Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Tanpa persetujuan..


__ADS_3

...25...


"Rae... Kenapa bolos tadi??" Cecar Miya dengan nada sedikit kesal pada Raehan, yang baru saja sampai beberapa menit yang lalu setelah pelajaran pertama selesai.


"Makin lama kamu makin nakal tau Rae..." Ujar Fir yang juga datang merecoki sambil menyodorkan buku catatan nya.


Jika teman nya seperti ini, melewatkan pelajaran ia pasti meminjamkan buku catatan. Apa lagi ini Raehan yang terbilang teman dekat nya alias Besti.


"Untung aku punya alasan biar guru ipa ngak taruhin kamu minus tadi..." Ucap Miya memasuk kan peralatan tulis nya ke dalam tas.


"Kamu jangan bolos lagi Rae kalau ngak ngajak- ngajak kita..." Fir duduk di atas meja, memandang wajah Raehan lekat.


"Aduhhhh... Apa- apaan sih kalian... Masak mau bolos mendadak pake acara ngajak- ngajak... Ngak sempetlah..." Timpal Raehan melipat tangan nya di depan dada.


"Ngak setia kawan banget kamu..." Miya.


"Bener...!!" Setuju Fir.


"Emang kamu tadi kemana Rae..??" Tanya Fir lagi.


"Aku ketemu kak Aga tadi...Hehe..." Raehan terkekeh, dengan wajah nya yang merona.


"Sumpah demi Kak Aga kamu bolos..." Ujar Miya tidak percaya, ia benar- benar terkejut Raehan rela melepas satu mata pelajaran hanya demi menemui sang idola sekolah.


Raehan mengangguk ringan, dengan cengiran kuda menghiasai bibir yang selalu di oles lipbam pich.


"Emang kamu ada hubungan apa sih Rae sama Agara. Mending kamu jauh- jauh dari cowok kayak dia..." Saran Fir, yang sedikit tidak suka dengan sosok Agara. Yang menurut nya bukan laki- laki yang baik.


"Ngak ada sih... Cuma hubungan kakak tingkat dan adek tingkat aja.. Tapi untuk ke depan nya aku ngak tahu ..." Jawab Raehan dengan kepercayaan diri yang tinggi.


"Raehan...!!!" Panggil seseorang dari arah pintu.


Membuat tiga sekawan yang asik mengobrol itu langsung mengalihkan pandangan nya ke arah sumber suara.


"Kak Anet...!!" Lirih Raehan berjalan mendekat pada Anet yang berdiri di ambang pintu kelas nya.


"Ada apa kak??" Tanya Raehan.


"Kamu di suruh ikut kumpul rapat osis nanti sama Dion..."


"Hah... Buat apa??"


Ada rasa bingung menyergap Raehan, saat mendengar jika Dion si cowok gambreng yang sering menyusahkan diri nya mencari nya.


Bukankah perjanjian mereka sudah selesai bersamaan dengan berakhir nya kegiatan MPLS.


Tanpa menunggu pertanyaan lagi, Anet menarik tangan Raehan untuk mengikuti nya.


...----------------...


Ruang Osis.


Niel dan Dion sedang memainkan catur, memfokuskan diri untuk menjatuhkan satu sama lain.


Brak...


Anet membuka pintu dengan cukup keras, membuat dua laki- laki tersebut langsung memandang ke arah mereka.


Deg...

__ADS_1


Deg..


Deg...


Jantung Dion bertalu dengan cepat, saat melihat gadis yang sudah membuat hidup nya sedikit aneh berdiri di depan nya.


Rasa nya dunia seakan berhenti seketika , bersamaan dengan aliran darah nya yang membeku.


Nafas nya terasa berat, dengan atmosfir udara yang semakin menipis di sekitar nya.


Sangat berbeda dengan Niel yang langsung tersenyum miring , melihat perubahan Dion di depan nya.


Bukti apa lagi yang lebih kuat dari ini. Ketika wajah mu berubah pucat saat melihat gadis yang kamu sukai seperti bertemu dengan kuntilanak di kuburan.


"Kak Dion ngapain sih nyuruh aku ke sini??" Tanya Raehan dengan ketus, mendekat ke arah Dion yang membatu, persis seperti patung.


"Kamu akan ikut rapat Rae..." Sela Niel mendahului, ia tau teman nya itu tidak akan mengeluarkan suara karna kaget melihat gadis yang di sukai nya berdiri tegap di depan nya.


"Thanks ya net... Udah panggilin Raehan ke sini.." Sambung Niel berterimakasih pada Anet , yang di balas dengan putaran bola mata malas dari Anet.


Anet segera keluar dari ruang osis. Ada rasa nyilu di sudut hati nya.


Entah kenapa ia sedikit tidak terima, saat Dion memperhatikan gadis kecil itu.


Tapi ia segera menepis pikiran- pikiran negarif yang menyerang otak nya.


Ia sangat tahu, Raehan adalah gadis baik. Ia tidak boleh berpikiran macam- macam tentang diri nya. Pikir Anet, menyeret langkah kaki nya menuju kelas nya.


Sementara di sisi lain, Dion masih menatap tak percaya, wajah dan cara bicara bahkan gadis itu benar benar ada di hadapan nya.


"Kak Dion...!!" Teriak Raehan sambil menghentak kan kaki nya ke lantai dengan keras.


"Hah... Apa..??" Timpal Dion dengan gelagapan. Wajah nya semakin memerah.


"Maksud kak Niel apa? kenapa aku ikut rapat segala sih..??" Cecar Raehan bertubi- tubi.


Dion bangkit dari duduk nya , menarik pergelangan tangan Raehan masuk ke dalam ruangan pribadi nya. Lalu menutup pintu rapat.


Raehan mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru ruangan yang begitu luas, lebih luas dari kontrakan nya.


Ruangan ini benar- benar lengkap , mulai dari sofa, ranjang tidur, lemari, meja belajar, bahkan ada bartender juga di dalam ruangan ini. Benar- benar menakjub kan pikir Raehan kagum.


Dion membuka kulkas yang ada di dalam ruangan nya. Mengambil sekaleng minuman lalu menegukkan.


Ia harus menyetabilkan kegugupan yang sedang ia rasakan. Ia tidak ingin gadis pendek ini melihat kegugupan nya.


Entah apa yang akan di pikirkan gadis ini jika sampai ia mengetahui kegugupan nya.


"Kenapa kamu datang ke sini??" Ketus Dion dengan merebahkan bokong nya di sofa, menyilangkan kaki nya ke atas kaki yang lain nya.


Raehan membulatkan mata nya. Bisa- bisa nya laki- laki ini bertanya seperti itu. Bukan kah dia yang menyuruh Anet untuk membawa nya ke sini.


Lalu apa ini?


"Eh... Cowok Gambreng, kan kak Dion sendiri yang minta aku ke sini... Nyuruh kak Anet manggil aku..." Pekik Raehan mendekat ke arah Dion.


Sungguh ia benar- benar tidak menyangka hal ini.


"Apa kamu bilang... Dasar gadis rubah... "

__ADS_1


"Baik lah kalau begitu aku pergi..."


Baru kaki Raehan melangkah untuk keluar, Dion lagsung memegang tangan nya.


"Aku belum selesai bicara..." Dengus Dion datar. Ternyata gadis ini tidak ada manis - manis nya, meski mereka sudah tidak bertemu beberapa hari ini.


Raehan masih saja bersikap ketus pada nya.


"Katakan apa yang kak Dion ingin kan ?? Aku tidak punya waktu banyak..."


"Cih... Sok sibuk sekali..." Batin Dion mencebik kan bibir nya.


"Setelah pulang sekolah kamu harus ikut rapat osis..."


"Lah buat apa ??? aku akan bukan anggota osis ??"


"Karna kamu akan ikut calon osis untuk angkatan selanjut nya..."


"Hah..."


Mulut Raehan terbuka sempurna, mendengar keputusan sepihak yang di buat Dion tanpa persetujuan dari nya.


Apa- apa an ini, pikir Raehan semakin gusar.


"Begitu saja kaget... Lebay banget... " Seringgai Dion, sambil tangan nya mengatupkan bibir Raehan yang terbuka lebar.


"Lembut..." Pekik Dion dalam hati, saat tangan nya menyentuh bibir pich di depan nya.


Darah nya terasa berdesir dengan kesenangan tiada tara.


"Kak Dion ngak bisa semena- mena seperti itu... Memutuskan untuk mengikutkan ku dalam rapat osis nanti sore... Aku bahkan belum menyetujui nya.." Marah Raehan dengan tingkah Dion yang selalu semena- mena pada diri nya.


Memperlakukan diri nya seolah- olah ia bukan manusia.


Menyebalkan sekali...!! Teriak Raehan dalam hati.


Jika bisa ia ingin mematahkan seluruh tulang- tulang laki- laki di depan nya hingga patah berkeping- keping.


...----------------...


...****************...


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭?

__ADS_1


__ADS_2