Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Bertamu ke panti


__ADS_3

Pukul lima sore Alexa mendatangi ruangan suaminya, karena Ren tadi mengirim pesan jika Ia akan pulang telat.


"Sore mbak." Angel menyapa ketika berpapasan dengan Alexa di pintu lift, dan beberapa staf lainya nya yang bekerja di lantai sepuluh.


"Sore juga mbak." Alexa tersenyum dan mereka mengangguk ketika berpapasan dengan istri bosnya.


Hanya di lantai sepuluh dan tujuh Alexa dikenal sebagai istri Birendra Seno Bagaskara CEO utama mereka.


Alexa mendorong pintu besar yang berada di depannya, bisa dia lihat jika suaminya masih berkutat dengan berkas, dan tidak menyadari ketika dirinya datang.


"Sepertinya papa sangat sibuk." Alexa berdiri disamping Ren dan memeluk pundak suaminya, membuat Ren menoleh.


"Sayang, sejak kapan kamu masuk." Ucap Ren yang sama sekali tidak melihat Alexa masuk.


"Kamu terlalu sibuk mas, untung aku yang masuk jika perempuan lain bagaimana." Ucap Alexa dengan mata memincing.


"Mana ada wanita yang berani masuk tanpa ijin selain nyonya Birendra." Ren mencubit pipi Alexa.


"Hm.." Alexa tersenyum.


"Sayang, malam ini papa mengajak kita ke acara amal, apa kamu bisa." Ucap Ren yang menarik tangan Alexa agar duduk di pangkuannya.

__ADS_1


"Dimana?"


"Tidak tahu, papa hanya bilang seperti itu." Ren memeluk pinggang Alexa dan menenggelamkan wajahnya di dada sang istri. "Tapi jika kamu lelah, lebih baik kamu dirumah papa, biar aku yang temani papa." Ucap Ren lagi dengan menekankan matanya, menghirup aroma tubuh Alexa membuatnya merasa nyaman.


"Tidak, aku tidak lelah, jam berapa kita berangkat." Alexa mengusap rambut Ren dengan lembut.


"Jam delapan acaranya, masih lama." Ren mendongak menatap wajah Alexa dengan sayu.


"Jangan mesum mas, kasihan twins." Ucap Alexa yang bisa menangkap sinyal dari wajah suaminya.


Ren menghela napas dalam, lalu kembali menenggelamkan wajahnya di dada Alexa.


Alexa tertawa mendengar curahan hati suaminya.


.


.


Seperti yang Bimo katakan jika malam ini dia datang tidak sendiri, melainkan membawa putra dan menantunya, untuk dikenalkan kepada umi Aisya, dan mereka datang sebelum acara di mulai.


"Mas.." Nisa menyambut kedatangan Bimo dengan senyum manis, senyum yang mampu memikat pria siapapun. "Silahkan masuk dulu." Nisa mempersilahkan Bimo masuk ke ruang tamu panti, karena memang acara belum di mulai dan para tamu masih banyak yang belum datang.

__ADS_1


"Nak Bimo." Umi Aisya, menyapa dengan senyum teduhnya.


"Umi, kenalkan ini putra dan menantu saya." Bimo memperkenalkan Ren dan juga Alexa.


"Birendra umi, dan ini istri saya Alexa." Ren memperkenalkan namanya dan juga Alexa.


Alexa menyalami umi Aisya dan mencium punggung tangannya.


"MasyaAllah, ternayata putra nak Bimo mirip, dan Istrinya juga cantik." Bimo tersenyum begitupun dengan Ren dan Alexa. Mereka kembali duduk kursi yang sudah disediakan. Sedangkan Nisa tersenyum dengan berdiri disamping umi Aisya duduk.


"Umi senang bisa mengenal anak nak Bimo, apalagi mau datang ke panti yang umi kelola." Umi Aisya tersenyum menatap Nisa. "Ini anak umi satu-satunya, namanya Anisa Khumaira." Umi Aisya memperkenalkan putrinya, dan Nisa mengatupkan tangannya mengucap salam.


Ren menatap wanita berhijab yang benama Nisa, kalau tidak salah wanita yang Ren lihat tadi pagi, lalu Ren melirik ke arah papanya, Bimo tersenyum menatap Nisa.


Alexa yang melihat tatapan suaminya, menyentuh tangan Ren dan menggenggamnya, seolah memberi ketenangan untuk suaminya agar tidak berfikir macam-macam.


.


.


Teman bobok 😴

__ADS_1


__ADS_2