Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Senyum yang membuat luka


__ADS_3

Ren segera menyelesaikan pekerjaan nya sejak tadi dirinya sudah merasa tidak tenang, apalagi sudah lumayan lama dirinya berada di raungan privasi ini.


Pikiranya selalu tertuju kepada Alexa, beruntung ada Juno yang membatunya untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut, dan Ren bisa bernapas lega ketika kliennya menerima apa yang mereka tawarkan, karena disini Ren lah yang butuh mereka untuk melakukan kerja sama dengan orang yang sangat berpengaruh dalam bisnisnya di benua Eropa.


Di kini mereka telah berhasil menjalin kerja sama.


"Pak anda masih mau_"


"Saya pergi duluan." Belum sempat Juno menyelesaikan ucapannya, Ren sudah beranjak dari duduknya dan segera pergi.


Padahal Juno ingin menawarkan makanan untuk rem, karena sejak tadi bosnya itu belum memakan sesuatu.

__ADS_1


"Mungkin sedang ada janji dengan kekasihnya." Gumam Juno yang melihat bosnya pergi dengan buru-buru, karena yang mereka tahu atasan mereka sedang menjalin kasih dengan wanita yang sering ke kantor.


Di lain tempat, Alexa sedikit terhibur dengan apa yang Diaz ceritakan, tentang rekan kerja dan pekerjaan yang mereka pernah garap dulu kini harus terhenti dan mereka menggunakan program yang mereka cetuskan sendiri.


Mendengar cerita Diaz entah mengapa bada keinginan dirinya untuk bisa bekerja lagi, karena di tempat bekerja dirinya memiliki teman dan bisa membuat dirinya lebih baik.


Terkurung di apartemen mewah dengan fasilitas lengkap tak membuatnya bahagia, justru merasa bosan karena tidak ada kegiatan, sedangkan suaminya selalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai CEO.


Alexa nampak diam berpikir sejenak, jika dirinya ingin bekerja lagi. Bagaimana cara bicara pada suaminya, meskipun sepertinya Ren tidak keberatan tapi selama tinggal bersama Ren satu Minggu mereka tidak pernah berinteraksi, dan Alexa pasti sulit jika ingin bicara pada Ren, suaranya seperti enggan keluar dan dirinya selalu merasa kesulitan utuk berucap.


"Bagiamana kamu masih mau?" Tanya Diaz lagi menyadarkan lamunan Alexa, dan pria itu menyentuh tangannya untuk di genggaman. Diaz selalu tersenyum tulus kepada Alexa, pria itu adalah pria hangat dan Alexa masih menyukai pria yang sempat menjadi kekasihnya itu.

__ADS_1


Tapi sepertinya kini dirinya harus mengubur perasaan itu, sadar jika dirinya yang sekarang bukanlah wanita baik yang bisa dibanggakan.


"Em.." Alexa mengangguk. "Aku akan kembali bekerja." Ucap Alexa membuat senyum lebar Diaz terbit dan menular ke Alexa yang ikut mengembangkan senyumnya kembali.


"Syukurlah kalau kamu masih mau, aku senang sayang, apalagi aku bisa selalu melihatmu." Diaz mengeluarkan gombalnya, dan hanya membuat Alexa tersenyum dan menggeleng.


Ren yang terlalu khawatir dengan istrinya ternayata salah. Nyatanya orang yang dia khawatir kan kini malah asik berduaan.


Tangannya terkepal erat, dadanya bergemuruh dengan hati yang ngilu, sejak kejadian itu Alexa praktis tidak lagi tersenyum, apalagi untuk dirinya, dan sekarang Alexa bisa tersenyum dengan manis nya didepan pria lain yang Ren tahu adalah kekasihnya dulu sebelum dirinya melakukan hal yang membuat Alexa trauma. Dan itu membuat dadanya terasa sakit.


Ren menatap tajam meja yang di tempati dua orang itu dengan dada bergemuruh, dirinya merasa tidak bisa membuat Alexa kembali tersenyum, dan sekarang isterinya itu dengan mudahnya di buat tersenyum oleh pria lain.

__ADS_1


"Kamu memang tidak mencintaiku, tapi aku yang akan memberikan cinta untukmu."


__ADS_2