Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Cinta Gio yang besar


__ADS_3

Alisa masuk ke dalam kamar dengan hati yang tidak karuan, dirinya tidak percaya jika malam ini melihat sisi rapuh sang kakak ipar yang tidak pernah terlihat, dan Alisa baru sadar jika selama ini kakak iparnya hidup dalam kesedihan yang mendalam. Tidak ada yang bisa mengobati luka hatinya, penyesalannya bahkan kesepian dalam hatinya pun tidak ada yang tahu. Mereka hanya melihat dari paras dan penampilan luarnya saja, tanpa tahu bagaimana hatinya yang hancur tidak bisa kembali baik-baik saja.


"Kamu belum tidur hm.." Gio memeluk tubuh Istrinya dari belakang.


"Kenapa bangun." Alisa menyentuh pipi sumainya yang berada di pundaknya. "Karena tidak ada yang biasa aku peluk." Gio merapatkan pelukannya.


Gio yang lebih dulu terlelap tidak tahu jika Alisa keluar dari kamar, dan ketika dirinya terbangun tidak melihat Alisa di sampingnya,. ternyata Alisa berdiri di balkon kamar.


"What do you think?" Tanya Gio yang sudah mengenal perangai sang istri ketika banyak pikiran.


"No," Alexa tersenyum dan menggeleng.


Gio tersenyum dan melumatt bibir Alisa sekilas. "Tidak perlu dipirkan, semua akan baik-baik saja.Trust me." Gio kembali ******* bibir ranum sang Istri yang selalu membuatnya candu. Tangannya mengusap punggung Alisa naik turun dengan memberi cumbuan lembut untuk menghilangkan kekhawatiran Alisa.

__ADS_1


"Engh.." Alisa meleguh ketika kedua tangan Gio menyusup di balik gaun tidur yang Alisa pakai, dan mengusap lembut kulit tubuhnya dari dalam.


Meskipun Gio di awal bekerja keras untuk membuat sang istri mencintai dirinya, tapi Gio tidak berhenti untuk menyakinkan cintanya pada Alisa dan menghilangkan rasa yang Alisa miliki kepada kakak iparnya sepenuhnya pergi. Andai malam itu Gio tidak di bantu Alisa entah apa yang akan terjadi padanya di saat terkapar di pinggir jalan. Dulu sebelum mengenal Alisa Gio adalah pria yang suka kebebasan dan juga suka bersenang-senang bersama teman-temannya di klub malam. Hingga suatu kejadian dirinya yang di paksa keluar dari klub karena sudah mabuk berat dan membikin ulah, beruntung Gio tidak di pukuli dan di laporkan polisi dan hanya di buang dipinggir jalan.


Alisa yang memang melintasi jalan itu setelah dirinya mencari sesuatu untuk tugas kuliahnya, menemukan Gio tergeletak di pinggir jalan yang sepi, dan tidak ada orang yang mau menolongnya kecuali Alisa. Gio yang berasal dari keluarga terpandang dan kaya tidak membuatnya menjadi dewasa, apalagi kedua orang tuanya sudah tidak bisa membuat Gio untuk menjadi pria yang lebih baik dan bertanggung jawab.


Karena kebebasan di negaranya, membuat Gio begitu bebas untuk melakaukan apapun.


Alisa yang merawat Gio ketika pria itu terkapar lemah dan membawanya ke apartemen miliknya.


"Anda sudah bangun sir." Ucap Alisa menggunakan bahasa asing.


Gio yang tidak mengenali Alisa hanya diam. "Saya menemukan anda tergeletak di pinggir jalan, dan ini makanan untuk anda cepat pulih, saya harus ke kampus karena ada pelajaran pagi." Setelah mengatakan itu Alisa menaruh nampan tadi di atas meja dan pergi meninggalkan Gio dengan pikiran kemana-mana.

__ADS_1


Sejak saat itu Gio mulai mendekati Alisa, dan mengenal gadis itu lebih dekat hingga Gio memiliki perasaan cinta kepada Alisa dan melupakan kelakuan buruknya karena lebih menghabiskan waktu bersama Alisa. Orang tua Gio begitu senang melihat putranya berubah dan mau menjalankan bisnis keluarganya untuk menggantikan daddynya.


Alisa yang mampu membuat Gio berubah seratus delapan puluh derajat, Alisa juga yang mampu menggetarkan hati seorang pria bengal seperti Giovani.


"Sayang.." Napas Alisa memburu dengan pandangan sayu, keduanya bertatap mata dengan penuh gairah.


Gio menggendong Alisa seperti koala dan berjalan masuk kedalam kamar dengan kembali mencumbu bibirnya.


Alisa memang sudah melupakan rasa yang pernah dia miliki pada Bimo, dan semua itu berkat cinta Gio yang besar kepadanya membuat Aisa dengan mudah melupakannya.


Entah siapa yang paling beruntung di antara keduanya, yang jelas mereka saling mencintai.


Alisa memejamkan matanya ketika miliknya kembali merasakan suatu yang begitu bergairah, sungguh suaminya sangat lihai membuatnya terlena.

__ADS_1


"I love you my wife." Suara Gio begitu serak sebelum dirinya melakukan penyatuan.


"Ahhh Dad.."


__ADS_2