Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part35


__ADS_3

Kini Diki mengantar Alena pulang kekontrakan setelah cukup lama mereka berbicara dipinggir jalan.


Alena bernapas lega ketika Diki percaya dengan ucapannya.


"Mas tadi dari mana?" Tanya Alena menatap Diki dari samping. Kini keduanya masih berada di dalam mobil.


Deg


Diki nampak diam sebentar sebelum menjawab. "Dari ketemu teman juga." Ucapnya dengan sesantai mungkin.


"Oh.."Alena melirik kerah kemeja putih yang dipakai Diki." Taman Mas laki atau perempuan?" Tanya nya lagi.


Diki nampak tertegun, merasa Alena sudah mulai curiga namun sepertinya itu tidak mungkin. "Laki-laki sayang, memang nya kenapa?" Dengan sedikit gugup Diki bertanya.


"Tidak apa-apa? Aku kira Mas habis ketemuan dengan perempuan." Alena hanya tersenyum tipis. 'Mana mungkin Mas Diki bermain di belakangku' Batin nya yang tak percaya dengan apa yang dirinya lihat.


"Mana mungkin sayang, jika perempuan pun mereka hanya rekan bisnis." Diki meraih tangan Alena. "Wanita yang aku miliki hanya kamu."


"Hem.." Alena membalas senyum Diki, mencoba menyakinkan jika pikiranya itu salah.


.

__ADS_1


.


.


Bimo keluar apartemen setelah beberapa menit berperang dengan perasaanya. Dirinya melihat jam yang sudah pukul setengah sembilan membuatnya menyusul Alena.


Ketika sampai loby dirinya sudah tak melihat Alena, dan berjalan kedepan untuk melihat gadis itu masih atau tidak, karena tadi Alena ke apartemen bersama dirinya dan meninggalkan motor Alena di perusahaan.


Niatnya ingin mencari Alena dan mengantarnya pulang, pemandangan di depannya malah semakin membuatnya sesak. Melihat Alena masuk kedalam mobil setelah di bukakan pintu oleh tunangannya membuat Bimo mengepalkan kedua tangannya.


"Ternyata bukan Alisa yang menunggumu." Gumamnya dengan sorot mata tajam.


Jika dulu dirinya lebih mengalah karena Indira lebih mencintai Om nya, dan sekarang dirinya tidak akan mengalah jika Alena saja ragu dengan tunangannya.


.


.


.


Pagi hari ini suasana kantor sangat sibuk di akhir pekan, Mereka semua sibuk menyelesaikan Dateline.

__ADS_1


Karena akhir bulan adalah tanggal dan hari yang mereka tunggu untuk Weekand dan menerima gaji.


Alena dan Gina semangat bekerja pagi ini, karena sudah mendapat gaji bulan ini.


Mereka esok membuat janji dengan berlibur di taman hiburan dengan membawa Alisa, karena akhir-akhir ini waktunya bersama Alisa sangat kurang.


Meskipun gadis kecil itu mengerti, namun tetap saja Alena merasa jika Alisa kurang kasih sayang.


"Duh Len, aku seneng banget gaji bulan ini lumayan banyak, karena beberapa kali aku ikut lembur." Ucap Gina yang merasa senang mendapat gaji yang lumayan, dan bisa mengirim uang kepada ibunya lebih banyak.


Ibu Gina tinggal di desa pinggiran kota, butuh waktu dua jam untuk sampai di kampung Gina.


"Seneng dong kamu, bisa kirim uang banyak sama ibu kamu." Ucap Alena yang tahu kebiasaan Gina ketika habis gajian.


"Meskipun sudah di bantu sama mbak Indira, tapi sudah kewajiban aku mengasih sedikit gaji aku sama ibu." Ucap Gina.


Alena sudah tahu jika Gina pernah mengalami kecelakaan disaat dirinya juga mengalaminya.


"Syukur deh, kamu memang anak yang baik." Alena menepuk punggung Gina.


Keduanya kembali melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing karena sebentar lagi ada tamu yang akan berkunjung ke perusahaan.

__ADS_1


__ADS_2