur nya kayak orang mati, ngak bisa di bangunin dengan cara biasa... Tapi dengan cara luar biasa... Ha.. Ha..." Timpal Ny. Marissa masih dengan terkekeh, tanpa merasa bersalah sedikit pun.


Ia melangkah menjauh menuju kamar Raehan, sebelum mengatakan sesuatu kepada anak dan suami nya.


"Cepat lah bersiap,, Momsy udah buat sarapan Nasgor ala afrika... Kita harus segera kembali ke desa... Ingat Ya Pop ladang singkong kita nunggu buat di panen..." Tambah Ny. Marissa sambil mengerling kan mata nya jahil ke arah sang suami.


"Rae... Bangun sayang....!!" Panggil Ny. Marissa menggedor pintu kamar Raehan.


Suara bising di pagi hari, dengan suara cempreng serta gebrakan pintu, menusuk gendang telinga nya.


Raehan mengerjap kan mata nya, lalu mengusap nya pelan.


"Rae... Ayo kamu bisa telat ke sekolah... Bangun Rae..." Panggil sang Momsy dari luar.


Glek...


Sekolah?


Skors?


Bagaimana ini?


Rasa gugup dan khawatir langsung menerjang pagi Raehan.

__ADS_1


Apa yang harus ia katakan pada ibu dan ayah nya jika mereka tidak melihat diri nya berangkat sekolah.?


Pasti Momsy dan Popsy nya akan memberikan hukuman kepada diri nya jika sampai tahu jika ia di skor dari sekolah.


"Bagaimana ini??" Pekik Raehan membatin, berusaha menemukan cara untuk menyelesaikan masalah nya.


"Rae... Momsy masuk nih..."


Ceklek...


Ny. Marissa langsung memutar knok pintu cepat, mendorong daun pintu dan melangkah masuk ke dalam kamar sang putri.


Langkah Ny. Marissa terhenti, bersamaan dengan netra matanya yang menatap lekat ke depan.


Raut wajah nya berubah pias, dengan tatapan sendu khas keibuan.


...----------------...


...****************...


Seguini dulu oke... Habis lebaran thor bakalan up banyak kok..πŸ˜‚


maklumin ya puasa nih...πŸ˜™


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭??

__ADS_1


__ADS_2