
"Mah di mana Sena?" Tanya Aaron dengan tiba-tiba berdiri di belakang Arin dengan kedua tangan di masukkan ke saku celana.
"Astaga Ar, kamu ngagetin Mama." Arin mengelus dada ketika mendegar suara Aaron dan membuatnya terkejut.
"Ck, Mama kebiasaan ngajak pergi Sena tanpa sepengetahuanku." Bukanya minta maaf, Aaron malah mengomeli Mamanya.
"Ar, Mama hanya membawa Sena jalan-jalan, kamu gak kasihan sama istri kamu setiap hari kamu suruh kerja di dalam kantor. Mama saja sangat malas, dan bosan." Ucap Arin sambil melihat-lihat pakaian dalam di toko itu.
Arin memang sengaja membawa Sena untuk pergi ke Mall, karena Arin tidak mau menantunya itu stres dan lelah setiap hari harus bekerja, dan Arin tidak mau Sena menjadi istri yang sibuk padahal tanpa Sena ikut bekerja harta mereka tidak akan habis meskipun sepuluh turunan, hanya saja memang putranya itu yang tidak bisa jauh dari istrinya.
"Tapi kan_"
"Mah bagaimana?" Sena sedikit membuka pintu kamar pas agar Arin bisa melihat dirinya yang mencoba lingerie yang Arin pilihkan, karena tadi Arin meminta Sena untuk mencoba dan dirinya ingin lihat.
Glek
Aaron menelan ludahnya kasar, ketika melihat Sena yang begitu seksih di matanya, di mana wanita itu terlihat begitu menggoda.
"Bagus sayang." Arin berbinar melihat Sena menggunakan lingerie itu, apalagi pilihanya sendiri ternayata sangat bagus di tubuh Sena.
"Ar..!!" Sena yang baru menyadari ada pria yang menatapnya tak berkedip membuat nya terkejut, dan ternyata Aaron berada di sana menatapnya intens.
Plak
"Kenapa kamu masih disini?" Arin menatap putranya tajam, dia pikir Aaron akan pergi dan menunggu di sofa toko itu, tapi ternyata Aaron malah melihat Sena tak berkedip.
"Eh..sayang.." Aaron ingin meraih gagang pintu kamar pas itu ketika Sena menutupnya dengan cepat, tapi telinganya sudah di oleh Arin lebih dulu.
"Auws..mah." Aaron memegangi telinganya yang terasa sakit. "Apaan sih mah.!!" Aaron menatap Arin kesal, Apalagi mereka tidak berdua di sana, ada beberapa orang wanita yang melihat ke arah mereka, ketika mendengar suara keras Aaron.
"Kamu itu yang apa-apaan." Arin mendelik tajam. "Jangan mesum di tempat umum."
Seperti kertas contekan terbuka, Arin bisa membaca isi dari kepala putranya itu.
"Ish, Mama ngaco." Aaron tidak terima di bilang Mesum, oleh sang Mama.
"Ck. wajah bisa Mama lihat, jika otak kamu itu pasti hanya ada ranjang, olahraga berkeringat." Arin melengos masuk ke dalam kamar pas untuk melihat menantunya.
Aaron membulatkan matanya, mendengar ucapan Arin.
"Yasalam, masa iya muka gue semesum itu." Aaron bergeser menghadap cermin, di mana dirinya berdiri di depan cermin menilai wajahnya sendiri. "Tidak menggambarkan isi otak gue, ck Mama pasti mengada-ada." Aaron pun akhirnya memilih untuk menunggu mereka di sofa yang di sediakan, karena melihat Sena yang seksih tadi membuat milik nya sudah sedikit terasa sesak.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Sena menghampiri Aaron dengan mententeng paperbag belanjaannya.
"Ar.." Sena berdiri di depan Aaron yang sibuk dengan gawai nya, Sena mengintipnya dan ternayata Aaron sedang mengecek email pekerjaan dari kantor.
Aaron yang di panggil mendongak, kini wajah istrinya tersenyum menatapnya, membuatnya ikut tersenyum.
"Sudah selesai." Aaron langsung melingkarkan tangannya di pinggang Sena, memeluk posesif wanitanya dan mengecup kening Sena.
"Ar, malu ihh.." Sena bergerak minta di lepaskan, beberapa pengunjung melihat ke arah mereka, membuat Sena malu.
"Kenapa? kamu pakai baju dinas di depan mama saja tidak malu, dan sekarang kamu aku peluk malu." Ucap Aaron dengan wajah kesal, pura-pura merajuk.
"Bu-bukan begitu tapi, ini tempat umum banyak orang melihat." Sena masih berusaha agar Aaron mau melepaskan rangkulannya, tapi suaminya itu malah semakin mengeratkan nya.
"Baiklah kita cari tempat yang sepi." Tanpa menunggu lama, Aaron menarik tangan Sena untuk keluar dari toko itu, dimana Arin yang masih di kasir mereka tinggal tanpa pamit.
"Ar, mama..?" Sena menoleh kebelakang, dan Arin masih berdiri di depan kasir.
"Mama pulang sendiri, ayolah sayang aku ingin makan sesuatu." Ucap Aaron yang sekarang merangkul pundak sang istri ketika berada di atas eskalator untuk menuju lobby Mall karena lebih dekat.
"Tapi Ar, restorannya sebelah sana, kamu mau makan dimana." Ucap Sena yang heran, tadi suaminya bilangan ingi makan, tapi malah melewati restoran di dalam mall itu.
"Di tempat yang sepi, dan tidak ada yang melihat aku makan." Aaron tersenyum penuh arti, ekor matanya melirik wajah Sena yang tampak bingung, dan tidak mengerti.
Aaron berlari kecil memutar di depan mobil untuk segera masuk ke dalam.
"Ar, kita mau makan dimana?" Tanya Sena ketika dirinya melihat sudah melewati beberapa restoran yang dekat dengan Mall.
"Sebentar lagi santai." Aaron menambah kecepatan mobilnya, dirinya sudah tak sabar ingin memakan istrinya itu sesampainya di hotel.
Mobil Aaron berhenti di hotel yang tidak jauh dari Mall, dimana membuat Sena heran.
"Kenapa ke hotel?" Ucap Sena yang belum menyadari lemesuman suaminya mulai beraksi.
"Ayo.." Tanpa menjawab Aaron mengajak Sena untuk turun, dan menggandeng tangan wanitanya untuk masuk ke dalam.
Setelah mendapatkan kamar VVIP, Aaron segera membawa sang istri untuk memasuki kamar itu, dimana dirinya akan menghabiskan waktu siang panjang dengan sang istri.
"Ar..Emmph.." Sena yang ingin bicara suaranya seketika tertelan oleh ciuman Aaron yang tiba-tiba.
Aaron menghimpit tubuh Sena di balik pintu yang tertutup, dengan memeluk pinggang Sena dan mencumbu bibir sang istri dengan rakus.
__ADS_1
Cukup lama Aaron bermain dengan bibir dan lidah sang istri, hingga Aaron melepasnya setelah merasa keduanya kehabisan napas.
"Ar.." Napas keduanya memburu, dengan kepala mendongak, menatap wajah sang suami yang menatapnya intens.
"Aku menginginkan mu." Ucap Aaron, dengan tangan mengelus pipi Sena, dan tanpa menunggu lama Aaron kembali memangut dan menyesap bibir sang istri lebih intens.
"Engh.." Sena meleguh ketika lidah Aaron menyusup di dalam mulutnya, mengapsen setiap inci di dalam mulutnya, lidah keduanya membelit dengan suara decapan yang khas berciuman.
"Ah..Ar.." Sena memejamkan matanya, ketika kedua tangan Aaron meremat pelan kedua dadanya, dan bibir Aaron menyusuri leher naik turun.
Tangan Aaron yang aktif mulai melucuti pakaian yang Sena kenakan, hingga membuat Sena polos tanpa apapun.
"Emph.."Sena kembali meleguh ketika merasakan lidah basah Aaron menyapa salah satu buah dadanya, kini sekujur tubuhnya meremang ketika merasakan sentuhan Aaron semakin menggila.
Aaron yang sudah berhasil melepas semua pakaian yang dia kenakan, kini berdiri di depan Sena dengan deru napas memburu, Sena yang melihat sang suami berdiri polos di depannya membuatnya memalingkan wajah.
"Ahhk..Ar.." Sena memekik dan langsung melingkarkan kakinya di pinggang Aaron, dan tangannya melingkar di leher ketika Aaron menggendongnya seperti koala secara tiba-tiba membuat Sena terkejut, jantung nya berdegup kencang.
"Sudah siap?" Aaron berbicara di depan wajah sang istri, bahkan dirinya bisa merasakan napas Sena yang berhembus cepat di kulitnya.
"Ar, kenapa_ Aahh.." Sena memejamkan mata diiringi dessahhan yang terdengar seksih di telinga Arron, ketika milik Aaron melesak memasukinya dari bawah, dan posisi ini baru Sena rasakan berada di atas gendongan Aaron dengan penyatuan.
Aaron tersenyum mesum, melihat wajah sang istri yang begitu cantik dan bergairah, membuatnya hasrat nya kian berkobar.
"Kau menyukainya sayang..hm." Aaron berbicara dengan menggerakkan tubuh Sena di atas gendongannya, Sena hanya mengangguk tanpa suara, dirinya merasakan lemas dengan sensasi yang baru dia rasakan.
"Ar..aku.." Kepala Sena mendongak, tubuhnya bergetar dengan kaki mengejang mendapatkan pelepasan pertama yang begitu luar biasa dia rasakan.
"You look so sexy baby." Ucap Aaron dengan napas terengah-engah.
"Sekarang giliran ku."
Jika kedua insan sedang memadu kasih untuk mereguk kenikmatan yang tiada tara, lain halnya dengan Arin yang sibuk menghubungi ponsel keduanya tidak aktif, wanita paru baya yang masih cantik itu mengumpati putranya yang sudah meninggalkannya sendiri, dan membawa Sena pergi.
"Awas saja mau Ar, akan aku balas perbutanmu." Arin yang kesal, langsung pergi dari toko pakaian dalam wanita dengan hati dongkol.
.
.
.
__ADS_1
Sedikit adegan Ehem... Udah boleh kan???🤣