Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Part73


__ADS_3

Bimo membawa Alena dan Alisa kerumah baru yang Bimo belikan untuk Alena, dirinya sengaja membeli rumah yang tidak terlalu besar menurutnya namun mewah dan elegan.


Alena menatap takjub rumah yang baru saja menjadi miliknya, bahkan sertifikat rumah itu pun atas nama dirinya.


"Bim..ini." Alena tak bisa berucap melihat rumah mewah dan besar itu di depannya. Padahal menurut Bimo tidak terlalu besar, karena lebih besar rumah utama.


Mirna dan suami juga diboyong oleh Bimo, mereka sengaja Bimo pekerjakan dirumah barunya untuk menemani Alisa dan membersihkan rumah, sedangkan Fandi sebagai satpam keamanan.


"Hadiah untuk Istri." Bimo memeluk Alena dari belakang, dengan Alena yang masih memakai baju kebaya lengkap.


Flashback


Yuda yang kesal pun menghubungi Om nya Bimo yang bernama Allan, jujur saja dirinya merasa kesal karena ulah sahabatnya yang sudah menjadi bosnya.


Allan yang sedang akan melaksanakan rapat pun Ia tunda mendengar keponakanya yang butuh dirinya karena urgen, Allan tidak tahu jika itu hanya akal-akalan Yuda agar Allan segera datang.


Tiga puluh menit Allan sampai di tempat yang sudah diberi tahu teman keponakanya, dan disinilah dia dengan penuh tanda tanya besar datang hanya untuk sebagai wali dari keponakanya itu.


"Om tidak menyangka kamu akan berbuat nekat seperti ini, ketika kedua orang tua mu tidak ada." Ucap Allan ketika keponakanya sudah sah menikah dengan gadis pilihannya.

__ADS_1


Awalnya Allan sempat menolak karena kedua orang tua Bimo tidak di beri tahu namun ketika melihat wajah sang keponakan yang begitu memelas membuat Allan akhirnya tidak tega.


Jangan ditanya betapa bahagianya Bimo ketika Om nya bersedia menjadi walinya untuk menggantikan kedua orang tuanya.


"Saya terima nikah dan kawinnya ananda Alena Adisthi binti Johan Raharja dengan maskawin rumah beserta isinya dan uang senilai satu milyar rupiah di bayar tunai." Ucap Bimo dengan satu tarikan napas dan lantang, membuat semua orang mengucap sah, dan Alhamdulillah.


Alena meneteskan air mata, tidak disangka pernikahan yang tidak diinginkan, kini malah pria lain yang sudah Ia cintai menikahinya.


Bersyukur dan bahagia tentu saja, karena Alena ingin menikah sekali seumur hidup dengan pria yang Ia cintai.


"Terimakasih Om." Ucap Bimo tersenyum, sejak mendengar kata sah, membuat senyum Bimo terus mengembang.


"Iya Om.."


"Sekali lagi selamat atas pernikahan kalian, Indira pasti senang mendengar kamu menikah, dan sedih karena tidak bisa menyaksikan sahabat baiknya mengucap ijab kabul." Ucap Allan yang mengingat istrinya.


"Sampaikan kata maaf ku, dan doakan kami." Ucap Bimo lagi.


"Baiklah Om tunggu teman untuk Aldrick, jangan lupa ." Ucap Allan sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tunggu saja, Bimo junior akan segera ontheway." Ucap Bimo merangkul bahu Alena yang sudah sah menjadi istrinya.


"Ck. untung segera menikah, kalau tidak kecebongmu bisa menetas duluan." Ucap Allan tertawa dan pamit pergi kembali ke kantor untuk rapat yang tertunda.


"Nempel terus kaya prangko, awas aja kalau nyusahin lagi udah sah ini." Ucap Yuda yang tiba-tiba berdiri di belakang Bimo dan Alena.


"Ck. Bac*t loe Yud, nikah sana biar gak omes."


"Wah..ngatain gue loe bos..oke kita kick." Yuda memperagakan tangan nya ke leher.


Flashback of


.


.


.


Lunas...yee🎉🎉🎉

__ADS_1



__ADS_2