Pembantuku Canduku 2

Pembantuku Canduku 2
Ren yang kejam


__ADS_3

"Sayang, kamu sudah datang."


Ren yang baru masuk ke ruanganya di sambut dengan kedatangan Jihan pagi-pagi sekali.


Pria itu menatap malas Jihan yang menampilkan senyum manis, namun sudah tak membuatnya terpikat.


"Untuk apa kamu datang kemari." Ucap Ren dingin, dan duduk di kursi kebesarannya.


Jihan mengikuti Ren, berdiri di samping Ren duduk.


"Aku rindu kamu sayang, apa kamu tidak merindukanku." Jihan berkata dengan menyentuh bahu Ren, den menunduk untuk bisa mendekati wajah Ren.


"Pergilah, bukankah aku sudah katakan jangan pernah perlihatkan wajahmu di depanku lagi." Ren menyentak tangan Jihan yang berada di bahunya.


Jihan mundur dengan wajah kesal. "Sayang kenapa kamu berkata seperti itu." Ucapnya dengan wajah sedih. "Bukankah kamu mencintaiku."


"Sejak kapan aku mencintai wanita sepertimu." Ren menatap Jihan tajam, "Pergilah, sebelum aku panggilkan security untuk menyeretmu." Ren berkata dengan tegas, membuat Jihan kesal.


"Kamu berubah Ren, apa karena wanita ja**lang itu kamu berubah." Ucap Jihan merancau.


"Bukan urusanmu." Ren memanggil security lewat sambungan telepon.

__ADS_1


"Ren kamu benar-benar berubah, kamu jahat Ren."


Ren tidak memperdulikan teriakan Jihan.


"Ada yang bisa kamu bantu pak?" Datang security dua setelah mendapat panggilan dari atasannya langsung.


"Bawa dan usir wanita gila itu, ingat jangan lagi memberi ijin padanya untuk masuk ke kantor saya." Ren memberi perintah pada kedua security itu.


"Baik pak..akan kami laksanakan."


"Ren kamu jahat, kamu tega memperlakukan aku seperti ini, kamu jahat Ren, kamu akan menerima balasannya." Jihan terus berteriak dan mencoba memberontak, tapi Ren tidak perduli sama sekali.


"Cih, parasit." Ucapnya dan kembali fokus pada pekerjaannya.


.


.


Tak lama bel apartemen berbunyi, Ren bilang akan ada petugas kebersihan yang datang pagi ini, mungkin itu dia batin Alexa.


Dengan berjalan menuju pintu, Alexa lebih dulu mengintip dari celah lubang kecil, dan dirinya melihat di sana wanita paru baya dengan seragam.

__ADS_1


Klik


Alexa membukakan pintu, biasanya wanita itu akan masuk saja, tapi ketika menekan kode password ternyata kodenya berubah, dan dia baru membaca pesan jika di dalam apartemen milik majikannya ada istrinya.


"Pagi nyonya." Ucap wanita itu menunduk hormat, Alexa hanya tersenyum untuk menanggapi.


"Saya pekerja kebersihan di unit apartemen ini." Ucapnya dengan ramah.


Alexa menyuruh wanita itu masuk, dan wanita yang biasa di panggil bik Niah itu langsung mengerjakan tugasnya.


Pukul sebelas siang, Alexa yang tidak melakukan apapun merasa bosan, dirinya keluar kamar menemui bik Niah.


"Bik, saya mau keluar sebentar." Ijin Alexa pada bik Niah yang sedang mengeringkan pakaian di mesin laundry.


"Iya nyonya." Bik Niah yang tidak tahu keadaan Alexa mengijinkan, karena yang bik Niah lihat Alexa biasa saja seperti pada umumnya.


Alexa keluar dari apartemen Ren dengan hanya membawa dompet kecil miliknya. dirinya ingin membeli sesuatu yang bisa dirinya makan.


Apartemen Ren memang tidak pernah ditempati, dan pria itu lebih suka pulang ke rumah, namun ketika memiliki Alexa dirinya akan menempati apartemen itu.


Alexa memasuki minimarket yang berada di bawah, jaraknya tidak jauh dari unit apartemen yang mereka tinggali karena masih saru deretan bangunan yang sama.

__ADS_1


Baru Alexa lihat, jika apartemen yang dia tinggali ternayata apartemen di kawasan elit.


__ADS_2