Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Ke rumah Gesya


__ADS_3

Setelah acara makan usia, Gesya meminta Alexa untuk menemaninya kerumah sakit, menjenguk teman Gesya yang sedang dirawat dan Alexa pun mengiyakan karena sekalian juga menjenguk meskipun tidak kenal pikiranya.


Dan karena ketidak sengajaan itulah dirinya malah melihat sang suami dengan seorang wanita yang sepertinya sangat akrab.


"Ck, bukan urusan kita ayo kita pergi." Gesya menarik tangan Alexa, ketika temanya itu ingin menghampiri atasan mereka. Dan Alexa baru sadar jika dirinya tidak sendirian.


Jika tidak pasti Gesya akan curiga, dan banyak tanya nantinya.


Akhirnya Alexa memilih mengikuti Gesya, dan melihat kearah suaminya yang sudah tidak ada di sana.


"Maaf, Maura duduk di belakang saja." Ucap Ren ketika Maura ingin membuka pintu di bagian depan, samping kemudi.


"Em, memangnya tidak boleh ya, kalau begitu maaf aku tidak tau." Maura menampilkan wajah tidak enaknya dan mundur untuk membuka pintu penumpang.


"Tidak apa." Ren pun membantu menutup pintu Maura, dan dirinya segera memutari depan mobil untuk masuk.

__ADS_1


"Ck, pasti eskrim nya sudah cair." Gumamnya yang melihat bungkusan kresek yang berisikan eskrim tadi yang dia beli.


"Kenapa Ndra?" Tanya Maura yang mendengar gumaman Birendra.


"Em, tidak ada." Ren segera melajukan mobilnya keluar dari rumah sakit bertepatan Alexa yang juga baru keluar dengan Gesya. Alexa melihat jika mobil suaminya baru saja keluar.


"Ges, dirumah kamu ada siapa aja?" Tanya Alexa, yang sedang menerima helm pemberian Gesya. Transportasi Gesya adalah kendaraan roda dua untuk dirinya pulang pergi ke kantor.


"Em, ibu dan juga adik-adik ku, adik ku ada dua." Gesya menyengir, diusianya yang sudah dua puluh enam dirinya belum menikah, dan memliki sua adik yang juga masih sekolah.


"Boleh aku ikut kerumah mu, itupun kalau kamu tidak keberatan?" Tanya Alexa lagi. Entah mengapa dirinya malas untuk pulang melihat suaminya tadi yang mengendarai mobil melawan arah jalan ke apartemen mereka.


"Oke, kalau kamu mau ikut." Gesya segera menyuruh Alexa naik ke atas motor ya, dan mereka pun pergi menuju rumah Gesya.


Ponsel Alexa memang kehabisan baterai, dirinya lupa tadi pagi untuk mencarger nya, dan sampai sekarang dirinya tidak berniat untuk mengisi daya di ponselnya setelah sampai di rumah Gesya yang sederhana.

__ADS_1


Bukanya marah pada suaminya dan tidak mau pulang, entah mengapa perasaan kesal lebih mendominasi pada dirinya, sehingga membuatnya tidak ingin melihat suaminya lebih dulu.


"Bu, ini Alexa teman Gege." Gege adalah panggilan sang ibu pada putrinya.


"Oh, apa kabar nak. maaf rumah Gesya seperti ini." Ucap ibu Gesya ramah. Ternayata ibu Gesya membuka jasa menjahit. Terlihat di samping ruang tamu ada ruangan untuk menjahit dan beberapa baju yang di gantung.


"Tidak apa Bu." Alexa menyalami tangan ibu Gesya.


"Aku mandi dulu ya, apa kamu juga mau mandi?" Tanya Gesya pada Alexa.


"Tidak, terima kasih, aku menunggumu di sini saja bersama ibumu." Alexa memilih menunggu di ruang tamu bersama ibu Gesya, sedangkan adik Gesya sedang belajar kelompok diluar bersama temanya.


"Oke."


Gesya segera berlalu, meninggalkan Alexa berbincang dengan ibunya.

__ADS_1


Dirinya lupa jika di luar sana ada pria yang sudah menunggunya dengan kahawatir dan cemas.


__ADS_2