Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Merasakan apa yang dia rasakan


__ADS_3

Alexa menatap sendu pintu yang baru saja tertutup, dirinya tahu apa yang Ren lakukan kepada-nya, dan Alexa bisa merasakan jika pria itu menyesali perbuatannya, bahkan Alexa tahu jika Ren menangis untuk dirinya, namun semua itu membuat hatinya tak bisa menerima begitu saja, hingga Alexa mengeraskan hatinya dan membentengi dirinya sendiri.


Setelah beberapa menit pintu itu kembali terbuka dan Ren keluar dengan masih menggunakan handuk putih yang melingkar di pinggangnya, Ren tidak tahu jika Alexa membuka matanya, pria yang masih bertelanjang dada itu berjalan menuju lemari pakaian.


Alexa yang melihat Ren memunggunginya, tak lama pria itu membuka handuknya hingga Alexa bisa melihat Ren bertela*njang membelakanginya.


Setelah memakai celana pendek dan kaos oblong Ren berbalik dan mendapati Alexa yang sudah membuka matanya.


"Kamu bangun." Ren mendekati Alexa dan tersenyum mengecup pipi Alexa.


"Mau makan, atau minum?" Tanyanya yang ingat jika Alexa belum makan malam. Mungkin Alexa bangun karena merasa lapar atau butuh sesuatu.


"Aku ambilkan makanan, tunggulah disini." Ren mengusap pipi Alexa, dirinya beranjak untuk mengambilkan Alexa makanan, Alexa memang tidak mau bicara padanya, tapi Ren mencoba untuk memahami dan mengerti Alexa.


Setelah menunggu beberapa menit Ren kembali masuk dengan nampan berisikan makanan dan minum, Alexa sudah duduk bersandar di bahu ranjang.

__ADS_1


"Aku suapi." Ren duduk disisi ranjang, di depan Alexa.


Menatap sendok berisikan nasi didepanya, dan bergantian menatap Ren yang menatapnya. "Makanlah aku akan menyuapi mu." Ucapnya lagi yang melihat Alexa hanya diam saja.


Tak lama Alexa membuka mulutnya, menerima suapan nasi untuk pertama kali.


"Makan yang banyak, biar cepet sembuh." Ucap Ren dengan fokus pada nasi di atas piring, dirinya tidak sanggup menatap wajah Alexa yang memendam kesedihan dan kebencian di matanya.


Setelah habis Ren memberikan obat untuk Alexa minum, dan Alexa menurut dalam diam, tidak melakukan kontak apapun pada Ren.


Alexa hanya diam dan memejamkan matanya, Ren yang melihat itu segera keluar dari kamarnya.


Bugh


Prang

__ADS_1


Kaca kamar mandi dapur menjadi pelampiasan Ren, pria itu memukul kaca di dinding hingga pecah berkeping-keping.


Dirinya tidak tahu harus melakukan apa, untuk membuat Alexa sadar dan kembali seperti semula. Lebih baik birunya di maki dan dan hina oleh kata-kata Alexa, dari pada harus melihat wanita yang dia cintai hanya diam seperti patung.


Dadanya sesak setiap kali pandangan mereka bertemu, jika Ren menatap Alexa penuh cinta, lain dengan Alexa yang menatapnya penuh kebencian dan kesedihan yang mendalam.


Ren yang sudah lebih tenang, kembali masuk ke dalam kamar dan mendapati Alexa sudah tidur nyenyak.


Tidak ingin mengganggu Ren perlahan naik disamping Alexa berbaring, membawa istrinya masuk ke dalam dekapannya setelah memberikan kecupan selamat malam, Ren ikut memejamkan matanya.


Tangan kecil terulur untuk menyentuh luka lebam di wajah tampan yang sudah tidur terlelap, Alexa yang sejak tadi melihat luka lebam dan sobek di bagian sudut bibir Ren membuatnya penasaran.


Luka itu masih terlihat segar, pasti pria itu belum mengobatinya. Melihat ke bawah matanya tak sengaja melihat tangan yang melingkar di atas perutnya, buku-buku tangan Ren mengeluarkan darah segar, dengan luka seperti sayatan kecil-kecil.


Alexa hanya diam dan mendongak, menatap wajah yang sudah terlelap.

__ADS_1


__ADS_2