Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Nenek sihir


__ADS_3

Bugh


"Bisa kau jalan pakai mata." Wanita itu menatap Alexa tajam, "Lihat gara-gara kau penyamaran ku jadi berantakan." Jihan membenarkan pakaian dan kaca mata yang dia pakai apa lagi dengan rambut wik nya yang juga berantakan.


Alexa menelan ludah, wanita ini yang pernah menapapar nya dan mantan kekasih sang suami. Untuk apa dia kesini?


"Cih, wanita sepertimu tidak pantas mendapat kan Ren yang tampan dan kaya." Jihan yang ingat betul wajah Alexa mencekram dagu nya dengan kuat.


"Lepas..!!" Alexa menyentak kasar tangan Jihan, dan membuat nya terlepas.


"Berani kamu sama saya.!!" Jihan mendorong bahu Alexa kuat membuatnya tersungkur kebelakang karena tidak siap.


"Jangan harap, wanita murahan seperti kamu bisa mendapatkan Ren." Jihan menunjuk wajah Alexa menggunakan jari telunjuknya dengan nada ancaman.


Setelah memberi peringatan Jihan pergi dengan wajah melirik Alexa sinis.


"Dasar bi*ch." Ucapnya sebelum pergi.


"Cih, jal*ng teriak hal*ng." Alexa segera berdiri dan merapikan penampilannya, dirinya sudah telat terlalu lama.

__ADS_1


.


.


"Mita, dimana Alexa?" Tanya Diaz yang tidak melihat Alexa datang, bahkan bos mereka baru saja tiba dan Alexa sendiri belum datang.


"Tadi bilangnya mau ketoilet sebentar pak, tapi kok lama ya."


"Siang semua nya." Suara Ren membuat mereka berdua yang masih kasak kusuk langsung diam.


"Siang pak." jawab mereka serempak.


"Maaf saya terlambat."


Mendengar suara pintu dibuka kasar, dan muncullah Alexa yang berwajah masam.


"Lexa, kamu dari mana saja." Mita menghampiri Alexa dan mengajaknya duduk. Mita sempat melirik bosnya dengan mengangguk hormat. Apalagi tatapan Ren begitu tajam melihat kelakuan sahabatnya itu yang tidak sopan.


Alexa hanya diam dan meggeleng, dirinya melirik Ren yang juga menatapnya, bahkan Alexa menatap Ren tajam membuat pria itu balas mendelik.

__ADS_1


"Baiklah kita mulai pembahasan kita pada kinerja kalian." Ucap Juno yang mewakili Ren untuk bicara.


Mereka semua menyimak apa yang di ucapkan oleh Juno, tapi lain dengan dua manusia yang sejak tadi saling menatap dengan perasaan masing-masing.


Jika Alexa menatap Ren kesal akibat ulah mantan kekasihnya. Lain dengan Ren yang heran melihat wajah Alexa yang masam apalagi tatapan istrinya itu seperti mengajak perang.


"Dan karena kalian berhasil membuat trobosan program baru yang lebih mudah untuk di akses, maka kalian akan mendapat bonus tambahan dan penghargaan sebagai wujud kerja keras kalian." Ucap Jono yang langsung di sambut tepuk tangan meriah oleh ke enam orang yang ikut tapi tidak dengan Alexa yang hanya diam dengan wajahnya yang masih jutek.


"Baiklah, ada yang mau di sampaikan lagi buat pak Birendra." Tanya Juno pada Ren yang hanya diam saja.


"Saya rasa yang di sampaikan asisten saya sudah cukup, dan untuk kalian tetap semangat dan harus lebih giat untuk memajukan program baru kalian untuk memajukan Bagaskara Grub." Ren memberikan sedikit motifasi untuk mereka.


"Dan untuk saudara Alexa, saya ada perlu dengan anda jadi keruangan saya sekarang." Birendra memeberi hormat dan segera keluar dari ruangan yang mereka gunakan untuk bertemu.


"Lex, jangan-jangan kamu gak jadi dapet bonus gara-gara kelakuan kamu tadi." Ucap Mita dengan wajah memelas.


"Ck. kalian ini sukanya bergosip, ayo kembali bekerja." Diaz mengajak bawahannya untuk segera keluar. "Lagian bagi Alexa tidak mendapat bonus juga tidak membuatnya rugi." Diaz melirik Alexa dan tersenyum jahil.


Mereka berlima saling pandang, dan menatap Alexa tak percaya. "Wah, kalau kamu gak butuh mending buat aku aja Lexa, dengan senang hati aku menerimanya."Ucap rekan lainnya membuat Alexa geleng kepala.

__ADS_1


Alexa berdiri didepan pintu ruangan suaminya. "Males banget kalau harus ketemu nenek sihir disini." Gumamnya yang mengingat kedatangan Jihan tadi.


__ADS_2