
...219π...
Agara menyeret tubuh Raehan untuk segera keluar dari rumah jahannam ini, ia sudah tidak sanggup meski hanya bertahan sebentar saja di dalam rumah yang terasa seperti neraka.
Di mana ia hanya bisa mendengar suara penghinaan untuk Raehan yang benar- benar membuat nya marah dan tidak terima.
Kenapa dari sekian banyak nya tempat yang indah dan bagus, kenapa Raehan harus memaksa diri nya untuk datang ke tempat sampah seperti ini.
"Kak Aga.. Aku belum selesai bicara dengan papa mu..!" Cicit Raehan di mana langkah kaki nya sedikit berlari untuk mengikuti langkah lebar dan cepat Agara.
Namun Agara memilih untuk tuli, tidak mendengar apa yang di kata kan oleh Raehan.
Demi apa pun ia sudah tidak sanggup lagi untuk ada di dalam rumah ini.
Sang kepala pelayan langsung membuka kan pintu keluar untuk Agara, dengan senyum ramah yang selalu terpatri di bibir nya.
Berbeda dengan Agara yang sama sekali tidak mempedulikan hal itu.
Raehan sedikit kesal dengan sikap Agara yang cepat marah, ia belum mendapat kan jawaban atas permintaan nya.
Mr. Vinsion belum mengata kan jika dia akan membatal kan pertunangan Agara.
Bahkan pria baruh baya yang sangat menyebal kan itu mengata kan jika dia akan memastikan jika pertunangan itu akan terjadi apa pun yang terjadi.
Saat ke dua nya sudah sampai di samping motor sport Agara, Raehan langsung menghempas kan tangan Agara dengan kasar.
Agara terhenyak mendapat kan sikap kasar dari Raehan, di mana kini ia memandang Raehan dengan tatapan bertanya.
"Kak Aga kenapa menyeret ku keluar... Aku belum selesai bicara dengan papa mu...Hhhh..." Desah Raehan dengan menyugar rambut nya.
Rencana nya berjalan dengan buruk, semua nya berjalan dengan tidak baik. Berniat ingin menunjukkan jika diri nya adalah calon menantu yang tepat untuk bersanding dengan Agara, namun malah mendapat kan penghinaan serta tatapan rendah dari sang calon papa mertua.
Agara menggeleng kan kepala nya tidak percaya dengan apa yang di kata kan Raehan.
Gadis di depan nya benar- benar sangat konyol.
Sudah di hina, di caci, dan di maki tapi malah menyalah kan diri nya karna menyeret nya keluar.
__ADS_1
"Kau ini bodoh atau gimana Rae..? Kau lihat bagaimana dia menghina mu... Mengata kan semua kata laknat itu, tapi kau malah menyalah kan ku karna membawa mu keluar?" Cecar Agara dengan mendengus frustasi.
"Karna aku belum selesai bicara kak... Kakak akan bertunangan dengan Lessia besok malam.. Aku merasa takut, aku hanya ingin membebas kan mu dari tuntutan hubungan paksa ini... Aku pikir dengan bicara pada papa mu kita bisa menggagal kan pertunangan itu..." Sahut Raehan dengan membela pendapat nya.
"Kamu pikir papa bajingan itu seperti apa? Apa kau pikir dia akan mendengar kan ucapan kita ? Tidak... Dia tidak akan mendengar kan semua yang kau kata kan... Lalu kenapa kau mengkhawatir kan sesuatu yang bahkan aku tidak mau melakukan nya... Aku tidak akan pernah mau bertunangan dengan Lessia..." Geram Agara dengan berteriak di wajah Raehan. Membuat Raehan mengerti jika kedatangan mereka ke tempat ini, serta tujuan Raehan untuk bicara pada ayah durhaka nya itu hanya akan sia- sia.
Dan lihat lah hasil nya, mereka hanya mendapat kan hinaan.
"Aku hanya ingin papa mu melihat jika aku adalah calon menantu yang tepat. Dan lebih baik dari pada Lessia.. Mungkin dengan itu dia bisa mempertimbangkan hubungan kita.." Suara Raehan menyendu.
Benar apa yang di kata kan Agara, mereka hanya datang ke tempat ini untuk menghina diri sendiri.
Di mana tidak ada rasa hormat atau cinta , yang hanya adalah makian yang menyakit kan hati.
"Ayo pulang...!" Titah Agara mutlak dengan suara datar namun menekan , di mana Agara langsung naik ke atas motor nya. Tanpa menatap ke arah Raehan.
Dengan perlahan Raehan naik ke atas motor Agara. Lalu Agara mulai menyala kan kuda besi tersebut dan keluar dari halaman rumah besar dan megah namun seperti neraka untuk nya.
Agara dan Raehan hanya diam satu sama lain , tidak ada yang berbicara untuk menghancur kan keheningan yang terjadi.
Agara terlihat masih marah dengan sikap Raehan pada nya, di mana ia sedikit kecewa.
Ini adalah pertama kali nya Agara marah, setelah hubungan mereka berubah status.
"Kak Aga...!" Panggil Raehan dengan memijit pundak Agara, lalu menempel kan dagu nya di pundak tersebut.
Agara tak bergeming , walau ia mendengar panggilan gadis mungil nya. Ia memilih untuk menatap fokus ke jalanan.
Raehan memanyun kan bibir nya, karna panggilan nya yang sama sekali tidak di hirau kan oleh Agara.
"Kak Aga benar- benar marah... Seharus nya aku menurut saja saat ia melarang ku untuk pergi ke rumah ayah durhaka nya itu... Lihat lah sekarang aku tidak mendapat kan apa yang aku ingin kan.. Alias zonk..." Batin Raehan merasa menyesal dan bersalah pada kekasih nya yang tampan.
"Kak Aga marah ya...?" Cicit Raehan lagi yang sudah tidak tahan, di diam kan terus menerus seperti ini.
"Tidak..." Jawab Agara singkat padat dan jelas, membuat Raehan memutar bola mata nya kesal.
"Jika tidak marah kenapa sejak tadi terus mendiam kan ku?" Tanya Raehan lagi.
__ADS_1
"Aku lagi malas bicara..." Ketus Agara di mana ke dua pipi Raehan mengembung sedih.
Raehan mengerat kan pelukan nya pada pinggang Agara, seolah pelukan itu adalah pertanda permintaan maaf nya.
"Maaf... Ini memang salah ku sudah memaksa kak Aga untuk pergi ke rumah pria judes itu..." Ujar Raehan dengan nada menyesal dan bersalah.
Agara melirik sekilas pada kaca spion, di mana ia bisa melihat wajah sembraut Raehan yang sangat tersiksa.
Tentu saja Agara tidak bisa melihat wajah Raehan seperti itu , di mana uap- uap kemarahan nya membumbung hilang di udara.
"Jangan pernah memaksa ku lagi untuk pergi ke rumah jahannam itu..." Ucap Agara sebagai peringatan untuk Raehan.
"Iya aku janji... Tapi jangan marah lagi.. Aku tidak tahu jika pria itu sangat mengerikan seperti zombie, dia lansung meledak mendengar apa yang aku kata kan..."
Agara terkekeh mendengar panggilan Raehan untuk ayah laknat nya itu.
"Aku kan sudah mengata kan nya, kau saja yang keras kepala..." Balas Agara menyalah kan Raehan.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???