
...33...
Bruk...
Tubuh Agara ambruk ke tanah, saat sebuah tenaga mendorong tubuhnya.
Ke dua mata Raehan membola, melihat Agara tersungkur.
Belum sempat selesai rasa terkejut nya, sebuah tangan menarik tubuh nya. Hingga berada di belakang tubuh kekar seseorang.
Agara bangkit, sambil membersihkan celana nya yang kotor karna tanah.
Wajah yang tadi begitu bahagia, kini berubah 180° menjadi nyalang dan sangar.
Dada Agara terlihat turun naik, karna marah.
Berani sekali pria ini mendorong nya.? Pekik nya dalam hati.
"Brengsek... Kamu apa kan Dia...!!!" Teriak Dion dengan emosi yang sudah mencapai puncak.
Tangan nya mengepal, siap melemparkan bogem mentah ke wajah Agara.
Bugh...
Satu tinjuan keras mendarat di wajah Dion, membuat tubuh Dion menghadap ke samping.
"Siapa kau..? berani memaksa nya untuk menjauh dari ku??" Balas Agara tak kalah emosi.
Dion segera bangkit, mengusap ujung bibir nya yang sedikit lebam.
Dion tertawa miris, menampil kan deretan gigi ' gigi putih nya.
"Aku rasa sikap diam mu membuat mu tidak tahu malu Agara... Lihat diri mu, kau berani meleceh kan seorang gadis lugu, memikat nya dengan ketampanan palsu mu itu..." Tuduh Dion, menatap tubuh bagian atas Agara yang polos.
Raehan membelalak kan mata nya. Sungguh tuduhan yang sangat kejam yang Dion lontarkan untuk Agara.
"Meleceh kan??" Kening Agara berkerut.
"Pura- pura tidak tahu??.. Cih menjijikkan... Lihat diri mu, seorang sisiwa tanpa memakai baju bersama seorang gadis. Kira- kira apa yang mereka lakukan.."
"Sudah hentikan...!!!" Teriak Raehan yang sejak tadi, tidak di anggap keberadaan nya oleh dua orang pria di depan nya, yang tengah berdebat.
"DIAM!!!" Bantah Agara dan Dion bersamaan, membuat Raehan semakin melotot menatap ke dua pria di depan nya.
Astaga bagaiamana ini?
Mereka bertengkar karna ku?
Hhhh, kak Dion ngapain dateng- dateng buat keributan sih?
Teriak Raehan frustasi, melihat ke dua pria tampan di depan nya. Sedang beradu tatapan mematikan.
Jika tida ia hentikan bisa- bisa mereka bertengkar, dan pangeran nya akan terluka.
Ohh,, Astaga.
__ADS_1
"KALIAN YANG BERHENTI...!!!" Teriak Raehan, mengeluarkan seluruh suara nya. Hingga memantul di udara.
Lalu berjalan menengahi dua tubuh gagah di antara nya.
"Kalian tidak usah bertengkar karna aku..." Ujar Raehan menghembuskan nafas nya.
"KARNA MU ?? !!" Lagi- lagi Agara dan Dion menyahut bersamaan.
Oh tidak, karna tingkah mereka, gadis pendek ini menganggap mereka bertengkar karna diri nya.
Tergores sudah ego Agara dan Dion. Membuat otot- otot mereka yang menegang melemas kembali.
"Bukan kah itu kenyataan nya... Dengar, jangan demi aku kalian sampai bertengkar aku tidak ingin itu terjadi. Aku ini hanya satu, dan aku juga bukan barang yang bisa kalian perebutkan... Biar kan aku yang memilih aku akan ikut dengan siapa..." Jelas Raehan dengan kepercayaan diri tingkat dewa.
"Dan kau kak Dion, ini tidak seperti yang kamu pikir kan. Kak Aga hanya membantu ku.. Meminjam kan seragam nya karna seragam ku kotor dan--"
"Ganti seragam mu..!!." Sosor Dion memotong ucapan Raehan , dan memberikan perintah mutlak.
Raehan membuka bibir nya hendak menolak, tapi Dion menarik nya mendekat dan membisik kan sesuatu.
"Ingat perjanjian kita, jangan coba- coba menolak... Kau harus segera menyelesaikan masalah yang sudah kau buat sendiri..." Bisik Dion, menekan setiap kata- kata yang ia ucap kan.
Raehan melempar pandangan nya ke arah Agara, yang langsung membuang wajah nya.
Ada gurat kecewa dan amarah yang terlihat di wajah nya. Tapi ia meredam itu semua.
Dion melangkah cepat, mengambil seragam Raehan yang di jemur, lalu melemparkan nya sembarang ke arah Raehan. Yang langsung mendarat tepat di wajah nya.
"Ganti seragam mu, dan ikut bersama ku..." Titah Dion mutlak, tanpa bantahan.
Dengan langkah pelan, Raehan menyeret kaki nya menuju balik pepohonan untuk mengganti seragam nya.
Di sisi lain, ketegangan masih terasa di antara Dion dan Agara.
Agara ingin sekali menenggelam kan pria yang bernama Dion ke dasar danau, karna telah menyeret paksa gadis sial nya.
Tapi tidak, kali ini ia akan mengalah. Karna jika sampai ia bertengkar dengan Dion Raehan pasti akan semakin takut dan sok.
Ia tidak ingin mental gadis itu terganggu, setelah semua apa yang ia alami.
Sedang kan Dion, tangan nya masih mengepal erat. Emosi nya belum hilang.
Rasa panas di hati nya saat melihat rubah betina nya bersama orang lain, sungguh sangat menyakiti diri nya.
Ia tidak terima !! pekik nya dalam hati.
Tanpa di sadari oleh Agara dan Dion, Raehan sudah selesai mengganti seragam nya.
Dengan kepala tertunduk, Raehan menghampiri Agara yang langsung mendapat tatapan tajam dari Dion.
Tapi hal itu tidak membuat Raehan takut. Ia tidak peduli dengan tatapan Dion yang siap menguliti diri nya.
"Kak Aga terimakasih sudah membantu ku... Dan terimakasih sudah meminjam kan ku seragam mu..." Ujar Raehan memasang senyum semanis mungkin.
Senyum Raehan yang terlihat tulus yang di tujukan untuk Agara, kembali membuat luka hati Dion semakin dalam.
__ADS_1
"Gadis genit,, bahkan dia tidak pernah tersenyum semanis itu pada ku. " Rutuk Dion kesal dalam hati.
Agara melirik Raehan sekilas, lalu kembali membuang wajah nya.
Ia tidak ingin terjebak lagi dalam senyum manis itu. Yang akan membuat nya tidak rela Raehan pergi dari nya.
Agara meraih kasar seragam nya dari tangan Raehan.
Raehan tertunduk lesu, bahkan pangeran nya tidak ingin menatap nya.
Baru beberapa waktu mereka menghabiskan waktu bersama. Tertawa bahkan saling mengejar satu sama lain.
Tapi karna kehadiran Dion yang tidak di undang, persis seperti parasit, membuat suasana menyenangkan itu menghilang seketika.
"Ayo..." Dion menarik kasar, pergelangan tangan Raehan. Membuat tubuh mungil Raehan terhuyung mengikuti langkah Dion.
"Aaaaaaaahhhhh" Teriak Agara, meninju udara. Saat Dion dan Raehan telah pergi dari area danau.
Hati nya merasa tidak terima, dengan kepergian gadis itu.
Agara mengedarkan pandangan nya, menatap danau yang sempat ramai karna teriakan dan gelak tawa mereka.
Untuk pertama kali nya, ia tertawa tanpa beban. Meluap kan emosi yang terpendam selama bertahun- tahun yang lalu.
Ia begitu ringan, bahkan ia merasa sangat nyaman bersama gadis sial itu.
Semilir angin menerpa rambut coklat Agara. Membuat lamunan Agara terhenti.
"Apa yang ku pikir kan tentang gadis itu?? Tidak ini tidak boleh terjadi..." Gumam nya lirih menatap seragam di tangan nya.
...----------------...
Dion terus menarik pergelangan tangan Raehan, tanpa memperdulikan ringgisan Raehan yang kesakitan karna cekalan Dion di tangan nya.
...----------------...
...****************...
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭??
__ADS_1