
Ren tiba di kantornya setelah dua hari dirinya keluar kota, semua karyawan yang masih berada di lobby menundukkan wajahnya ketika atasan mereka melintasi lobby.
Termasuk Alexa yang baru saja tiba bersama Diaz, kebetulan mereka bertemu di parkiran dan memutuskan untuk berjalan bersama masuk ke lobby.
Jika yang lain masih menundukkan kepalanya, lain dengan Alexa yang sudah mengangkat wajahnya untuk melihat pria yang beberapa hari ini tidak bisa dia temui karena berada di luar kota.
Tatapan mereka bertemu beberapa detik, hingga Ren lebih dulu memutuskan kontak mata, entah mengapa Alexa melihat wajah datar dan tatapan itu begitu dingin. Tidak ada tatapan sewaktu mereka bersama, tatapan hangat Ren dan juga perhatiannya.
Alexa tertegun, dirinya ingin menghampiri Ren tapi setelah sadar dirinya berada di mana, Alexa mengurungkan niatnya, nanti dirinya akan menemui pria yang masih status suaminya itu di ruangannya saja.
"Ayo.." Suara Diaz menyadarkannya dari menatap punggung yang semakin menjauh dan hilang di dalam lift.
Alexa memang belum memberi tahu Diaz tentang kejadian yang menimpanya dan dirinya yang sudah menikah. Namun Alexa sudah menegaskan jika mereka sudah tidak lagi bisa bersama, meskipun Diaz tidak terima dan memaksa, Alexa tetap kekeh pada pendirinya, dan sekarang Diaz mencoba untuk membuat Alexa kembali padanya.
Satu jam dua jam, waktu cepat berlalu hingga jam Istirahat kantor tiba.
Alexa lebih dulu keluar dari ruangannya karena dia ingin menemui suaminya.
"Lex, kenapa buru-buru?" Tanya rekan yang meja kerjanya persis di sampingnya.
"Ada perlu mbak." Ucapnya sambil menyengir.
__ADS_1
Alexa segera keluar dan menuju lift untuk mengantarnya ke lantai sepuluh di mana rungan suaminya berada.
Dengan perasaan berdebar dirinya tidak sadar mengulas senyum.
Raungan lantai sepuluh kosong, mungkin mereka sudah keluar untuk Istirahat di kantin kantor. Dan Alexa juga tidak bertemu Angel sekertaris Ren.
"Masuk aja kali ya, mungkin dia di dalam." Ucapnya pada diri sendiri ketika melihat pintu besar raungan CEO.
"Semoga dia ada." Ucapnya dengan penuh harap, karena jujur Alexa merindukan suaminya untuk sekarang.
Brak
Ketika membuka pintu Alexa di kejutkan dengan pria dan wanita yang sedang berduaan, wanita itu berdiri di belakang Ren yang duduk dengan memijat bahu Ren.
Siapa dia? batin Alexa.
"Maaf, saya kira tidak ada orang." Alexa buru-buru menunduk, menyembunyikan perasaannya yang langsung mencolos.
Ren yang melihat Alexa berdiri di depan pintu hanya diam, sedangkan wanita itu mengangkat alisnya acuh.
"Ada apa?" Tanya Ren datar.
__ADS_1
Menatap Alexa yang masih menunduk.
"Tidak ada pak, maaf saya sudah mengganggu." Alexa buru-buru berbalik tanpa menatap dua orang yang menatapnya dengan berbeda-beda.
Wanita yang masih berdiri di belakang Ren menatap intens Alexa dari atas sampai bawah dengan seringai tipis dibibir nya.
"Tunggu dulu?" Panggil wanita itu ketika Alexa sudah ingin keluar. "Tolong bikinkan saya minuman dingin, karena cuaca hari ini panas, kebetulan tidak ada orang yang bisa saya suruh." Wanita itu melirik Ren yang menatapnya tajam, dan di balas hanya dengan senyum manisnya.
Dan perlakuan keduanya tidak luput dari tatapan Alexa, yang melihat wanita cantik itu tersenyum manis.
Alexa hanya mengangguk tanpa menjawab. Dirinya segera pergi untuk membautkan pesanan tamu bosnya, meskipun bukan pekerjaannya tapi dirinya sudah terlanjur.
"Ck. Lebih baik kakak pergi..!!" Ucap Ren kesal pada wanita yang malah tertawa terbahak-bahak.
.
.
Jangan lupa????
Like, komen kalian😘
__ADS_1