
Ren menekan kode password pintu apartemen miliknya yang sudah hampir satu Minggu dia tinggalkan.
Begitu masuk, Ren disambut dengan ruangan yang remang-remang. Rintik hujan di luar membuat sebagian jendela yang mengarah luar terlihat mengembun, Ren meninggalkan kopernya di ruang tengah. Melangkah lebih jauh Ren mendekati pintu kamar milikinya dan juga Alexa. Perlahan dia membukanya agar tidak menimbulkan bunyi yang mengganggu tidur Alexa.
Senyumnya seketika terukir melihat wanita yang dia sangat rindukan meringkuk di bawah selimut tebal yang membungkusnya.
Ren mendekati Alexa yang terlelap, lebih dekat Ren melihat Alexa yang tidur dengan memeluk kemeja miliknya.
"Sebegitunya kalian merindukanku." Gumam Ren tersenyum. Melihat istrinya tidur sambil memeluk kemejanya membuat Ren senang bercampur haru.
"Maaf sayang, aku sudah membuatmu merindu. Pasti kamu selalu memikirkan aku." Ren mengelus kepala Alexa lembut, mencium pelipis Alexa pelan agar tidak mengganggunya.
Setelah itu Ren meninggalkan Alexa untuk membersihkan diri, hanya mencuci wajah dan tangan dan ingin segera menyusul sang Istri kealam mimpi.
Keluar dari kamar mandi Ren masih melihat Alexa meringkuk. Pria itu lekas naik ke atas ranjang dan masuk kedalam selimut yang sama.
"Papa merindukan kalian." Ren menyentuh perut buncit Alexa, dirinya ingat lusa adalah jadwal Alexa kontrol.
Ren memeluk tubuh Alexa, kepalanya Ia taruh dilengan tangannya.
"Em, Mas." Alexa bergumam di bawah alam sadarnya ketika Ren memindahkan kepalanya di lengan.
"Hm, tidurlah." Ren mencium kening dan kepala Alexa. Lalu memahamkan mata untuk menemani sang istri sepertinya malam ini dia akan bisa tidur nyenyak.
.
.
.
Pukul lima pagi, Alexa yang mengerjapkan keduanya matanya perlahan terbuka, ingin bergerak tapi tubuhnya terasa berat, karena seperti ada sebuah benda yang menindih di bawah perutnya.
Menoleh kesamping Alexa terkejut ketika melihat wajah lelap suaminya. "Mas.." Alexa bergumam lirih, tangannya perlahan menyentuh pipi suaminya, utuk menyakinkan jika dia tidak bermimpi.
"Benar kami sudah pulang." Bibir Alexa membentuk senyum, senyum haru dan senang melihat cintanya sudah berada di depan mata.
"Mas.." Panggil Alexa lirih. Tangannya masih setia megusap wajah suaminya yang tidak terusik sama sekali. "Sepertinya kamu lelah sekali, apa tidurmu tidak teratur." Ucap Alexa pelan, seperti mengajak bicara suaminya tapi Ren masih memejamkan matanya.
Alexa ingin beranjak dan menyingkirkannya tangan Ren yang melingkar dibawah perutnya yang buncit.
"Mau kemana?" Ren kembali melingkarkan tangannya, suara begitu berat dan serak. Dia baru tidur beberapa jam.
__ADS_1
"Mau ke kamar mandi mas." Jawab Alexa yang belum jadi beranjak karena tangan Ren masih menahannya.
Ren membuka mata, " Jangan lama-lama." Ucapnya sambil tersenyum tipis.
Alexa ikut tersenyum, lalu menundukkan kepalanya untuk mencium pipi suaminya. "Hanya sebentar." Ucap Alexa lalu beranjak pergi, setelah Ren memindahkan tangannya.
Ren hanya tersenyum, lalu kembali memejamkan matanya, karena masih terlalu mengantuk. Hampir satu Minggu dirinya hanya tidur tiga jam setiap malam dan itu membuatnya begitu lelah.
Kalau tidak begitu Ren bisa lama di Bali bahkan bisa sampai dua Minggu, dan itu tidak mungkin dia berada disana sedangkan meninggalkannya Istrinya di Jakarta. Ren tidak bisa jauh lama-lama dari Istrinya itu.
Setelah melakukan kewajibannya Alexa kembali naik keatas tempat tidur dengan sedikit miring untuk menatap wajah suaminya, tangannya sebagai penyangkalan tubuhnya hingga Alexa bisa melihat wajah Ren dengan jelas.
"Maafin aku mas, aku sudah egois." Ucapnya mengusap rambut suaminya. Alexa sudah menyadari sikapnya yang keterlaluan dan egois. Dirinya sudah takabur dengan perlakuan suaminya yang begitu pengertian dan memanjakan dirinya tanpa pernah memarahinya. Ren selalu mengabulkan apapun yang dia mau, dan Alexa sudah menyesal dengan sikapnya yang kemarin.
"Hm, aku juga minta maaf." Perlahan mata Ren terbuka, dirinya tahu ketika Alexa mengusap kepalanya. Alexa terseyum, senyum manis yang sudah satu Minggu tidak Ren lihat.
"Jangan ulangi lagi, semua aku lakukan demi kebaikan kalian." Ucap Ren menyentuh wajah Alexa.
Alexa hanya mengangguk. "Iya Mas, aku minta maaf." Alexa mencium kening suaminya.
"Aku mau ini." Ren menujuk bibirnya.
"Emph.." Alexa meleguh ketika Ren langsung menahan tengkuknya saat kepalanya akan menjauh. Dan Ren melahap bibir atas bawahnya bergantian dengan menuntut.
"I miss in you.."
Ucapan mesum Ren membuat Alexa memukul dada suaminya.
Alexa tersenyum malu.
Ren bergerak untuk bangun, lalu degan pelan menindih tubuh Alexa.
"Apa ini tidak merindukanku." Tangan Ren turun untuk menyentuh milik Alexa, Ren mengusapnya.
"Masss." Alexa menahan tangan nakal suaminya. "Jangan seperti itu." Ucapnya dengan lirih.
Ren masih melancarkan aksinya apalagi semenjak hamil Alexa cepat sekali terangsang.
"Lalu seperti apa Hem," Tangan kiri Ren tidak tinggal diam, matanya menatap lekat wajah Istrinya yang mulai terbakar gairah.
"Ahh, mass." Alexa menatap sendu suaminya yang suka mempermainkannya.
__ADS_1
"Ini, sengaja untuk menggodaku hm." Ren mengusap pucuk kecil yang sudah mencuat dibalik kain tipis yang Alexa pakai.
Alexa menggeleng dengan tatapan sayunya. Dia memang suka tidur tidak memakai b*ra dan Ren selalu menyukainya.
"Ough.." Alexa meremas rambut Ren, menekan lebih dalam di atas dadanya.
Ren melakukan pemanasan yang cukup membuat Alexa sudah tidak tahan lagi, hingga Alexa meledakkan miliknya yang di sambut dengan lidah hangat suaminya.
"Kita mulai." Ucap Ren mengecup bibir Alexa yang masih mengatur napasnya.
"Ahh, Masss." Alexa mencekram kedua lengan Ren yang berada di sisi tubuhnya, pria itu mulai menggerakkan tubuhnya pelan.
"Emmh, aku merindukan ini sayang, aku tidak akan pernah puas menggunakan tubuhmu, shh." Ren berpacu dengan teratur agar tidak menyakiti bayi didalam kandungan Alexa.
Alexa hanya merintih dan mendesahh, bibirnya tidak sanggup untuk berkata.
"Mas akuh_" Alexa sudah tidak bisa menahan gejolak yang ingin kembali meledak membuatnya kian seperti cacing kepanasan.
"Oh, sebentar lagi sayang." Ren memejamkan matanya, ketika memiliknya terasa begitu terjepit dengan dinding Alexa yang berkedut semakin cepat.
"Masss Ahhh." Alexa meledakkan sesuatu yang begitu membuatnya lemas.
Tak lama Ren juga merasakan milikinya yang sudah tak bisa di tahan.
"Argh."
Napas keduanya memburu dengan bulir keringat yang menetes, pagi ini mereka benar-benar melakukan olahraga pagi, dari belum terbitnya mata hari hingga jendela kamar mereka terlihat terang.
Ren mengecup kening Alexa, lalu bergulir kesamping tanpa melepas miliknya.
"Mass emh." Alexa yang merasakan geli ketika Ren bergerak.
"Hanya ingin dihangatkan, jika kamu bergerak maka dia ingin menumbuk lagi." Ucap Ren menarik Alexa kedalam pelukannya.
Alexa yang lelah, hanya menurut tidak peduli suaminya berkata apa.
Mereka kembali berbaring setelah pergulatan panas di pagi hari. Ren hari ini tidak masuk kerja dan hanya ingin menghabiskan waktu bersama sang Istri.
"I Love you Mas." Ucap Alexa lebih dulu, dan mencium pipi Ren.
"I love you to more."
__ADS_1