
"Jadi selama ini kamu tinggal disini?" Tanya Yuda yang sedang memakan cemilan yang tadi Alena beli di supermarket.
Alena sengaja membawa kedua pria yang kedatanganya tak di duga salah satunya adalah suaminya sendiri.
"He'um, dan kalian sekarang berhasil menemukanku." Alena terkekeh seraya memberikan minuman kaleng kepada suaminya, karena Alena tidak mempunyai kopi di kontrakannya.
"Terima kasih sayang." Bimo menerima minuman yang Alena berikan.
Alena tersenyum dan duduk di samping suaminya, mereka sedang berada di ruang tamu.
Yuda hanya manggut-manggut mendengar ucapan Alena. "Awalnya aku tidak yakin jika laporan yang diberikan anak buah ku itu beneran kamu, karena foto yang mereka kirim foto tranformasi mu yang sekarang, jadi membuat aku pangling." Ucap Yuda dengan menunjuk Alena yang sekarang berpakaian lebih tertutup.
"Tapi karena suami yang sangat mencintaimu itu begitu yakin jika foto wanita itu adalah dirimu, dan ternyata memang benar." Yuda tertawa.
Bimo hanya diam, dirinya malas menanggapi ucapan sahabatnya itu. Tangannya merangkul pundak Alena, sedangkan tangan satunya mengelus perut Alena yang memberi gerakan kecil ketika tangannya menyentuhnya. Bibirnya selalu tersenyum perasaanya membuncah bersama rasa bahagia yang begitu nyata.
__ADS_1
"Aku tidak tahu harus berterima kasih atau menyalahkan mu." Ucap Alena berhenti menatap Bimo yang juga sedang menatapnya karena mendengar ucapnya.
"Maksud kamu apa sayang?"
Yuda hanya diam menyimak kata yang akan Alena ucapkan selanjutnya.
"Mungkin tepatnya berterima kasih karena sudah menemukanku dan bisa bertemu dengan suami yang sangat aku rindukan." Tanyanya mengelus wajah Bimo. "Dan karena kalian sudah melihat keadaanku baik-baik saja, maka kalian bisa tenang untuk kembali ke kehidupan kalian." Alena berbicara dengan pandangan mata ke arah lain, dirinya tidak bisa jika harus menatap mata suaminya.
"Kenapa kamu bicara seperti itu." Yuda menimpali dengan apa yang Alena katakan.
Alena menarik napas dalam beberapa kali agar jangan sampai dirinya terlihat lemah di depan suaminya. "Maaf jika sudah meninggalkanmu, tapi percayalah aku disini baik-baik saja dan akan merawat mereka dan menjaga mereka dengan baik.." Ucapnya dengan setenang mungkin, meskipun gejolak dadanya terasa sesak.
Bimo tersenyum masam, menatap lekat wajah istrinya. "Kamu tidak mau pulang denganku hm." Ucapnya menatap Alena tajam.
Yuda yang mengerti suasana nya menjadi tegang memilih pergi keluar, karena ingin membiarkan mereka menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.
__ADS_1
"Bukan tidak mau, tapi aku tidak bisa." Sekuat tenaga Alena menahan agar air matanya tidak tumpah.
"Omong kosong." Bimo melepas kedua tangannya dari pipi Alena, dirinya mengambil kaleng minumannya dan meneguk nya hingga tandas.
Dadanya terasa ingin meledak mendengar apa yang Alena katakan hingga membuat dadanya sakit.
"Mas..lihat aku." Alena menarik lengan Bimo agar mau melihatnya.
Bimo masih memalingkan jawabnya, entah mengapa hatinya sakit sekali mendengar ucapan Alena yang seakan dirinya tidak di butuhkan lagi. Matanya memerah menahan amarah dan kekecewaan, meskipun dirinya tahu Alena bicara seperti itu pasti masih merasa trauma dengan apa yang pernah mereka lakukan kepada istrinya itu.
"Mas.."Alena meraih wajah Bimo dengan kedua tangannya.
Cup
Alena mengecup bibir Bimo dengan mata terpejam, merasakan perasaan hangat yang mengalir begitu saja dalam dirinya.
__ADS_1
Bimo membalas kecupan yang Alena berikan, dirinya merindukan saat seperti ini setiap hari, degub jantungnya tak bisa dibohongi karena dirinya begitu mencintai istrinya ini.