Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part27


__ADS_3

Bukan Alena yang mendatangi dimana mobil Bimo parkir, namun dirinyalah yang mendatangi Alena di pantry. Jika Alena yang di suruh datang, pasti gadis itu tidak akan mau, apalagi Alena juga tidak tahu dimana mobil bosnya parkir.


"Sudah selesai?" Tanya Bimo yang melihat Alena sedang mengambil barang bawaannya.


"Bapak kaya hantu aja tiba-tiba nongol." Alena bersungut kesal karena sudah mengagetkannya.


Bimo bersandar di pintu dengan kedua tangan Ia masukkan ke saku celana.


"Mana ada hantu tampan kaya saya Ale, yang ada hantu bakalan kalah saing." Bimo bicara dengan wajah datar, padahal ucapanya mengandung candaan.


"Bapak aneh, wajah sama bicaranya gak nyambung." Alena berjalan dengan memakai tas Selempang nya.


Bimo berdiri tegak ketika Alena sudah berada didepannya.


"Ayo.." Bimo menarik tangan Alena keluar dari pantry.


Alena melihat tangannya yang di genggam tangan besar bosnya merasa jantungnya sudah berdebar-debar. 'Duh kalo gue pingsan kan gak lucu'


Bimo membawa Alena menuju lift khusus menuju basemen parkiran khusus dirinya, tidak ada yang tahu jika lift itu digunakan untuk menuju basemen. Bimo menggunakannya jika malas lewat loby kantor.


"Bapak mau bawa saya kemana?" Tanya Alena bingung karena tidak pernah melewati lift ini.


"Ke KUA kalau kamu mau." jawabnya yang tersenyum tipis.


"Gak usah bikin lelucon pak, wajah sama lelucon bapak masih lucu kalau bapak diam." Ucapnya dengan membuang pandanganya lurus kedepan.

__ADS_1


"Kita hanya berdua Ale, jangan panggil saya bapak, kalau tidak_" Ucapnya terhenti ketika melihat Alena menatapnya penuh selidik.


"Kalau tidak apa? bapak mau potong gaji saya." Tanya nya dengan wajah berani.


"Kalau tidak kamu nanti kamu menyesal Ale." Bimo menatap bibir tipis yang seperti sedang menggodanya untuk dicicipi kembali.


"Bapak kalau emmph.." Ucapan Alena tenggelam ketika bibirnya kembali di sentuh oleh bibir bosnya.


Rasanya masih sama, sama-sama membuat jantungnya semakin berdebar.


Tangan Bimo menarik pinggang kecil Alena, satunya menyentuh wajah Alena dari samping. Bimo merasakan bibir tipis yang sudah membuatnya candu.


Bruk..


Alena mendorong dada Bimo kuat, hingga mundur selangkah ke belakang.


Bimo menatap wajah Alena lekat, kakinya kembali maju selangkah, membuat Alena mundur selangkah.


"Bapak mau apa?" Alena meremat tali tasnya dan mundur hingga tubuhnya terbentur dinding lift.


Tatapan mata Bimo tak lepas dari wajah Alena. Wajah yang mulai mengusik pikiranya. Alena mungkin bukan gadis yang yang modis, namun kesederhanaan gadis itu mempunyai daya tarik sendiri bagi Bimo.


Jika saja dirinya lebih dulu bertemu dengan Alena, mungkin Alena sudah menjadi kekasihnya. Mengingat gadis didepanya sudah memiliki tunangan membuat dirinya kesal.


Tangan nya terulur menyentuh dagu Alena, keduanya bertatapan dengan jarak kurang dari satu jengkal.

__ADS_1


Kepala Bimo ingin mendekat kembali, namun suara pintu lift terbuka, membuat nya memejamkan mata. Shitt


Alena mendesah dalam, meskipun dirinya siap ancang-ancang untuk menghindar.


"Bapak mau bawa saya kemana?" Alena masih saja bertanya ketik melihat jalan yang mereka lewati tidak menuju apartemen.


Untung saja dirinya mengirim pesan pada Diki sebelum Bimo datang ke pantry, Alena beralasan jika dirinya sedang lembur dan pulang telat, alhasil Diki tidak jadi menjemputnya.


"Kemanapun saya mau." Ucapnya dengan mata fokus ke jalan.


Alena mendengus kesal. 'Awas aja kalo bawa aku kehotel, bakalan hilang tu burung masa depan'


.


.


Malam gaesss....ayooo like sebanyak-banyaknya πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ‘πŸ‘πŸ‘ komen seng akeh...😜 Meskipun hanya 'lanjut Thor' hatiku sudah gembira riang tak terkiraπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


INGAT JANGAN PADA PELIT😜😜



2R ADA DISINI CUSS MELUNCUR MASUK FAV..🀩


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

__ADS_1



__ADS_2