Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Mencari pelaku.


__ADS_3

Ren keluar dari restoran segera mengendarai mobilnya untuk menjemput sang istri.


Karena tidak tahu rumah Gesya di mana Ren mencoba untuk menguhungi Alexa, belum sempat mendial nomor Alexa sudah ada pesan masuk lebih dulu dari sang Istri.


Ting


Ren membuka pesan Alexa, yang dia pikir Alexa mengirim alamat rumah Gesya.


"Mas datang ke rumah sakit xxx, aku disana.."


Deg


Ren yang membaca seketika jantungnya berhenti, ada apa lagi dengan Alexa?


Ren yang tidak ingin berasumsi macam-macam, dirinya mencoba menguhungi Alexa.


"Halo mas.."


Suara di seberang sana membuat Ren merasa lega, hembusan napas lega keluar dari bibir Ren.


"Sayang, kamu sedang apa disana? bukannya kamu di rumah Gesya?"


"Iya, maaf aku tidak jadi kerumah Gesya, dan sekarang kami sedang berada dirumah sakit, mas kesini saja jemput aku." Ucap Alexa yang tidak ingin suaminya tahu dulu tentang keadaanya, karena tidak ingin membuat Ren panik.

__ADS_1


"Yasudah aku kesana, lagian ini juga sebentar lagi sampai,"


"Iya mas, aku tunggu. Hati-hati di jalan.."


"Iya sayang, bye.."


Sambungan telepon terputus, Ren menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai.


"Lex, maafin aku." Gesya, yang duduk di atas ranjang sebelah Alexa menatap Alexa sendu, dirinya pasti akan kena marah oleh suami Alexa.


"Kenapa minta maaf Sya, ini bukan salah kamu." Alexa tersenyum, dirinya mendapat perban di bagian telapak tangan kiri dan bagian kaki di bawah lutut, bahkan Alexa juga terluka cindera kecil dibagian pergelangan kaki sehingga harus diperban juga dengan kain elastis.


"Gara-gara aku kamu jadi terluka, pasti pak Ren marah melihat istrinya terluka seperti itu karena jatuh dari motor."


Gesya juga mengalami cidera pada bagian kaki karena tertimpa motor, dua kali dirinya bersama Alexa dan dua kaki juga Alexa terluka.


Srekkk..


Seseorang membuka gorden dan munculah Ren dengan wajah panik.


"Sayang, kamu kenapa." Ren langsung menghampiri Alexa dan memeluknya, mencium pucuk kepalanya dengan penuh kasih sayang.


"Tidak apa-apa hanya luka kecil," Alexa tersenyum untuk menyakinkan suaminya. "Kenapa wajah kamu panik begitu?" Tanya Alexa yang masih melihat kepanikan di wajah suaminya, bahkan napas Ren tak beraturan bisa Alexa dengar.

__ADS_1


"Di depan suster mengatakan jika kamu kecelakaan dan korban tabrak lari, aku tidak bisa berfikir yang ada kamu terluka parah." Ren memeluk kepala Alexa dan kembali menciumnya.


Gesya yang melihat bosnya khawatir dan begitu takut membuatnya tersenyum tipis.


"Aku takut kehilanganmu." Ren bicara dengan bibir mencium kepala Alexa. Sungguh dirinya sangat takut jika terjadi sesuatu dengan Alexa.


"Kau tidak apa-apa, hanya luka sedikit besok juga sudah sembuh." Alexa menyakinkan suaminya.


Ren melepas pelukannya, dirinya mengambil duduk disamping ranjang Alexa.


"Kenapa bisa seperti ini?" Tanya Ren lagi dengan menggenggam tangan Alexa.


"Kami naik motor bocengan dengan Gesya_" Alexa menceritakan kejadiannya. Bagiamana mereka bisa tertabrak dan jatuh, beruntung mereka hanya mengalami luka ringan tidak ada yang parah.


"Apa kalian mengenali mobilnya?" Tanya Ren menatap Alexa dan Gesya bergantian.


"Tidak mas_"


"Mobil berwarna merah platnya xxxx" Ucap Gesya yang memang sempat melihat mobil dan platnya.


Ren segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Hallo, cari tahu mobil dengan plat xxx, kalian cari bukti di jalan xxx sekitar sana pasti ada rekaman cctv." Ucap Ren pada seseorang diseberang sana.

__ADS_1


"Segera lakukan."


Ren menutup sambungan teleponnya. "Mereka akan menemukan pelakunya, tidak usah khawatir." Ren mengelus kepala Alexa.


__ADS_2