Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Cinta yang terbalas


__ADS_3

"Mas I love you." Ucap Alexa dengan menatap suaminya, ini pertama kali dirinya mengutarakan perasaannya, dan sekarang adalah momen yang sangat pas bagi Alexa.


Ren yang mendengar ucapan cinta Alexa tersenyum lebar, dadanya berdebar membuatnya bahagia.


"A-apa? aku tidak dengar." Ren menyentuh wajah Alexa dengan kedua tangan nya.


Tangan Alexa menyertuh kedua tangan Ren yang berada di pipinya, keduanya saling bertatap. " Aku mencintaimu suamiku." Ulang Alexa dengan bahasa yang berbeda, namun memiliki arti yang sama.


Ren pun semakin tak percaya, Alexa membalas perasaannya. "Aku lebih mencintaimu, i love you more my wife." Ren mengecup kening Alexa dengan kebahagiaan, dirinya memeluk sang istri penuh rasa haru. "Terima kasih sudah menerimaku sepenuhnya."


Alexa hanya menganggukkan kepalanya, tersenyum manis untuk sang suami.


Dan tak lama bunyi kembang api terbesar di nyalakan hingga membuat pengunjung histeris karena takjub.


Ren memeluk tubuh Alexa dari belakang, Alexa sampai ikut berteriak ketika bunyi keras meledaknya kembang api di atas sana.


Keduanya menikamati malam yang begitu mengesankan, dimana perasaan cinta Ren di balas oleh sang istri, dan itu adalah hal membahagiakan bagi Ren yang menunggu ungkapan kata cinta dari sang istri.


.


.


.


"Emph..Mas ah." Alexa bergerak gelisah ketika miliknya mulai berkedut dengan Hujaman keras dan cepat yang Ren lakukan.


"Sebentar sayang aku akan segera sampai." Ren menggeram semakin lama miliknya semakin terjepit tak tertahan membuatnya semakin frustasi.


"Ough.. Mas akuh.." Alexa sudah tidak tahan dengan gelombang yang mendesaknya ingin segera di hempaskan.


"Shh, milikmu ahh" Ren tidak bisa meneruskan ucapanya ketika tubuh Alexa bergetar, bertanda Alexa akan mencapai puncaknya.


Bunyi percintaan mereka mendominasi kamar hotel mewah itu, di mana Ren yang semakin berpacu untuk mengejar pelepasan.


"Mas, ahh.." Alexa lebih dulu mencapai nya, dan Ren semakin bergerak cepat hingga hentakan terakhir membuatnya meleguh panjang.


"Alexa.. Arrghh.." Ren menekan miliknya dalam ketika peluru miliknya menyembur.


Ren ambruk di atas dada Alexa dengan napas keduanya yang memburu. "Terima kasih sayang." Ren mengecup kening Alexa, dan tubuhnya bergulir pelan kesamping tanpa melepas miliknya didalam sana.


Alexa yang masih ngos-ngosan hanya tersenyum, melelahkan tapi juga membuatnya ketagihan hingga ingin melakukannya lagi.


"Mas, engh." Alexa sedikit mengerjakan miliknya, ketika merasakan milik Ren masih di dalam sana yang masih mengganjal.


Ren yang matanya terpejam menjadi terbuka, merasakan bibirnya ke kecup.

__ADS_1


"Sayang_" Belum sempat dirinya berucap, Alexa sudah lebih dulu bangun dan duduk di atas pusat milikinya yang masih menyatu. "Ah.." Ren meleguh ketika merasa miliknya kembali bangun.


"Aku ingin lagi," Ucap Alexa dengan nada manja bercampur malu.


Ren tersenyum kegirangan. "Just for you." Ren menyambar tengkuk Alexa, membuat Alexa menunduk untuk membalas lumattan dan cumbuan yang Ren lakukan.


Keduanya kembali mengulangi pergulatan panas yang melelahkan namun membuatnya candu yang tidak bisa di hindari.


Alexa menggerakkan tubuhnya sesuka hati, dirinya memberi pelayanan ektra kepada sang suami. Jika biasanya Ren yang meminta ronde ke dua, sekarang Alexa yang memintanya, entah ada apa dengan dirinya yang ingin kembali dipuaskan setelah kelelahan.


"Ough..sayang kamu begitu ah," Tangan Ren terus bekerja untuk memuaskan kelembutan Alexa yang semakin besar dan padat, membuat tangan Ren gemas untuk meremasnya kuat.


"Ah, jangan kuat-kuat." Alexa memekik ketika Ren meremas miliknya kuat.


Bukanya berhenti Ren malah menyambar pucuk kecil yang mencuat.


Alexa terus bekerja, membuat Ren semakin frustasi karena rasa yang begitu mengeelitik dalam dirinya.


"Lebih cepat sayang." Tangan Ren membantu pinggang Alexa untuk bergerak lebih cepat karena dirinya sudah ingin meledak.


"Sayang, akuh_" Alexa belum selesai bicara ketika Ren menekan kuat milikinya, bersamaan keduanya mencapai puncak.


"Arrgh.."


.


.


Ren tanpa menjawab, langsung membawa sang istri untuk ikut mengantri seperti anak-anak yang juga mengantri.


"Pantas saja kamu manis, sukanya makan eskrim." Ucap Ren yang berdiri di samping sang istri, untuk ikut mengantri.


Alexa hanya nyengir menunjukan barisan giginya Nyang rapi.


Setelah acara mandi bersama di pagi hari, dan menikmati sarapan bersama di dalam kamar hotel, Alexa mengajak suaminya jalan-jalan sebelum mereka kembali ke kota Jakarta nanti sore.


Sengaja memilih penerbangan sore hari karena mereka masih ingin menghabiskan waktu berdua sebelum kembali dengan kegiatan masing-masing yang menguras waktu mereka.


"Maaf pak, uang saya kurang apa boleh saya membeli dengan uang segini?" Seorang anak sekitar delapan tahun dengan pakaian sederhana menunjukan uang untuk membeli eskrim tapi uang nya kurang.


Alexa yang kebetulan melihat menjadi tersentuh, dirinya maju untuk mendekati penjual eskrim itu, dan membisikan sesuatu.


"Kamu bicara apa?" Tanya Ren ketika Alexa sudah berdiri di sampingnya.


"Tidak ada?" Alexa tersenyum.

__ADS_1


Ren hanya geleng kepala, Isterinya itu memang penuh kejutan, dan beberapa saat kemudian anak-anak yang mengantri tadi mendatangi Alexa.


"Kakak cantik terima kasih ya, sudah membelikan kami semua eskrim, semoga kakak selalu diberi kebahagiaan." Ucap anak satu di antara tujuh teman lainnya untuk mewakili.


"Eh.." Alexa menoleh pada penjual eskrim dan pria paru baya itu, hanya mengacungkan jempolnya tersenyum.


Alexa pun ikut tersenyum.


"Sama-sama sayang, semoga kalian semua bahagia selalu." Alexa menyentuh pipi anak itu.


Mereka semua mengucap terima kasih dan pergi dengan wajah binar bahagia.


"Terima kasih kakak cantik sudah mencintai aku." Suara Ren tiba-tiba membuat Alexa menoleh, dan dirinya menutup mulut tak percaya melihat Ren menyodorkan sebuket bunga.


"Mas ini?" Alexa menerima bunga yang Ren berikan. "Terima kasih mas." Alexa memeluk suaminya, tidak tahu Ren mendapatkan bunga dari mana, tapi Alexa sungguh senang.


"Sama-sama sayang." Ren pun balas memeluk sang istri.


Pukul empat sore Ren dan Alexa melakukan perjalanan kembali ke Jakarta dengan naik pesawat.


Alexa yang bahagia selalu mengembangkan senyum, apalagi Ren selalu menggenggam tangannya.


Butuh perjalan udara selama dua jam hingga mereka sampai di kota kelahiran.


"Sayang kita langsung ke apartemen ya." Ucap Ren yang melihat Alexa seperti kelelahan.


"Iya mas, badan aku sakit semua." Alexa menyentuh lehernya buang terasa pegal.


"Makanya jangan telat makan sayang, kamu belum makan siang dan hanya makan eskrim tadi."


Ya, Alexa tidak mau ikut makan siang dirinya hanya memakan eskrim saja, entah mengapa eskrim itu lebih menggoda dari pada makanan lezat yang tersedia.


Setelah sampai di apartemen Ren membuatkan Alexa teh hangat, dan dia bawa ke dalam d


kamar.


"Sayang, minum ter hangatnya dulu." Ren duduk disamping Alexa yang berbaring.


Alexa menerima teh yang Ren sodorkan dan meminumnya hingga setengah. "Terima kasih Mas."


"Aku panggilkan dokter ya." Ren mengelus kepala Alexa.


"Tidak usah Mas, aku hanya butuh istirahat nanti juga baikan." Alexa tersenyum tipis.


Ren bergeser untuk naik ke atas ranjang, di samping Alexa. "Tidurlah aku akan menemanimu." Ren mengecup kening Alexa, dan mengelus kepalanya sampe Alexa tertidur.

__ADS_1


__ADS_2