Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part99


__ADS_3

Di dalam mobil Bimo masih mencoba menghubungi nomor istrinya, tapi tetap saja nihil.


"Mbak Mirna." Bimo yang mengingat Mirna mencoba menghubungi, tapi lagi-lagi tidak ada jawaban meskipun nomornya aktif.


"Shitt.!!" Bimo melemparkan ponselnya di kursi samping, pikiranya berkecamuk kemana-mana perkataan Alena selalu berputar-putar di otaknya.


"Jika aku tidak ada, maka kamu harus menjaga Alisa."


Kekhawatiran nya semakin menjadi-jadi, Bimo mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Nggak, nggak mungkin Alena ninggalin gue." Bimo fokus pada jalanan di depan matanya memerah menhan gejolak di hatinya yang begitu sesak.


Tak lama mobil mewahnya memasuki gerbang rumah nya yang sudah terbuka lebar dan sepi yang Bimo lihat.


Biasanya tidak pernah pintu gerbang terbuka lebar, dan mas Fandi pasti menunggu di pos jaga.


Kecemasan di hatinya kian bertambah jantungnya semakin berdetak cepat dengan pikiranya yang berkelana kemana-mana.


"Alena..Sayang..!!" Bimo berteriak ketika masih di teras rumah kakinya berlari dengan tidak sabaran.


Braak.

__ADS_1


"Happy birthday to you.."


Sebuah lagu selamat ulang tahun menyapa pendengarnya siapa lagi jika bukan istrinya yang membawa kue ulang tahun dan lilin yang menyala.


Alena maju dengan menyayikan lagu dan tersenyum manis menatap wajah suaminya yang panik kini berubah terkejut.


Di belakang ada Yuda, Mirna, Alisa beserta Fandi mereka sengaja bersekongkol untuk membuat kejutan.


Bagaiman mereka tahu jika Bimo akan pulang kerumah di jam yang tepat, jangan lupakan Yuda yang memasang alat pelacak di mobil yang Bimo kendarai itupun atas permintaan Alena.


"Selamat ulang tahun sayang, semoga apa yang kamu inginkan segera tercapai." Alena menatap lekat wajah suaminya yang tak lepas menatap wajahnya.


Bimo tidak bisa berkata namun sudut bibirnya tertarik membentuk senyum tipis ketika melihat wanita yang dirinya cemaskan dan khawatir kan berada didepanya dengan membawa kue untuk dirinya.


Bimo pun menurut memejamkan mata berdoa dalam hati.


'Tuhan jaga dan lindungi istriku dari apapun' Membuka mata Bimo meniup lilin sampai padam.


Bimo pun memanjatkan doa untuk sang istri, bukan untuk dirinya sendiri. Karena Alena adalah sumber kebahagiaanya.


"Yeee..." Semua bertepuk tangan bahagia.

__ADS_1


"Sayang.." Bimo langsung meraih tubuh Alena kedalam pelukannya erat. Beruntung kue yang Alena pegang tidak sampai jatuh.


Mirna dengan sigap mengambil kue dari tangan Alena ketika melihat sua sejoli itu berpelukan erat yang pasti Bimo meluapkan rasa khawatir nya.


"Maaf, sudah membuatmu khawatir." Alena membalas pelukan Bimo. Dirinya merasakan tubuh Bimo bergetar memeluk dirinya erat. "Maaf Mas." Suara Alena tercekat ketika pundaknya merasa basah.


"Jangan buat aku takut Ale, aku takut." Suara Bimo terdengar serak.


Mereka yang melihat Bimo seperti itu menjadi terenyuh tidak disangka rencana hanya ingin membuat surprise malah membuat seorang Bimo takut dan khawatir.


Mereka meninggalkan dua sejoli yang masih berpelukan dan menuju meja makan yang sudah disiapkan untuk hari bahagia bertambahnya umur Bimo.


Bimo membunyikan wajahnya di ceruk leher Alena.


Alena merenggangkan pelukannya untuk melihat wajah suaminya.


Alena tersenyum dengan mata berkaca-kaca dirinya tidak menyangka jika Bimo pria dingin dan datar itu menangis untuk dirinya.


"Kenapa malah menangis sih." Alena tersenyum dengan tangan mengusap air mata suaminya. "Gak nyangka aku bisa bikin kamu nangis Mas, berarti aku berhasil dong bikin surprise nya." Alena masih mengembangkan senyum nya.


Bimo meraih tangan Alena yang berada di pipinya, menggenggam untuk dirinya kecup.

__ADS_1


"Mungkin hari ini aku menangis tidak berarti sayang, karena kamu masih berada didepan mataku, bayangkan jika kamu benar pergi dariku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi. "Bimo mengecup bibir Alena lembut. "I love you so much..."Bimo kembali melahap bibir Alena. Dirinya melupakan rasa cemasnya dengan mencumbu bibir Alena yang sudah menjadi candunya.


Mereka saling meluapkan rasa cinta yang begitu besar untuk keduanya.


__ADS_2