Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Dendam berakhir panas


__ADS_3

"Papa mengenalnya?" Tanya Aaron menatap Bimo dengan rasa ingin tahu, setelah menceritakan bagaimana dirinya bisa membuat seorang Richard Mauren jatuh bangkrut.


"Ya, dia salah satu rekan bisnis Opa mu dulu." Jawab Bimo dengan menghela napas.


"Opa? maksud papa?"


"Richard Mauren, dulu ingin menjodohkan papa dengan anaknya sewaktu muda, tapi karena mereka menggunakan cara licik, papa membuat mereka malu dan menyesali perbuatannya. Papa kira Richard akan berubah tapi pria tua itu semakin menjadi setelah putri satu-satunya depresi dan meninggal dunia beberapa bulan setelah mereka pindah ke Amrik." Terang Bimo yang mengingat masa lalu.


Setelah dirinyalah mencari tahu siapa yang sudah melukai menantunya dan putrinya Bimo menemukan nama Richard Mauren, dan ternayata ayah dari Siera Mauren wanita yang dulu pernah di jodohkan kepadanya oleh kedua orangtuanya.


Mungkin Richard tidak tahu siapa Aaron yang sebenarnya, jika tahu mungkin bukan Aaron sasaran Richard melainkan kedua anaknya. Dan Bimo yakin Richard melakukan cara licik hanya untuk mempertahankan perusahaan nya yang sudah goyah diambang kehancuran.


"Jadi, dia hanya balas dendam?"

__ADS_1


"Tidak," Bimo menatap menantunya intens. "Richard tidak tahu jika kamu bagian dari keluarga Bagaskara, dan jika dia tahu pasti bukan kamu incaran mereka."


Aaron nampak berpikir, jika hanya motif balas dendam benar yang dikatakan Bimo jika bukan dia sasarannya, bisa jadi papanya atau kedua anaknya, yaitu Sena dan Birendra.


"Papa harap kamu menempatkan penjagaan yang ketat untuk Sena dan kedua cucuku, begitu juga dirimu, biasakan membawa pengawal kemanapun pergi." Ucap Bimo tegas.


"Em, iya lah." Aaron memang tidak pernah membawa pengawal kemanapun pergi, dirinya lebih leluasa sendiri tanpa ada orang yang terus mengikutinya, baginya botak sudah cukup untuk menjadi pengikutnya kemanapun dia pergi. Karena botak asisten sekaligus pengawal pribadinya. Namum jika masalah seperti ini Aaron akan menambah pengawalnya.


Bimo juga merasa sedikit terancam, jika Richard tahu siapa Aaron, pasti Richard bukan hanya mengincar menantunya melainkan keluarga yang lain, dan bumi tidak ingin melihat keluarganya terjadi sesuatu. Meskipun dirinya menaruh orangnya untuk menjaga anggota keluarganya secara sembunyi tapi Bimo akan menambah pengawalan yang lebih ketat lagi demi keselamatan.


"Ada apa Ar?" Tanya Sena yang melihat suaminya sudah kembali ke kamar.


Aaron tersenyum, "Tidak ada, hanya masalah pekerjaan." Jawabnya sambil mendekati Sena yang duduk bersandar di bahu ranjang.

__ADS_1


"Tapi kamu lama sekali di ruang kerja papa." Sena memanyunkan bibirnya cemberut.


Aaron semakin melebarkan senyumnya, "Kenapa? kamu sudah tidak sabaran." Tangannya mencubit hidung Sena.


"Ish, mana ada, aku hanya_"


"Hanya ingin ini."


"Arr..Emm." Sena tersetak ketika tangan Aaron menyentuh kedua dadanya dan merematnya pelan.


Aaron mendekatkan wajahnya untuk melahap bibir tipis yang membuatnya selalu merindu, melumatt dan menyesap bergantian bibir atas dan bawah Sena dengan lembut.


"Emph.." Sena meleguh ketika lidah Aaron menyusup masuk kedalam rongga mulutnya, mengeksplor setiap deretan giginya di dalam sana, merasai rasa manis yang selalu membuat keduanya menggebu-gebu.

__ADS_1


"Umph.." Sena memejamkan mata, ketika bibir basah Aaron turun menyusuri leher hingga dadanya yang terbuka, karena Sena hanya menggunakan gaun tidur dengan belahan dada rendah, sehingga memudahkan Ren untuk menurunkan tali kecil di bahu Sena.


Pluk


__ADS_2