Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Keusilan Ren.


__ADS_3

Ren keluar rungan bertepatan dengan papanya yang datang.


"Papa?" Ren yang yang melihat Bimo pun mengurungkan niatnya untuk keluar, dan menunggu Bimo di ambang pintu.


"Kamu mau kemana?" Tanya Bimo yang sudah berdiri dihadapan sang putra.


"Em.." Ren menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Hanya cari angin sebentar." Lanjutnya dengan tersenyum aneh.


Niatnya tadi ingin menemui Alexa, karena istrinya itu tidak membalas pesan ataupun telepon darinya, Ren pikir Alexa marah karena hal tadi pagi.


Bimo mengernyitkan keningnya melihat gelagat Ren yang aneh. "Kerja yang bener, bukanya bermesraan terus." Ucap Bimo yang langsung masuk ke raungan Ren, atau ruangannya dulu ketika masih memimpin disini, dan sekarang ruangan itu pun sudah di desain ulang dengan selera putranya.


Ren mau tidak mau mengikuti papanya untuk masuk ke dalam, kalau seperti ini dirinya pasti tidak akan tenang.


"Tumben papa kesini?" Bimo duduk disofa sedikit jauh dari Bimo tapi masih satu sofa panjang.


"Papa habis ketemu klien didekat sini, dan sekalian mampir, papa juga ingin makan siang bersama kalian juga." Bimo duduk dengan menyandarkannya punggungnya disofa.


Ren mengangkat satu alisnya dan tersenyum menyeringai. "Baiklah aku hubungin Alexa dulu." Ren ingin menghubungi Alexa tapi Bimo langsung mencegahnya.


"Tidak perlu, kita samperin saja keruangan kerjanya."


Ren melihat jam di pergelangan tangannya lima lima menit lagi jam istirahat.

__ADS_1


"Baiklah ayo." Ren pun berdiri diikuti Bimo, dan mereka keluar bersama untuk menjemput Alexa, yang pasti akan membuat gosip tadi pagi semakin panas.


Lantai tujuh adalah tujuan keduanya.


Ting


Pintu lift terbuka, mereka keluar sudah membuat beberapa karyawan sudah kasak kusuk, pasalnya bos besar, dan CEO mereka tidak pernah menginjakkan kaki di lantai itu bersamaan, dan sekarang mereka datang bersama menuju divisi keuangan.


"Lexa, kita makan bareng yuk?" Ajak Mita dan rekan yang lain, terkadang mereka juga tidak pernah kumpul disaat jam makan, ada saja yang membuat mereka sibuk.


Dan hari ini kebetulan mereka punya waktu untuk makan bersama di kantin.


"Aku_"


Mata mereka terbelalak melihat dua pria yang begitu penting di kantor ini.


"Siang pak." Mereka semua menunduk hormat melihat bos besar, dan CEO utama masuk keruanganya.


Alexa yang melihat rekannya menunduk ikut menunduk juga, meskipun dirinya masih terkejut dengan datangnya suami dan papa mertuanya.


Ren yang melihat wajah Alexa, tertawa dalam hati, senang. Idenya membuat Alexa terkejut berhasil dan Ren sengaja membiarkan papanya mendatangi divisi isterinya.


'Salah siapa tidak membalas, atau mengangkat telepon ku.' Batin Ren tertawa bahagia.

__ADS_1


"Em, Pak." Mau tidak mau Alexa maju dan menyalami papa mertuanya, mencium punggung tangannya.


Alexa sengaja memanggil dengan sebutan pak, agar mereka semua tidak semakin curiga, namun netizen memanglah lebih pintar dan jeli. Buktinya ada yang diam-diam memotretnya ketika bersalaman.


"Apa kamu masih sibuk?" Tanya Bimo setelah Alexa berdiri disamping suaminya.


"Tidak Pah_pak." Alexa gugup sampai bibir nya berbelit.


Ren hanya tersenyum cengengesan, melihat istrinya yang gugup.


"Papa ingin mengajak kalian makan siang bersama, ayo.." Ucapan Bimo lagi-lagi membuat kelima orang yang berada di sana semakin sesak napas.


"Pa-pa?"


Rekan Alexa melebarkan bibir nya melihat Alexa yang ternyata sudah dekat dengan bos besar bahkan Alexa memanggilnya papa.


Alexa kikuk sendiri, apalagi melihat rekan nya yang syok.


"Ayo Pah, sebaiknya kita pergi sekarang." Ucap Ren yang mengerti jika istrinya mulai tidak nyaman.


Ren pun merangkul pinggang Alexa, dan mereka keluar bersama setelah mengucap salam dengan para karyawan.


"OMG..dada gue, plis sesek banget."

__ADS_1


Mereka semua sampai tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, baru kali ini ruangan mereka di sambangi bos besar bersama CEO hanya untuk menjemput Alexa.


__ADS_2