Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Season_2


__ADS_3

Mereka semua tertawa melihat sepasang pengantin yang malah saling meledek, dimana Aaron yang memang memiliki sifat jail dan selenge'an selalu menggoda Sena yang ketus dan cuek.


Acara resepsi yang unik, dimana para keluarga memberi surprise, untuk kedua pengantin yang sama-sama tidak tahu dinikahkan dengan siapa.


Bukan hanya pengantin yang di beri kejutan, melainkan semua karyawan pabrik yang turut hadir di acara resepsi di buat ternganga dan terkejut, dimana pengantin pria nya adalah Aaron Ryan Lewis, atau yang mereka kenal dengan panggilan Aaron adalah pria muda yang kaya raya bahkan mewarisi semua kekayaan dari keluarga Lewis.


Mereka semua tidak menyangka jika teman kerja mereka adalah pria kaya raya.


"Dang, si Ryan teh ternyata horang kayak." Ucap Asep yang masih bengong, ketika MC memberi pengumuman siapa jati diri pengantin pria.


"Iya, ternyata kita selama ini sudah berteman dengan orang kaya." Dadang yang melihat Aaron sangat berbeda penampilannya dari biasanya merasa insecure karena dirinya suka semena-mena.


"Sekarang kita kudu sadar diri Dang, si Ryan teh tidak level sama kita." Dadang yang mendengar ucapan Asep hanya bisa mengangguk.


Pesta yang megah dan penuh kejutan yang di gelar oleh dua keluarga ternama menjadi pesta yang paling meriah dan mengundang kebahagiaan.


"Hadirin ada informasi penting..!!"Suara keras MC langsung mengalihkan atensi mereka semua untuk menunggu informasi yang akan di sampaikan.


"Kabar gembira, untuk kita semua yang berada di pesta ini. Karena pengantin kita akan memberikan kejutan dengan hadiah utama sebuah mobil khusus untuk tamu kita malam ini." Mendengar ucapan MC semua bersorak dan bertepuk tangan.

__ADS_1


"Kalian hanya perlu tulis nama kalian saja, dan anti akan kami undi jika semua sudah mengumpulkan kertas yang sudah berisi nama kalian di kotak sebelah sana. Untuk para undangan yang sudah kaya raya di mohon jangan ikut yaa, karena saya ingin menang." Para tamu tertawa mendengar ucapan MC.


Sedang kan kedua pengantin hanya tersenyum, Aaron yang sejak tadi tidak melepaskan tangannya pada pinggang Sena.


"Ar, apa kamu tidak malu menjadi pusat perhatian." Bisik Sena, karena sejak tadi tangan suaminya itu tak lepas dari pinggangnya.


"Bukan aku sayang tapi kamu." Jawab Aaron dengan kesal." Lihat para mata pria, sejak tadi terus saja melihat ke arahmu." Aaron menatap tajam orang-orang yang sudah berani menatap istrinya.


"Ya ampun Ar, kamu berlebihan." Sena mendengus kesal.


"Bukan berlebihan, tapi aku tidak rela milikku di incar orang lain."


"Karungin saja aku Ar, karungin..!!" Sena yang kesal duduk memunggungi Aaron.


"Sen-sen dosa suami di kasih pantat." Ucap Aaron mendapat tatapan tajam dari Sena.


Sungguh kedua pasangan itu seperti tikus dan kucing, terkadang mesra terkadang berantem.


Bimo tersenyum haru melihat putrinya yang sepertinya sangat bahagia ketika sudah menemukan jodohnya.

__ADS_1


Meskipun sempat ragu kepada Aaron, karena pria itu terlihat petakilan dan slengeyan, tapi melihat perjuangan Aaron membuatnya perlahan yakin jika Aaron bisa menjaga putrinya dengan baik.


"Kamu bahagia.." Wanita cantik dengan senyum merekah merangkul lengan Bimo, mengenakan pakaian serba putih, wanita itu terlihat sangat anggun dan cantik.


"Putri kita sudah bahagia sayang." Bimo mengelus punggung tangan Alena yang berada di lengannya.


Bimo dan Alena menatap penuh haru, dimana putrinya selalu tersenyum bahagia bersama orang yang di cintai.


"Kamu sudah memilih pria yang tepat untuk putri kita. Menantu kita sama seperti kamu." Alena tersenyum bahagia, kepalanya Ia sandarkan di bahu sang suami.


"Terima kasih sudah menjaga dua malaikat kita, aku bahagia di sana melihat kalian orang-orang yang aku cintai bahagia." Alena menatap wajah Bimo dari samping.


Bimo menoleh matanya menatap bola mata coklat Alena yang sama persis seperti milik Sena. Di matanya banyak sekali menanggung kerinduan yang begitu mendalam pada wanita yang sekarang terlihat bahagia.


"Demi kamu Dan anak kita, aku akan melakukan apapun." Bimo mengecup kening Alena dalam.


"Aku mencintaimu sayang." Alena mencium pipi Bimo.


Tersenyum, jarinya mengelus lembut pipi Alena. "I love my wife more... forever, till death do us part..."

__ADS_1


"Aku lebih mencintai istriku... selamanya, sampai maut memisahkan kita..."


__ADS_2