Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part100


__ADS_3

Bugh


"Auwws...loe apaan sih Bim." Yuda meringis ketika lengannya di tinju oleh Bimo sampai berasa linu.


"Mas." Tegur Alena.


"Loe, yang keterlaluan bod*h." Lagi-lagi Bimo memukuli Yuda.


Yuda berdiri dan berlari menghindar ketika pukulan Bimo semakin menjadi-jadi.


"Ampun bos, gue hanya disuruh nyonya." Ucap Yuda dengan napas ngos-ngosan, berdiri mengatur napas dengan posisi bersebrangan meja makan sebagai penghalang.


"Loe sesat Yud, nurutin kemauan bini gue yang konyol dan bikin gue mau mati." Ucap Bimo yang juga ngos-ngosan.


"Yank." Alena mendatangi Bimo. "Sudah, semua salah ku aku yang menyuruh Yuda, sudah ya..aku minta maaf." Ucap Alena dengan wajah sendu.


"Kenapa kamu yang minta maaf, dia yang seharusnya minta maaf yang bayar dia gue, kenapa jadi nurut sama kamu sih." Bimo menatap Yuda tajam yang cengengesan di sebarang sana.


"Nyonya kan juga bos saya." Ucap Yuda santai dan duduk di samping Alisa yang sejak tadi pusing melihat kelakuan orang dewasa itu.


"Alis kalau besar nanti pilih suami jangan kaya kak Bimo ya, mending kaya Om Yuda dijamin gak ngambek-an." Ucap Yuda dengan sengaja lebih keras agar di dengar oleh Bimo.


"Oke kak Yuda, jadi kalau begitu Alis nunggu kak Yuda nikahin Alis aja yahh.." Ucap alis dengan polos nya membuat wajah Yuda ciut dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hahaha..." Mereka semua tertawa melihat Yuda yang malah mati kutu di hadapan anak kecil.


"Sayang, terima kasih sudah menyiapkan ini semua." Bimo menatap penuh cinta pada Alena, di meja makan banyak menu makanan kesukaannya dan berbagai menu lain yang Bimo yakini tidak kalah enak. Karena masakan apapun jika dari tangan istrinya sudah pasti akan sangat lezat.


"Khusus buat suami aku yang sedang ulang tahun." Alena membalas senyum Bimo dengan tulus.


"Aisss..kalian bikin gue tambah jones." Yuda menatap malas kedua orang yang saling mengungkapkan rasa bahagia dan cinta itu.


"Bilang aja sirik, dasar Jones." Ledek Bimo menatap Yuda sinis.


Mereka hanya tersenyum Mirna dan suami juga merasa senang hadir ditengah-tengah mereka.


Semoga kebersamaan seperti ini akan selalu terjaga.


Setelah acara makan bersama Bimo menyuruh Yuda untuk membawa Alisa serta Mirna dan suami untuk jalan-jalan kemanapun mereka mau, bahkan Yuda meminta ijin Bimo untuk membawa Gina dari kantornya karena dirinya tidak ingin menjadi kambing congek.

__ADS_1


Dan Bimo pun berikan ijin asal mereka semua keluar dari rumah dan dirinya bisa berdua dengan sang istri.


"Yank..ahh.." Alena mendessahh ketika bibir Bimo menyusuri leher dan menggigit kecil disana sudah pasti terdapat bercak merah tanda kepemilikan.


Setelah semua keluar dari rumah, Bimo langsung menerkam sang istri di ruang keluarga, mengingat tidak ada orang, dirinya bebas melakukan dimana saja.


"Emph.."Alena memejamkan mata dengan tangan meremas rambut kepala Bimo sentuhan suaminya begitu memabukkan dirinya


Bibir dan lidah Bimo bermain di buah dada Alena mengulum dan menyesap seperti bayi kehausan. Tangan nya pun tak tinggal diam dibawah sana.


Alena semakin melayang ketika mendapat serangan secara bersamaan. Bibirnya terus mengeluarkan suara erotis membuat Bimo semakin semangat menggerakkan jarinya didalam sana.


"Yank..Ough." Tubuhnya terasa panas sungguh dirinya tidak kuat lagi.


"Emph...shh.." Jari Bimo semakin cepat mengocok milik Alena di bawah sana, tangan satunya sibuk memilin nippel Alena satunya dan bibirnya nya pun sibuk menyesap buah dada yang sebelah.


"Shhh...Bim aku..ugh."


Tubuh Alena bergetar ketika gelombang pelepasan meledak di bawah sana.


Bimo merasakan jarinya yang hangat pun tersenyum menyeringai.


"Arrgh..shhh." Alena tersendat menggerang ketika milik Bimo menusuk dalam secara tiba-tiba terasa perih namun juga nikmat.


"Maaf sayang.." Bibir nya mengecup bibir Alena yang terbuka karena terkejut dan merasa nikmat menjadi satu.


Senyum Bimo menyeringai ketika tubuh dibawahnya semakin menggeliat dan suara desaahann Alena selalu membuatnya bergairah.


Plok


plok


plok


Suara penyatuan dua jenis kelamin yang beradu dengan kulit kedua nya memenuhi ruangan.


"Ahh...shh.." Alena terus saja merancau dirinya tidak perduli jika suaranya begitu keras karena yang Ia rasakan hanya ada rasa kenikmatan.


"Sayang ahh.." Bimo menarik tubuh Alena lalu menggendongnya seperti koala tanpa melepas penyatuan mereka.

__ADS_1


"Ahh..ahh.. yank." Alena melingkarkan kaki nya erat di pinggang Bimo, tangannya mengalung dileher Bimo.


"Emph." Alena bergerak tak nyaman ketika milik Bimo menyodok miliknya membuat ngilu karena berjalan sambil menaiki tangga. 😳


"Jangan gerak sayang." Bimo mencekram erat besi pembatas tanggang, tangan satunya memegangi bokong Alena agar tidak jatuh.


"Yank..akuh.. emph." Alena malah semakin menggerakkan pinggulnya maju mundur. Bimo yang merasakan milik Alena berkedut dan mencekram miliknya kuat berhenti di tengah-tengah tangga.


"Sayang.. Arghh." Tubuh Alena kembali bergetar mendapat pelepasannya.


"Nakal." Bimo meremat kedua bokong Alena gemas, hingga sang empu menggerang lirih.


Dirinya tak percaya jika istrinya sekarang bertambah aktif.


Tubuh Alena lemas dalam dekapan suaminya, namun di bawah sana masih saja memancing gairahnya.


"Ahh..." Keduanya sama-sama mendesah ketika Alena menyatukan milik Bimo kedalam lembah surga miliknya, kini Alena yang duduk di atas tubuh suaminya.


"Faster Beby..owh..shh." Bimo mendeesahh dalam ketika Alena bergerak brutal di atas tubuhnya, membuat miliknya semakin tak tahan.


"Engh.." Alena mendongakkan kepalanya dengan dada membusung bergerak liar diatas tubuh suaminya.


"Sayang... arghh." kedua tangannya menekan pinggang Alena kuat ketika miliknya akan meledak di dalam sana.


"Ahhh.." Tubuh Alena lemas bersama pelepasan yang datang ketiga kalinya, tenaganya terkuras.


Napas keduanya memburu, Bimo merapikan rambut basah Alena yang menempel di wajahnya. Terima kasih sayang." Satu kecupan Bimo berikan di kening Alena.


Alena tidak menjawab napasnya masih menderu-deru dengan mata terpejam.


Bimo memeluk tubuh polos istrinya mereka masih diam dalam posisi duduk disofa dengan posisi masih menyatu.


.


.


"Tante jangan lupa pastikan Bimo datang." Ucap Siera yang melihat betapa indahnya kejutan untuk Bimo.


"Tentu saja sayang, pasti akan Tante pastikan Bimo pasti terharu dan mengucapkan terima kasih sama kamu." Leina pun tak kalah senang, karena sudah selesai memesan tempat dan di desain untuk surprise acara ulang tahun Bimo. Meskipun Leina tahu jika putranya itu tidak suka acara ulang tahunya di rayakan, apalagi dibuatkan pesta, namun Leina tetap melakukan hal itu.

__ADS_1


Karena Leina melakukan semua ini untuk kebahagiaan putra satu-satunya, dirinya sangat berharap semoga Bimo menerima pilihannya, Meskipun dirinya tahu akan sulit tapi yang namanya Leina tidak akan menyerah demi masa depan putranya.


__ADS_2