
Pukul sembilan pagi, Ren baru saja tiba di kantor, wajahnya yang nampak berseri-seri membuat Juno bisa menebak apa yang membuat bos-nya telat datang.
Bukan sekali dua kali Juno melihat aura bosnya yang berseri-seri, dan itu disebabkan karena pasti bos-nya habis mendapatkan servis yang memuaskan, lain jika bos-nya yang tidak mendapat pelayanan dirumah, maka Juno lah yang menjadi sasaran kemarahan bos-nya.
"Bos ada pertemuan dengan klien di restoran Xx." Ucap Juno yang mengekor Ren di belakang.
Juno sejak tadi menunggu bos-nya datang, karena ada pertemuan urgen satu jam lagi.
"Kemarin kamu bilang hari ini tidak ada pertemuan di luar." Ucap Ren yang sudah duduk di kursinya.
"Ini mendadak bos, beliau baru memberi tahu jam delapan pagi tadi." Jawab Juno memberikan berkas yang harus dia periksa dan pelajari sebelum bertemu klien.
"Beliau meminta anda sendiri yang hadir, karena beliau ingin menjalin kerja sama jika anda sendiri yang menemui." Ucap Juno lagi, yang mengingat pesan klien nya tadi.
Ren mendengus kesal, melihat siapa klien penting yang di katakan oleh Juno.
Sebenarnya Ren malas harus kembali bertemu dengan klien nya satu ini, selain kolot dan alot, pria itu juga menyebalkan, tapi Ren tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu karena kali ini beliau ingin menginvestasikan dana yang cukup besar.
"Oke, siapakan semuanya kita pergi bersama."
.
__ADS_1
.
"Lexa kami merindukanmu." Mita dan Gesya langsung memeluk Alexa ketika baru masuk keruangannya.
Ya, Alexa diijinkan masuk setelah menuruti permintaan suaminya, pergumulan panas mereka berlanjut hingga dua ronde, dan karena itu mereka masuk kantor jam sembilan pagi.
"Kau juga mbk, Sya." Alexa menerima pelukan itu dengan senang.
Yang lain juga menyapa Alexa mereka hanya sekedar berbicara karena lawan jenis, lain dengan dua wanita yang memang dekat dengan Alexa.
"Ya Tuhan ternyata kita selama ini bekerja bersama istri CEO." Ucap Mita yang heboh.
"Untung CEO kita menikahi kamu wanita baik dan cantik," Puji Mita lagi membuat Alexa geleng kepala.
"Duh kayaknya nanti siang ada acara makan besar nih, gimana ya.. soalnya kita baru tahu kalau ada istri CEO di divisi kita." Ucap Mita yang pura-pura berpikir tapi tatapannya mengarah pada Alexa.
Alexa hanya geleng kepala melihat kelakuan Mita. "Bilang aja mbak mau minta tlaktir." Jawab Alexa tepat sasaran.
Mereka semua tertawa, "Iya dong, lagian kapan lagi kita di telaktir sana nyonya Birendra." Tutur Mita lagi dengan merangkul bahu Alexa.
"Oke, nanti siang kita makan bersama, mbak Mita pilih saja tempatnya terserah."
__ADS_1
"Yeeyyyy, siap ibu negara." Mita dan Gesya yang paling semangat di antara ketiga pria lainnya.
"Mas nanti siang aku bersama teman-teman ku mau makan bersama di luar, tidak apa kan Kalau aku gunakan kartu yang mas kasih, soalnya mereka minta telaktir..."
Alexa mengirim pesan pada suaminya, disertai emot nyengir.
Ren yang baru keluar dari pintu lift membuka pesan masuk dari sang istri, bibirnya melengkungkan senyum, istrinya itu pasti ijin dulu jika ingin menggunakan uangnya, padahal dirinyalah sudah bilang, jika uang itu adalah uangnya.
"Iya sayang, gunakanlah karena itu uangmu juga, selamat bersenang-senang dan hati-hati, Aku mencintaimu istriku.."
.
.
.
Jangan lupa mampir kawanπ₯°
ππππ
__ADS_1