Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part92


__ADS_3

"Tante bagaiman? apa Tante berhasil menyakinkan gadis itu?" Tanya Siera dengan wajah penasaran.


Siera menemui Leina di cafe yang sama setelah Alena pergi lebih dulu.


Leina tersenyum menatap Siera dengan wajah penasarannya. "Kita tinggal lihat sayang, jika dia tidak mundur maka Tante masih punya cara lain." Ucap Leina dengan penuh keyakinan.


"Aku seneng deh, punya calon Mama mertua yang pro kaya Tante." Siera memeluk Leina.


"Tante juga senang jika memiliki menantu cantik dan pintar seperti kamu." Leina pun membalas pelukan Siera.


'Bagus, aku tidak perlu mengotori tanganku untuk membuang gadis OB itu'. Batin Siera tersenyum sinis.


Siera mengadu kepada Leina jika dirinya tidak dianggap ketika datang menemui Bimo karena adanya Alena, dan Siera selalu menambahkan kata-kata untuk menjelekkan Alena di mata Leina.


"Tante, bagaiman kalau Tante bicara pada Bimo agar mau menikah denganku." Siera berbicara tanpa rasa malu.


"Tentu saja sayang, Tante pasti akan bicarakan hal ini."


Siera tersenyum lebar, dalam hati dirinya pasti akan mendapatkan pria dingin itu.


.


.

__ADS_1


"Sayang, kamu tidak mau mengajakku bulan madu?" Tanya Alena yang sedang rebahan di pangkuan Bimo.


Setelah makan malam dan berbincang menemani Alisa mereka kembali ke dalam kamar setelah Alisa masuk kamar untuk tidur.


Duduk bersandar di kursi sofa dengan pemandangan layar televisi yang menyala, tangan Bimo mengelus rambut Alena lembut.


"Kamu mau kita pergi kemana?" Tanya Bimo menatap wajah istrinya yang berada di pangkuannya.


"Kemana saja, tapi aku ingin naik balon terbang." Ucap Alena yang ingin sekali merasakan naik balon terbang seperti yang pernah dirinya lihat banyak postingan di sosial media.


Bimo tersenyum mendengar ucapan Alena. "Itu sudah lewat sayang, festival balon udara Cappadocia di Turki." Bimo tersenyum geli melihat wajah istrinya yang tiba-tiba cemberut.


"Pilihlah tempat yang kamu inginkan, kalau sudah ketemu katakan, nanti aku akan atur cuti untuk kita bulan madu." Ucap Bimo dengan mengecup hidung Alena sekilas.


"Hm.. baiklah nanti akan aku pikirkan ingin kemana." Ucapnya dengan senyum bahagia.


"Apa kamu belum mengantuk?" Tanya Bimo yang melihat jam sudah pukul sembilan malam lebih 45menit.


"Hm, aku masih ingin seperti ini." Alena memiringkan tubuhnya sehingga wajahnya menghadap perut Bimo.


Alena yang usil malah memasukan kepalanya ke dalam kaus yang Bimo kenakan, sehingga hidung dan bibirnya menyentuh permukaan kulit perut Bimo.


"Sayang jangan menggodaku." Bimo menahan gejolak yang baru saja hadir, ketika bibir tipis Alena mengecup samar perutnya.

__ADS_1


"Hm.." Alena hanya bergumam, dirinya asik menggoda perut suaminya.


Bimo yang gemas pun melepas kaus yang dirinya pakai sehingga nampak dirinya bertelanjang dada.


"Kenapa di lepas?" Tanya Alena dengan wajah mendongak.


"Kamu menggodaku sayang." Bimo tersenyum menyeringai.


"Tidak." Alena menggeleng kepala dan menegak kan tubuhnya untuk duduk.


"Mau kemana hm." Bimo menarik pinggang Alena ketika dirinya hendak berdiri dan kini malah jatuh diatas pangkuan Bimo.


"Jangan sekarang Yank, aku capek." Ucap Alena mengerucutkan bibirnya, tangannya mengelus pipi suaminya.


"Terlambat kau sudah membangunkan yang di bawah sana." Bimo semakin menekan pinggang Alena.


"Engh."


Tersenyum tipis, mulutnya yang bicara tapi tubuhnya yang bereaksi.


"Satu ronde saja untuk malam ini." Bimo Melummatt bibir bawah Alena.


"Hm..satu ronde mu bisa dua jam yank, aku lelah." Ucapnya merengek manja."

__ADS_1


Bukanya kesal Bimo malah tertawa, dan langsung menggendong tubuh istrinya membawanya ke ranjang besarnya.


"Kita mulai.."


__ADS_2