
Ren yang sampai apartemen tidak mendapati istinya pun menjadi khawatir, ditambah sejak tadi ponsel Alexa sama sekali tidak bisa dihubungi.
"Ya ampun Alexa kamu dimana?" Ren sudah frustasi karena mencoba menghubungi Alexa tetap tidak bisa, sedangkan dirinya tidak tahu teman Alexa yang akrab siapa.
Ren akhirnya memutuskan untuk membersihkan diri, dirinya akan menunggu Alexa sampai pulang.
Alexa memutuskan pulang ketika jam hampir jam sembilan malam.
Wanita itu terlalu asik di rumah Gesya, banyak mengobrol dengan ibu Gesya membuatnya seperti mengobrol dengan ibunya sendiri.
Alexa merindukan sosok ibu yang sudah meninggalkannya dua tahun lalu, dimana dirinya yang baru saja bekerja, namun sang ibu memilih untuk pergi menyusul sang ayah.
Ceklek
Pintu apartemen terbuka menpilkan wanita yang sejak tadi Ia tunggu-tunggu.
"Sayang, kamu pulang." Ren langsung memeluk Alexa erat ketika membuka pintu membuatnya terkejut.
__ADS_1
"M-Mas."
"Aku mencarimu, dan menghubungi ponselmu tapi tidak bisa, dan aku tidak tau kamu pergi kemana." Ren kembali memeluk istrinya setelah melepasnya sebentar untuk berbicara. Dirinya merasa lega, Alexa-nya sudah kembali.
Alexa membalas pelukan Ren dan tersenyum, dirinya senang mendapat kekhawatiran dari sang suami. "Maaf ponsel aku lowbed, dan aku tadi menemani Gesya ke rumah sakit, untuk menjenguk sahabatnya."
Ren membawa Alexa untuk duduk di sofa. "Jangan ulangi lagi sayang, kalau pergi bilang padaku." Ren duduk disamping Alexa dan merangkulnya.
"Tadi aku belikan kamu eskrim, tapi sekarang sudah meleleh." Ucap Ren yang memberi tahu Alexa.
"Kenapa bisa meleleh?" Tanya Alexa bingung, jika hanya supermarket dan jarak apartemen mereka tidak sampai memakan waktu lama.
Tutur Ren jujur, dirinya tidak ingin memiliki kebohongan meskipun hanya sekecil apapun, Ren akan berusaha terbuka sekecil apapun itu pada Alexa.
"Lalu, kamu tidak apa-apa kan." Tanya Alexa yang langsung menghadap sang suami.
"Tidak, hanya saja aku mengantar wanita itu kerumah sakit, karena telapak tangan dan lututnya tergores luka." Ucap Ren jujur.
__ADS_1
"Syukurlah, kamu tidak apa-apa." Bukan tanpa alasan Alexa menjawab seperti itu, karena dia tahu jika wanita yang suaminya katakan adalah Maura kakak tirinya.
Dan Alexa juga merasa terharu ketika Ren menceritakan kejadian yang dia alami, dan Ren tidak berbohong dengan ceritanya. Jika dirinya bersama wanita lain ke rumah sakit.
"Apa dia wanita cantik?" Tanya Alexa tiba-tiba, membuat Ren yang menundukkan wajahnya di dada Alexa mendongak. "Cantik karena dia perempuan." Ucap Ren tersenyum, karena melihat wajah cemberut Alexa. "Tapi tidak ada yang lebih cantik seperti istriku ini." Ren menjepit hidung kecil Alexa, membuatnya memukul tangan Ren.
"Sakit mas." Alexa memanyunkan bibirnya dengan mengusap hidungnya yang terasa sakit.
"Maf."
Ren mengecup pucuk hidung, yang sedikit memerah itu.
"Aku mau mandi mas." Ucap Alexa, yang berdiri.
"Mau aku mandiin." Ren menaik turunkan alisnya, tersenyum culas.
Alexa melirik Ren sinis. Dan berlalu pergi dengan wajah meledek sang suami.
__ADS_1
"Ck, Awas kamu ya, selesai mandi aku garap." Ren berucap bercanda. Dirinya tidak mungkin menyentuh sang istri jika dirinya tidak mengijinkan, meskipun dirinya harus ektra berkerja keras untuk menahan hasratnya.
Alexa hanya melengos dan tersenyum, mendengar ucapan sang suami.