Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part147


__ADS_3

Empat orang berbeda generasi itu memasuki kedai restoran Weni yang masih cukup ramai, karena jam istirahat belum selesai.


Mereka yang sedang menikamati makan siang pun mengenali dua orang paru baya yang baru saja masuk, yaitu pemilik pabrik tempat mereka bekerja.


Semua yang di lewati menyapa pemilik pabrik itu, bahkan setelah itu semua orang melihat dua orang pria muda yang sedang berjalan di belakang mereka.


Desas desus pabrik yang akan di jual sudah terdengar hingga ke telinga para pekerja, membuat mereka semua merasa khawatir jika pabrik itu akan di tutup dan pasti mereka semua akan menjadi pengangguran.


Bimo dan pemilik pabrik bernama Pak David memilih duduk di meja pinggir jendela.


"Selamat siang tuan-tuan, silahkan mau pesan apa?" Lisa menyerahkan buku menu. Dirinya sedikit kikuk dan malu mengetahui jika pria tampan yang kemarin sempat dirinya goda adalah suami dari Alena.


"Keluarkan saja menu terenak disini semua, karena hari ini saya kedatangan tamu penting." Ucap pak David.

__ADS_1


"Baik tuan." Lisa menunduk hormat dan pergi dari sana.


Banyak para karyawan yang sedang makan berbisik-bisik tentang pak David yang akan menjual pabrik nya itu dan pasti mereka merasa terancam menjadi pengangguran.


"Dulu kedai ini sempat sepi karena katanya makananya kurang enak dan menarik, tapi sekarang mulai ramai sejak tujuh bulan lalu, ketika seorang wanita membantu pemilik kedai ini." Ucap nyonya Diana istri pak David.


"Jadi dulu para pekerja banyak yang membawa bekal, mereka lebih memilih membawa makanan dari rumah dari pada makan disini, tapi lihat sekarang, semuanya hampir makan disini karena ada yang bilang makanan disini enak dan harganya pun murah." Nyonya Diana bercerita panjang lebar, dulu bagaimana kedai Weni sepi dan sekarang menjadi ramai.


"Apa ibu tau siapa wanita itu?" Pancing Yuda melirik Bimo yang hanya diam mendengarkan.


"Lalu di mana suaminya itu?" Yuda hanya menahan tawa, ketika Bimo menatap nya tajam.


Pak David pun hanya diam mendengarkan saja.

__ADS_1


"Katanya ada di Jakarta, dan dia kabur kesini karena pernikahannya tidak di restui oleh ibu dari suaminya.. Jika saja saya memiliki putra makan saya akan menjodohkan anak saya dengan wanita itu, meskipun dia sedang hamil..bodoh saja mertua yang menyia-nyiakan menantu baik dan cantik seperti itu apalagi pintar memasak..sudah pasti menantu idaman saya." Nyonya Diana terus bicara sampai hidangan yang mereka lesan datang.


Yuda sudah tak tahan menahan tawanya ketika melihat raut wajah Bimo sudah terlihat kesal dan merasa malu menjadi satu.


"Silahkan tuan-tuan dan nyonya." Ucap Lisa mempersilahkan.


Eh..boleh minta tolong?"


"Iya nyonya, ada yang bisa saya bantu."


"Tolong panggilkan nak Alena kesini bilang ibu Diana ingin bertemu." Ucap nyonya Diana pada Lisa.


"Baik nyonya."

__ADS_1


"Ayo nak silahkan di coba, ini menu favorit disini." Pak David menunjuk menu andalan di kedai itu pada Bimo.


Bimo hanya tersenyum melihat menu itu, karena menu itu juga salah satu menu favorit nya ketika bersama istrinya.


__ADS_2