Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part82


__ADS_3

"Kita mau kemana?" Tanya Alena yang melihat mobil Bimo berjalan ke arah berbeda menuju jalan rumah mereka.


"Kencan." Ucap Bimo menyunggingkan senyum tipis, tanpa melihat ke arah Alena.


Alena hanya tersenyum, suaminya itu memiliki cara sendiri untuk membuatnya merasa senang.


Tak butuh waktu lama, mobil Bimo berhenti di pinggir jalan, untuk parkir. Banyak kendaraan lain yang juga sedang parkir disitu menikmati malam Minggu dengan datang ke wisata kuliner malam.


"Ayo turun." Bimo melepas sealtbeat nya dan segera turun dari dalam mobil.


Alena menatap kesekeliling, dirinya tersenyum lebar karena suaminya mengajak ke wisata kuliner malam.


"Beneran kamu ajak aku kesini." Tanya Alena tak percaya, karena yang dirinya tahu suami sekaligus CEO itu nongkrongnya bukan di pinggir jalan seperti ini, melainkan tempat mewah cafe ataupun restoran mahal.


"Hm..kamu suka." Bimo berdiri didepan Alena yang masih menatap kesekeliling dengan mata berbinar.


Mengangguk pasti. "Ya.. aku suka." Alena tersenyum lebar.


"Baik lah malam ini apapun buat istriku." Bimo mencium pipi Alena, dan menggandeng tangan istrinya untuk berjalan menyusuri banyak nya penjual makanan aneka macam.


Bimo tahu jika Alena bukan tipe wanita yang suka kemewahan, tipe Alena sama sebelas dua belas dengan Indira, suka jalan-jalan dan jajan di tempat yang sederhana dan banyak menjajakan makanan.


Bimo menyukai sifat gadis seperti itu, meskipun dirinya bisa membelikan barang mewah ataupun mengajak ke restoran mahal, baginya mendatangi tempat seperti ini lebih menyenangkan.


Jika gadis lain mungkin tidak akan mau di ajak ketempat seperti ini, yang hanya ada jajanan murah pinggir jalan dan tempatnya nya pun tak sebersih seperti di restoran mahal atau tongkrongane cafe.


"Kita kesana.." Alena menunjuk tenda penjual aneka cemilan, dan tempat itu cukup ramai karena lengkap dengan menunya.


Bimo yang awalnya menarik tangan Alena, kini tangannya yang lebih dulu ditarik oleh istrinya.


"Aku mau itu?" Tunjuk Alena pada makanan yang di tusuk pakai tusuk sate dan makanan kesukaannya yaitu cimol pedas.


"Pesan lah apa saja yang kamu mau." Bimo mengacak rambut Alena.


"Iss..jangan di gituin berantakan Bim-Bim." Alena mengerucutkan bibir nya lucu.


Cup

__ADS_1


Bimo mengecup pipi Alena sekilas. "Maaf." Tersenyum manis untuk sang istri, namun malah membuat Alena semakin kesal.


Bagaiman mana tidak jika para gadis yang kebetulan sedang mengantri malah menatap suaminya dengan ekspresi kagum.


"Sengaja mau tebar pesona." Alena menatap tajam Bimo dengan wajah kesal.


Sedangkan korban nya hanya mengernyit kan alis nya bingung.


"Ck. nyebelin." Alena melengos dan menatap tajam pada gadis yang sejak tadi menatap suaminya dengan terang-terangan.


Bimo yang melihat tingkah istri nya tersenyum, ternyata istrinya cemburu.


"Mau apa hm.." Tanpa di duga Bimo memeluk Alena dari belakang.


"Aakkhh...so sweet banget."


"Ya..tuhan sisakan satu untuk ku."


"Daebak.. kagak nahan gue."


"Duh mas ganteng, sama aku aja yukk."


"Bim..lepas!" Alena malu sendiri dengan pipi merona.


"Duh mas, gak sabaran banget bukan muhrim Lo." Ucap ibu-ibu yang juga merasa gerah melihat ke uwuan pasangan muda itu.


Bimo hanya tersenyum menatap ibu itu. "Dia sudah sah buat saya Bu."


Cup


Tanpa malu Bimo mengecup pucuk kepala Alena.


"Omo..Omo.. mata gua."


"Ahh..jantung aku jedag jedug Mas."


"Yahh..patah hati dong..udah ada pawangnya."

__ADS_1


Alena malu sendiri mendengar ucapan pembeli lainya, banyak gadis dan ibu-ibu yang memperhatikan dirinya. Bahkan penjual di stan makanan itupun tersenyum melihat kelakuan suaminya.


Setelah mendapatkan makanan yang Ia inginkan, Alena mengajak pergi suaminya, dirinya sudah panas telinga, mendengar pujian yang banyak di lontarkan untuk suami nya itu.


"Kenapa masih cemberut?"


Alena hanya diam tanpa menjawab ucapan suaminya, dirinya masih kesal. Nasib punya suami tampan.


Kini keduanya lebih memilih kembali ke mobil. Bimo juga tidak nyaman berada di tempat yang mana semua kaum hawa menatap dirinya seperti obyek tontonan.


Alena sendiri lebih memilih duduk di kursi mobil dengan pintu terbuka, dirinya asik makan Cimol bumbu pedas.


Bimo memeperhatikan istrinya yang begitu lahap memakan cemilan itu tanpa menawari dirinya.


Berdiri bersandar pada badan mobil tangannya bersedakep memperhatikan istrinya dengan tatapan tak berkedip.


Alena mendongak ketika merasa diperhatikan. "Mau?" Tanya nya polos.


Bimo hanya tersenyum dan menggeleng kepala, dirinya lebih tertarik memakan sesuatu yang membuatnya terasa terganggu.


Alena biasa saja, dan kembali memakan cemilannya, banyak jenis makanan yang Ia beli bahkan Bimo sampai bingung gimana cara istri nya itu menghabiskan.


Cup


Bimo yang gemas pun menempelkan bibirnya pada bibir Alena, lidahnya menyapu setiap sudut bibir ranum istrinya.


"Makan ini lebih enak." Ucap nya tersenyum tanpa dosa dan kembali berdiri tegak dengan mulut mengunyah.


Alena mematung, dirinya tidak percaya dengan yang Bimo lakukan.


Bagaiman tidak makanan yang baru dirinya masukkan kedalam mulut seketika berpindah tempat ketika Bimo mengulum bibir nya dan mengambil makanan dari mulutnya untuk dia makan. Alena sendiri dibuat tak percaya suami CEO nya melakukan hal yang menurutnya jijik.


'Jantung gue...tolong.'


.


.

__ADS_1



__ADS_2