Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Insident 2


__ADS_3

"Sya, aku nebeng kamu ya." Alexa berdiri di depan meja Gesya, ketika jam pulang sudah tiba.


Seperti yang di katakan suaminya, jika Ren akan menghadiri metting di luar, dan akan menjemputnya ketika pulang nanti.


"Oke, yang penting kamu sudah ijin." Ucap Gesya yang mendapat acungan jempol dari Alexa.


"Beres, ijin sudah di kantongi." Alexa tersenyum lebar.


Mereka keluar bersama untuk sampai lobby. Alexa memang suka bercengkrama dengan ibu Gesya, dan sedikit ikut membantu jika Alexa bisa.


Di apartemen Alexa terkadang merasa jenuh dan bosan ketika suaminya belum pulang, dan dirinya tidak punya kesibukan apapun jika di apartemen.


"Sya, mampir ke supermarket terdekat ya." Ucap Alexa dengan sedikit keras, karena mereka berada di jalan dengan naik motor, Gesya yang mengemudi.


"Oke..!"


Melihat supermarket di depan, Gesya segera menyalakannya lampu sen untuk belok ke jalur kanan, karena dirinya berada di jalur kiri.


Karena kendaraan mobil di belakang sudah memberi kode untuk Gesya belok makan Gesya segera membelokan motornya karena dari depan arah lawan kendaraan kosong.


Dan ketika akan sampai di pinggir, dari arah belakang mobil tadi, sebuah mobil melaju cepat memotong jalan dan menabrak motor Gesya bagian belakang.

__ADS_1


"Gesya awas..!!"


Brakkk


"Alexa..!!" Gesya segera berdiri dirinya juga tertimpa karena motornya roboh tertabrak bagian belakang hingga membuat Alexa yang di bonceng lompat dari atas motor.


"Auwss.." Alexa meringis ketika kaki dan telapak tangannya memar tergores aspal, bahkan kakinya begitu sakit ketika di gerakkan.


"Mbak, mbak gak apa-apa?" Tanya orang-orang yang melihat kejadian tadi, bahkan orang yang di dalam mobil tadi turun untuk membantu, berbeda dengan mobil yang menjadi tersangka sudah kabur dengan kecepatan tinggi.


"Alexa kamu tidak apa-apa." Gesya begitu takut dan panik melihat Alexa yang jatuh ke aspal, dan telapak tangan Alexa memar goresan luka.


"Sebaiknya kita bawa kerumah sakit mbak." Ucap pria yang menolong mereka. Karena lokasinya di depan minimarket jadi ramai orang.


.


.


"Ahh..maaf."


Ren mengusap jas nya yang basah terkena minuman yang tumpah.

__ADS_1


"Maaf tuan, saya tidak sengaja." Wanita itu mengeluarkan tisu untuk membersihkan bagian jas Ren yang basah, tapi Ren menolaknya.


"Tidak perlu." Ucapnya dingin.


Wanita itu mendongak dan terkejut melihat siapa yang dia tabrak.


"Anda? Endra?" Ucap Maura tersenyum lebar.


Ren yang melihat Wanita itu menyebut namanya hanya mengernyit. "Saya Maura, wanita yang pernah anda bawa ke rumah sakit." Ucap Maura menjelaskan, meskipun dalam hati sedikit kesal karena Ren tidak mengingatnya sama sekali.


"Oh, maaf saya lupa." Ren hanya berwajah biasa saja, dirinya ingin berlalu tapi Maura mencegahnya.


"Anda mau kemana tuan." Maura menahan lengan Ren, namun segera dia lepas karena menadapat tatapan tajam.


"Maaf saya buru-buru, dan saya tidak mengenal andam"


Jederr


Hati Maura geram mendengar ucapan Birendra, pria itu sama sekali tidak ingat dirinya.


Maura menatap punggung Ren yang semakin menjauh dengan mengepakkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Lihat saja, kamu akan jatuh ke dalam pelukanku." Ucap Maura dengan tersenyum licik.


Maura yang kebetulan berada di cafe itu dengan sahabatnya, tidak sengaja melihat Ren sedang bertemu seseorang, dan Maura mencoba melancarkan aksinya setelah orang yang bersama Ren pergi. Dan Maura sudah lebih dulu positif thinking karena idenya akan berhasil, tapi kenyataanya Birendra sama sekali tidak meliriknya apalagi pria itu tidak ingat dirinya sama sekali.


__ADS_2