
Waktu libur mereka hanya digunakan untuk bercengkrama dan berolahraga di atas ranjang, Ren ingin malaikat kecil segera hadir kembali di rahim sang istri, oleh karena itu Ren gencar membuat istrinya bermandi peluh setiap ada kesempatan.
"Mas, kita mau kemana?"
Keduanya sedang ada di dalam mobil, jam menunjukan pukul lima sore, dan Ren mengajak istrinya keluar dari apartemen, setelah sehari semalam membuat Alexa mendesahh di bawah kungkungan nya.
"Ke suatu tempat yang belum kamu tahu." Ucap Ren tersenyum sekilas menatap sang istri.
Alexa hanya diam, dirinya memang tidak tahu akan di bawa ke mana oleh Ren.
Tak lama setelah dua puluh menit berkendara mobilnya sampai di tempat yang Ren tuju. Tempat dimana istrinya belum pernah Ia ajak kesana.
Alexa hanya diam melihat hamparan tanah didepanya tanpa bertanya dirinya pun tahu ini tempat apa, dan Alexa sekarang tahu mau dibawa kemana dirinya.
"Kamu belum aku kenalkan dengan Mama." Ucap Ren menggandeng tangan Alexa untuk memasuki area pemakaman.
Alexa menurut dirinya tidak tahu jika Ren akan membawanya ke sini, dimana mama mertuanya beristirahat.
__ADS_1
Ren berhenti tepat di samping gundukan tanah yang tingginya hanya satu jengkal dengan rumput hijau yang menutupi.
"Mah apa kabar?" Ren tersenyum tangan kanannya mengusap nisan yang bertuliskan Alena Adhisti.
"Aku bawa istri aku untuk bertemu mama." Ren menatap Alexa sekilas, tangan kirinya masih menggenggam erat tangan Alexa. Keduanya berjongkok di depan pusara sang Mama.
"Mah, dia adalah wanita yang Ren cintai. Ren harap Mama senang melihat Ren bersama dengan orang yang Ren cintai." Ren berbicara dengan bibir tersenyum, namun hatinya begitu sedih. "Mama tidak usah khawatir aku dan kakak akan selalu menjaga papa." Wajah Ren berganti sendu mengingat papanya. "Kami pasti akan menjaga papa dengan baik, seperti papa menjaga kami."
Tes
Kehilangan seorang ibu sejak lahir adalah hal yang menyakitkan apalagi belum pernah merasakan kasih sayang ibu yang sudah melahirkan kita, bahkan mungkin mereka juga belum pernah meminum ASI untuk pertama kali. Alexa bisa merasakan kesedihan yang suaminya rasakan, meskipun dirinya pernah kehilangan setidaknya Alexa masih bisa merasakan kasih sayang kedua orang tuanya.
"Mama yang tenang disana, kami disini sudah bahagia." Ren tersenyum mengusap nisan sang ibu. Entah mengapa ketika mendatangi makan Mamanya Ren selalu menangis.
Ren berdiri, membuat Alexa ikut berdiri karena tangannya masih di genggam. Keduanya melihat pusara Alexa yang di taburi bunga mawar merah dan putih masih segar dan ada sebuket bunga yang sama di atas pusara Alena.
"Papa pasti setiap hari kesini, hanya untuk melihat mama." Ucap Ren yang melihat bunga masih segar. "Mungkin Mama bukan cinta pertama papa, tapi mama adalah cinta terakhir papa hingga akhir hayat." Ucap Ren lagi tersenyum tipis.
__ADS_1
Alexa ikut tersenyum, dirinya sedikit tahu tentang papa mertunya ketika masih bekerja di BGS dulu.
"Semoga Mama selalu bahagia disana." Ren Mendokan sang mama, lalu mengajak Alexa pergi dari sana karena sebentar lagi hari sudah mulai petang.
"Besok antar aku ke makan kedua mertuaku." Ucap Ren ketika mereka sudah sampai disamping mobilnya.
Alexa tersenyum dan mengangguk. "Aku juga akan memperkenalkan suami yang aku cintai ini." Alexa mencubit pipi Ren gemas, untuk menghibur hati Ren yang masih sedih dan Alexa bisa melihat dari tatapan matanya.
"Ya, dan kamu harus bicara yang baik-baik tentang aku." Ren membukakan pintu mobil untuk Alexa masuk.
"Gak janji."
.
.
Jangan lupa mampir di karya Author yang lainnya yang sayaonkk..🥰 Klik profil Author LIKE,,KOMEN JANGAN LUPA,😘
__ADS_1